Jumat, 07 Agustus 2009

7 Kebiasaan Orang-orang Berdaya Ingat Kuat


Orang-orang berdaya ingat kuat memiliki beberapa kebiasaan yang tidak akan mereka lewatkan tiap harinya. Melatih kebiasaan itu mungkin bisa membuat Anda menjadi salah satu dari mereka yang berdaya ingat kuat.

Melindungi dan meningkatkan kemampuan otak sangatlah mudah. Cukup melatih beberapa kebiasaan kecil dan ubah pola hidup yang tidak baik. Otak akan tetap hidup bahkan meningkat kemampuannya jika terus dilatih dan digunakan.

Sebuah survei online dilakukan oleh para peneliti Australia terhadap 29.500 orang responden yang telah diseleksi dan termasuk kategori orang-orang yang memiliki daya ingat kuat.

Para responden sebelumya menjalani beberapa tes ingatan seperti mengingat kejadian-kejadian 1, 5 atau 20 tahun yang lalu, menghafal daftar belanja, mengingat wajah orang, nama-namanya serta pekerjaannnya masing-masing.

Peneliti juga menganalisis pola hidup dan pola makannya sehari-hari. Akhirnya setelah melakukan beberapa analisis, para peneliti mengetahui dan menyimpulkan 7 kebiasaan orang-orang dengan daya ingat yang kuat.

Dikutip dari Prevention, Jumat (7/8/2009), ini dia 7 kebiasaan sederhana mereka yang berdaya ingat kuat yang bisa Anda terapkan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan otak.

1. Tidak mengonsumsi alkohol
Mereka dengan memori yang kuat ternyata jarang mengonsumsi minuman-minuman beralkohol, karena ternyata alkohol dapat merusak sistem saraf dan melemahkan kemampuan otak.

2. Menonton televisi tidak lebih dari satu jam setiap harinya
Orang-orang berdaya ingat kuat jarang melihat tontonan-tontonan yang tidak terlalu penting, kecuali tontonan yang sifatnya mengedukasi. Mereka lebih sering membaca ketimbang menonton.

3. Sering membaca novel
Dengan membaca novel, otak akan dilatih berpikir dan menebak-nebak apa yang akan terjadi. Alur cerita novel yang berliku-liku akan membuat otak terus berpikir tapi dalam bentuk petualangan otak yang lebih menarik dan seru.

4. Selalu menyilang-nyilangkan dan menyambung-nyambungkan data
Kemampuan otak akan terus meningkat ketika data yang masuk ke dalamnya terhubung satu sama lain. Dengan menghubung-hubungkan seperti itu, sebuah data akan tersimpan dan tertanam dalam otak lebih kuat lagi.

5. Tidak pernah lupa mengonsumsi ikan
Ikan diketahui merupakan sumber protein yang berfungsi meregenerasi sel-sel mati. Sel-sel otak pun harus terus diregenerasi. Beberapa jenis ikan seperti salmon dan sarden mengandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan sel-sel otak dan kemampuan mengingat seseorang.

6. Meminum teh atau kopi
Teh dan kopi mengandung kafein yang bisa memacu kerja jantung dan otak untuk terus terjaga dan bekerja lebih baik lagi. Namun konsumsi yang berlebihan, terutama kopi bisa berakibat fatal. Minumlah dalam dosis yang sewajarnya.

7. Selalu membuat catatan dalam bentuk jurnal atau notes kecil
Data yang masuk ke otak kita tanpa tercatat mungkin saja menempel dan mungkin juga tidak. Namun jika data tersebut dicatat, maka kita dapat melihatnya kembali ketika lupa. Mencatat juga ternyata bisa meningkatkan kemampuan otak untuk menghafal hingga 20 persen.

Kamis, 06 Agustus 2009

Ketika Gadis Cantik Divonis Tuli


Sekilas Anda mungkin tak akan mengira bahwa gadis cantik yang sangat menawan, ramah dan menoreh sejumlah prestasi di bidang modeling ini adalah seorang tunarungu. Dialah Angkie Yudistia yang telah divonis tunarungu sejak umurnya 10 tahun.

Gadis kelahiran Medan, 5 Juni 1987 itu terlahir sebagai anak normal yang cantik, manis, sempurna dan baik-baik saja. Namun ia mulai mengalami gangguan pendengaran ketika masih duduk di bangku SD dan sering tidak merespons ketika orang lain memanggilnya.

"Saya sering tidak menengok ketika dipanggil orang tua atau guru di sekolah. Mereka semua kadang suka kesal karena harus teriak-teriak ketika memanggil saya," ujar finalis Fun Fearless Female Cosmopolitan 2008 yang bertindak sebagai MC dalam acara 'Bantuan 100 Alat Bantu Dengar' kepada para tunarungu di gedung optik Melawai, Salemba, Jakarta, Kamis (6/8/2009).

Angkie pun mengaku lebih sering duduk di bangku belakang dan membaca sendirian ketika itu. Orang tuanya mulai menyadari gangguan pendengaran yang ia alami pada usia 10 tahun dan ketika itu ia harus menerima kenyataan pahit karena dokter memvonisnya sebagai tunarungu.

"Saya sedih mengetahui kenyataan itu, tapi orang tua saya selalu memberi dukungan dan semangat pada saya. Mereka terus menerus mengajarkan saya agar gemar membaca, karena kalau belajar dan mendengar dari TV nggak bisa," ujar Angkie.

Ia mengaku, gangguan pendengaran yang ia alami ternyata berasal dari pemakaian antibiotik yang berlebihan yang diberikan orangtuanya ketika ia sakit di waktu kecil.

"Dari kecil saya sering sakit-sakitan dan orang tua sering memberi antibiotik terus menerus jika saya sakit. Tiba-tiba pada usia 10 tahun saya divonis menjadi seorang tunarungu," ujar gadis yang sekarang sedang sibuk menyelesaikan kuliah S1-nya dan juga mengikuti program akselerasi untuk gelar masternya di London School of Public Relations Jakarta.

Hal ini dibenarkan oleh audiologist dan pakar pendidikan anak tunarungu PABD Melawai, Drs. Anton Subarto, Dipl Aud. "Pemakaian antibiotik dalam dosis tinggi dan berlebihan memang bisa jadi faktor pemicu seorang terkena tunarungu. Obat-obatan seperti pilkina dan aspirin pun bisa menjadikan anak mengalami gangguan pendengaran," ujar Anton.

Angkie yang divonis tunarungu pun kemudian dibawa orangtuanya untuk berobat ke berbagai tempat. Ia sudah mencari berbagai pengobatan alternatif tapi tidak ada yang cocok. "Mungkin pengobatan-pengobatan itu kurang cocok untuk saya," ujar Angkie.

Akhirnya pada usia 16 tahun, Angkie mulai menggunakan alat bantu dengar. Namun ia mengaku selama 6 tahun hidup dalam kesunyian, ia merasa sangat tersiksa dan terhambat aktivitasnya.

"Jujur saya merasa minder apalagi karena waktu itu masih kecil, dari segi fisik dan psikologi saya merasa kurang. Tapi untungnya saya masih dibolehkan sekolah di sekolahan normal," ujarnya.

Setelah menggunakan alat bantu dengar, Angkie harus beradaptasi kurang lebih satu tahun karena rasanya sangat berbeda setelah memakainya.

"Karena terbiasa dengar suara kecil, setelah pakai alat bantu jadi keras sekali suaranya, meskipun sebenarnya suaranya tidak terlalu keras-keras amat, jadi butuh adaptasi," jelas Angkie yang terlihat menggunakan alat bantu dengar yang kecil dan samar-samar di bagian kupingnya.

Gadis yang juga merupakan finalis Abang None 2008 ini sangat bersyukur bisa terus berprestasi karena adanya bantuan alat bantu dengar yang dia pakai, meskipun biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli alat bantu tersebut tidak sedikit, yaitu sekitar Rp 18 jutaan.

"Bersyukurlah untuk orang-orang yang memiliki panca indera yang normal, tapi bagi mereka yang kurang sempurna jangan menyerah. Saya yakin setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, terimalah dengan lapang dada segala kekurangan tapi jangan lupa juga untuk memaksimalkan potensi yang kita punya," ujar Angkie.

Waspadai Gangguan Pendengaran Jika Anak Terlalu Pendiam


Jangan senang dulu jika melihat anak yang selalu bersikap manis atau jarang berkelahi dengan teman-temannya karena bisa jadi si anak menderita gangguan pendengaran.

Kondisi yang terjadi anyak orang tua yang tidak menyadari keganjilan tersebut sehingga terlambat menangani anak tuna rungu. Tapi anak tunarungu bukanlah suatu aib dan juga bukan akhir dari segalanya, banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk membantunya.

"Orang tua harus cermat dalam mengasuh anak. Jika anak 2 tahun jarang bicara atau diam saja bila diledek teman-temannya, orang tua malah menganggapnya sebagai anak yang manis dan tidak nakal. Padahal seharusnya orang tua curiga dan segera mencari tahu keganjilan itu," ujar audiologist dan pakar pendidikan anak tunarungu PABD Melawai, Drs. Anton Subarto, Dipl Aud.

Hal itu diungkapkan Anton dalam acara 'Bantuan 100 Alat Bantu Dengar' kepada para tunarungu di gedung optik Melawai, Salemba, Jakarta, Kamis (6/8/2009). Dalam acara yang diselenggarakan atas kerjasama optik Melawai, Siemens dan Federasi Nasional Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (FNKRTI), sebanyak 100 orang tunarungu mendapatkan alat bantu pendengaran secara gratis untuk menunjang kegiatan mereka sehari-hari agar tetap dapat meraih sukses.

Menurut ketua FKNKTRI, Drs Totok Bintoro M.Pd, terdapat 27,5 persen tunarungu di Indonesia dan 1,5 persennya sudah menjadi tunarungu sejak lahir.

Jika orang tua sudah merasakan keganjilan dan kecurigaan pada anaknya, disarankan agar segera membawa ke dokter THT atau pusat alat bantu pendengaran. Hal itu harus dilakukan sedini mungkin agar orang tua bisa langsung mengambil tindakan dan anak tidak terlalu lama tersiksa.

Anton menambahkan, hal pertama yang paling penting dilakukan orang tua ketika anaknya divonis tunarungu adalah sikap menerima. "Orang tua harus bisa menerima, karena banyak diantara mereka yang tidak percaya dan berkata 'mengapa harus anak saya yang kena?" ucap Anton.

Tugas orang tua pasti lebih berat jika anaknya memiliki ganguan pendengaran, karena anak akan sulit berkomunikasi. Oleh karena itu, Anton mengingatkan para orang tua agar menanamkan pendidikan khusus untuk anak mereka mulai dari rumah.

"Orang tua harus mengembangkan bahasa lisan dan anak harus sering diajak bercakap-cakap karena anak tunarungu belajar berbicara dari gerakan bibir dan mimik muka, itu yang dinamakan maternal reflektif method atau metode percakapan ibu reflektif," jelas Anton.

Anton mengatakan, seorang anak kemungkinan terlahir tunarungu jika pada saat hamil sang ibu terkena virus TORCH, rubella (campak), herpes, sifilis. Bayi yang terlahir prematur, kurang oksigen, atau bayi yang tidak diharapkan karena berasal dari hubungan terlarang pun berisiko menjadi tunarungu.

Anton pun menegaskan bahwa tunarungu yang termasuk kategori tuli saraf tidak bisa disembuhkan, namun bagi mereka yang tidak bisa mendengar akibat terinfeksi virus ada kemungkinan bisa disembuhkan.

Rabu, 05 Agustus 2009

Facebook Meroket, Google Masih Jadi Raja Internet


Bulan Juni bisa jadi bulan terpadat bagi Facebook. Pasalnya, di bulan itu sebanyak 340 juta pengunjung telah mampir ke situs jejaring populer ini.

Apa akibatnya? Facebook pun berhasil meroket pesat, hingga akhirnya dinobatkan menjadi website dengan lalu lintas terpadat nomor 4 di dunia, menurut perusahaan riset ComScore.

Sungguh prestasi luar biasa. Meskipun jumlah anggota yang terdaftar dalam Facebook sendiri kurang dari 340 juta, tepatnya 250 juta anggota aktif, namun mereka yang tidak mendaftar di Facebook bisa mengunjungi halaman situs ini. Dilansir detikINET dari TechCrunch, Rabu (5/8/2009), lalu lintas Facebook memang telah mengalami peningkatan sebesar 157% pada tahun lalu.

Namun meski prestasi yang diraih Facebook mempesona, situs bikinan Mark Zuckerberg ini nyatanya belum bisa menandingi pemain lawas di pasar mesin pencari, yakni Google. Dalam daftar situs dengan trafik terpadat tersebut, raksasa Google masih merajainya dengan angka pengunjung sebanyak 844 juta per bulan.

Ingin tahu siapa yang berada di urutan 3 besar lainnya? Di bawah Google terdapat Microsoft yang memiliki pengunjung sebesar 691 juta. Rangking itu kemudian disusul dengan pesaing Google yakni Yahoo yang dikunjungi 581 juta orang.

Kuku Tangan Tumbuh 3 kali Lebih Cepat Dari Kuku Kaki


Selama ini orang berpikir pertumbuhan antara kuku pada tangan dan kakinya berjalan seimbang, tapi tahu kah bahwa ternyata kuku tangan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan kuku kaki.

Ahli dermatologi mengungkapkan bahwa pertumbuhan kuku tangan lebih cepat dibandingkan dengan kuku kaki, dimana kuku tangan lebih cepat tiga kali dibandingkan dengan kuku kaki. American Academy of Dermatology mengatakan bahwa kuku tangan tumbuh sekitar 0,1 mm perhari atau sekitar 0,004 inchi perhari dan itu berarti kuku tumbuh sebanyak 0,12 inchi dalam sebulan.

"Menurut asumsi saya hal ini disebabkan pada kuku tangan sirkulasinya lebih baik dibandingkan dengan kuku kaki," ujar Dr. D'Anne Kleinsmith, seorang dermatologis di West Bloomfield, Michigan, seperti dikutip dari Medicinenet, Rabu (5/8/2009).

Faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan kuku baik tangan maupun kaki adalah hormon, usia, iklim dan waktu setiap tahunnya. Secara umum kuku tangan akan tumbuh lebih cepat pada orang yang masih muda, laki-laki dan pada saat musim panas.

Kuku tangan diproduksi oleh sel kulit yang hidup pada tangan. Kuku tangan terdiri dari beberapa bagian termasuk nail plate (bagian kuku yang terlihat oleh mata), nail bed (kulit dibawah nail plate), kutikula (jaringan yang melapisi plate dan bagian dasar kuku), nail fold (lipatan kulit yang membentuk kuku dan mendukung kuku dari tiga sisi), lunula (bagian kuku yang berwarna keputih-putihan berbentuk seperti bulan sabit dibagian bawah kuku), dan matriks (bagian kuku yang tersembunyi dibawah kutikula).

Kuku tangan tumbuh dari bagian matriks. Kuku sebagian besar dibentuk oleh keratin, sebuah protein yang keras (yang juga terdapat pada kulit dan rambut). Sebagai sel yang baru tumbuh dalam matriks, sel yang lama akan dipaksa keluar.

Karena itu kuku tangan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan kuku kaki, dan kuku pada tangan kanan manusia tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan kuku pada tangan kirinya, begitupun sebaliknya.

Meskipun berbeda pertumbuhannya antara kuku tangan dan kuku kaki, berilah perawatan yang sama antara keduanya agar terhindar dari infeksi dan jamur yang bisa tumbuh pada kuku kaki dan kuku tangan.

Kuku Tangan Tumbuh 3 kali Lebih Cepat Dari Kuku Kaki


Ancaman teror dan bencana yang makin banyak bermunculan telah membuat masyarakat trauma. Melihat banyaknya tragedi itu, tidak heran jika penyakit trauma akan laris beberapa tahun mendatang.

Hal ini didasari oleh fakta yang ditemukan di Amerika. Setelah kejadian World Trade Center pada 11 September 2001, para ahli menemukan bahwa lima hingga enam tahun pasca tragedi itu, mereka yang mengalami stres terus meningkat jumlahnya.

Peneliti di negara Paman Sam itu menyebutkan bahwa pada tahun 2006-2007, penderita yang mengalami Post Traumatic Stress Symptom meningkat hingga empat kali lipat dari populasi sebelumnya.

Mereka menyebutkan 9 dari 11 orang mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), termasuk di dalamnya mereka yang menderita penyakit asma.

"Lima hingga enam tahun setelah tragedi, kami menemukan masyarakat yang menderita asma dan PTSD meningkat tajam setelah ledakan WTC," ujar Lorna Thorpe, seorang peneliti di New York City Health Department, seperti dilansir MSN, Rabu (5/82009).

Golongan yang paling banyak menderita PTSD adalah pekerja kantoran dan para korban yang berhasil selamat dari tragedi tersebut. Turis, pejalan kaki dan orang-orang yang berlalu lalang sekitar kantoran pun menderita PTSD sekitar 23 persen.

"Setiap orang harus sadar dan menerima bahwa banyaknya serangan atau bencana-bencana lainnya merupakan salah satu faktor risiko dalam hidup," ujar Dr. Alan Manevitz, seorang psikiater di Lenox Hill Hospital, New York City.

Para ahli setuju bahwa beberapa tahun mendatang, penderita PTSD akan semakin meningkat di beberapa negara, tidak hanya di Amerika. Hal ini seiring dengan banyaknya kejadian serupa di negara lainnya, termasuk Indonesia mungkin.

"Kami pernah menduga hal ini akan terjadi, jadi tidak heran jika penyakit ini akan banyak bermunculan beberapa tahun lagi," ujar Keith A. Young, dari Department of Psychiatry and Behavioral Science di Texas A&M Health Science Center College of Medicine.

Menurut Dr. Norman Edelman dari American Lung Association, penyakit asma dan PTSD saling berkaitan, karena asma dapat muncul ketika seseorang stres.

Namun yang disayangkan, sebanyak 52 persen dari mereka yang menderita PTSD tidak mendapatkan atau mencari penanganan pasca trauma, hal inilah yang mungkin meningkatkan jumlah penderita sindrom ini.

"Awalnya kami sangat terkejut dengan meningkatnya jumlah PTSD ini, namun kami tidak heran karena saat ini masyarakat hidup dikelilingi oleh berbagai ancaman teror maupun bencana," ujar Thorpe.

Tanda-tanda Anak Masuki Masa Puber


Tumbuh menjadi remaja kadang menyulitkan dan merasa canggung, tapi itu adalah bagian dari masa pertumbuhan. Biasanya anak perempuan mengalami pubertas yang lebih dulu dibandingkan dengan anak laki-laki.

Pada saat anak berusia antara 8 sampai 18 tahun, tubuh anak perempuan akan mengalami perubahan menuju perempuan yang lebih dewasa.

Proses ini digerakkan oleh mulai keluarnya hormon estrogen yang mengubah bentuk luar dari tubuh anak perempuan dan membuat organ-organ genital berkembang. Hormon adalah zat kimi yang bisa membuat perubahan-perubahan tersebut terjadi dan yang mempengaruhi bagaimana jaringan dan organ-organ dalam tubuh bekerja.

Pengalaman pertumbuhan ini akan terjadi pada usia tersebut, khususnya pada awal-awal masa puber dan saat usia 16 atau 17 tahun seseorang akan mendapatkan tinggi yang maksimal. Pada proses ini bagian pinggul akan mulai melebar kesamping selama masa puber. Rambut didaerah ketiak dan daerah genital juga akan mulai tumbuh, dan biasanya ada beberapa remaja yang memiliki keringat lebih banyak saat masa puber. Rambut halus juga akan tumbuh pada lengan dan kaki, serta payudara akan mulai membesar dan terjadi perubahan bentuk, seperti dikutip dari Health24, Rabu (5/8/2009).

Banyak remaja baik laki-laki maupun perempuan yang akan memiliki masalah dengan jerawat, tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan tumbuhnya jerawat tersebut. Banyak perawatan yang bisa dilakukan untuk menghilangkannya dan merupakan hal yang lumrah bagi remaja untuk tumbuh jerawat. Semua ini adalah perubahan yang terjadi luar tubuh.

Sementara itu perubahan yang terjadi di dalam tubuh tidak terlalu drastis. Biasanya pada usia 12 atau 13 tahun, remaja perempuan akan mulai mengalami masa menstruasi setiap bulan yang disebabkan oleh hormon. Ovarium akan melepaskan sel telur yang bergerak turun ke tabung fallopi dan ke uterus. Uterus akan tumbuh ke lapisan darah mempersiapkan untuk kemungkinan hamil. Jika melakukan hubungan intim pada saat tersebut, sel telur akan dibuahi dan kemungkinan terjadi pembuahan dan kehamilan akan terjadi.

Tapi jika tidak melakukan hubungan intim, lapisan akan turun ke vagina. Proses ini akan terjadi selama 4 atau 7 hari dan biasanya akan datang kembali setiap 24-32 hari. Setiap orang memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda, pada beberapa tahun pertama siklusnya mungkin tidak teratur tapi setelahnya akan tetap.

Jika memiliki siklus yang tidak teratur, bukan berarti remaja tersebut hamil, tapi ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi siklus menstruasi. Stres karena masalah ujian atau masalah keluarga, olahraga yang berlebihan, dan perubahan besar dalam hidup seperti sakit bisa memicu ketidakteraturan siklus. Jika saat menstruasi mengalami sakit seperti kram yang terus menerus datang, sebaiknya periksakan ke dokter kandungan.

Biasanya sebelum masa menstruasi dimulai, seorang remaja bisa mengalami stres atau mudah marah, hal ini wajar dan biasa disebut dengan Premenstrual Syndrome (PMS). Jadi, jika salah satu anak Anda mengalami hal tersebut berarti anak-anak tersebut sudah memasuki dunia remajanya.