Rabu, 24 Maret 2010

Mandi yang Aman Buat Bayi

Jakarta, Tak semua ibu percaya diri untuk langsung memandikan bayinya. Karena beberapa ibu ada yang masih ragu-ragu dan takut untuk memandikan bayinya, meskipun sudah dibekali cara memandikan bayi sejak masih di rumah sakit.

Seperti dikutip dari Babycenter, Rabu (24/3/2010) ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh ibu agar bisa memandikan bayinya dengan aman, yaitu:

1. Apapun tempat yang digunakan untuk memandikan bayi, orangtua jangan pernah meninggalkan bayi di bak mandi. Sebaiknya persiapkan semua kebutuhan bayi mulai dari handuk, peralatan mandi dan plastik untuk diapers yang kotor. Jika ada telpon atau bel dan mengharuskan orangtua untuk menjawab, angkat bayi dari bak dan selimuti dengan handuk.

2. Pastikan air yang digunakan untuk mandi pas suhunya atau hangat sekitar 30-32 derajat sehingga bayi merasa nyaman. Usahakan untuk menaruh air dingin terlebih dahulu baru ditambahkan air hangat.

3. Meletakkan bayi di bak mandi atau penyangganya, lalu basahi tubuhnya secara perlahan dan membersihkan mata, telinga, wajah dan lipatan tubuh dengan lap lembut.

4. Orangtua tidak perlu mencuci rambut bayi setiap hari, karena rambut bayi yang berusia beberapa minggu hanya menghasilkan sedikit minyak.

5. Gunakan sabun dan sampo yang khusus untuk bayi serta sesuai dengan usianya, sebaiknya tidak digunakan secara berlebihan karena dapat menyebabkan kulit bayi menjadi kering dan sensitif.

6. Ajaklah bayi berbicara, bercanda atau bernyanyi selama mandi sehingga membuat bayi merasa tenang dan nyaman.

7. Untuk membilasnya, pegang bayi dengan menggunakan tangan kiri yang diselipkan di bagian bawah tengkuk dan pegang ketiaknya. Lalu tangan kanan mengambil air untuk diusapkan ke tubuh bayi dan membilas sabunnya. Lakukan hal yang sama dengan membalik bayi untuk membilas punggungnya.

8. Setelah tidak ada sabun yang tersisa, segera angkat bayi dan selimuti dengan handuk agar tidak kedinginan. Keringkan kepalanya lalu diikuti seluruh tubuh termasuk tangan dan kaki. Pastikan juga bahwa lipatan-lipatan tubuhnya sudah kering.

9. Mulailah memberinya minyak dibagian perut dan punggung sambil dipijat agar bayi merasa nyaman, setelah itu bisa diberi bedak dan memakaikan pakaiannya. Setelahnya bayi bisa dibedong dengan menggunakan selimut atau popok agar bayi merasa hangat.

10. Setelah semuanya selesai, bayi bisa digendong sambil dipeluk sehingga bayi benar-benar merasa nyaman dan tenang.

Sabtu, 13 Maret 2010

Pengalaman Yonas Hilangkan Minus 4


Jakarta, Benarkah mata minus bisa dihilangkan? Jika menurut dokter mata minus baru bisa dihilangkan lewat operasi. Tapi Benyamin G Yonas (46 tahun) berhasil lepas dari kacamata minus 4,5 nya dengan mengikuti teknik Bates.

Selain mengikuti panduan menurunkan mata minus dari buku Dr William Bates berjudul 'Better Eyesight Without Glasses', Yonas juga mempunyai kemauan dan keyakinan yang kuat. Sehingga ia berhasil lepas dari kacamata minusnya yang telah dipakai selama 26 tahun dengan minus 4,5 dan silinder 2 untuk mata kanan dan kirinya.

Yonas menerapkan metode Bates dan menjalani pola hidup yang sehat, kini ia bisa melihat dengan jelas tanpa menggunakan bantuan kacamata lagi.

"Dulu setiap kali periksa mata minus saya selalu naik, semua dokter yang saya temui selalu bilang bahwa minus mata saya tidak bisa disembuhkan dan harus menerima nasib. Karena itu lama-lama saya jadi takut sendiri," ujar Yonas, saat dihubungi detikHealth, Jumat (12/3/2010).

Dari mana Yonas tahu metode Bates?

Bermula ketika ia sedang di Singapura sekitar tahun 2002 dan menemukan buku karangan Dr William Bates di salah satu toko buku. Awalnya Yonas mengaku tidak mempercayai hal tersebut karena dokter bilang minusnya tidak bisa disembuhkan. Tapi setelah ia mencoba dan mengalami sendiri bahwa dengan rileks bisa membuat matanya lebih terang, ia mulai mempercayai metode Bates tersebut.

Dr William Bates adalah seorang spesialis mata yang telah meninggal dunia sejak lama tahun 1931. Sang dokter yakin banyak orang yang sebenarnya tidak perlu menggunakan kacamata dengan cara melatih matanya.

Latihan yang dibuat Bates membantu mengatasi ketergantungan seseorang pada kacamata. Dasar dari terapi ini adalah keyakinan bahwa kombinasi dari tubuh, pikiran dan jiwa digunakan untuk melihat. Selain itu makanan, postur tubuh, stres dan kesehatan seseorang juga mempengaruhi penglihatan.

Sejak awal tahun 2003, Yonas mulai serius menerapkan latihan metode Bates dan pola hidup yang sehat. Setelah latihan selama 6 bulan, ia memeriksakan matanya di salah satu optik karena merasa kacamatanya sudah tidak enak untuk dipakai.

"Saya pikir minus saya bertambah lagi, tapi petugas optik bilang kalau minus saya sudah turun menjadi 2,5. Begitu saya coba kacamata dengan minus 2,5, penglihatan saya menjadi terang," ujar Yonas yang kini menetap di Bandung.

Namun waktu yang dibutuhkan untuk mengurangi minus mata berbeda tiap orang, ada yang membutuhkan waktu 6 bulan, 3 bulan atau bagi yang minusnya masih sangat kecil bisa hanya beberapa kali melakukan latihan saja. Ini tergantung dari efektifitas latihan dan pola hidupnya.

Yonas menambahkan selain latihan metode Bates ada beberapa faktor lain yang juga turut mempengaruhi seperti olahraga teratur, menghindari makanan yang mengalami proses dan junk food, banyak mengonsumsi segala jenis sayuran dan buah, minum yang cukup serta banyak melakukan gerakan misalnya jalan-jalan, senam atau aerobik.

"Kekakuan tubuh bisa menjadi penyebab keburaman mata, karena itu fleksibilitas bagus untuk penglihatan. Rata-rata orang yang matanya buram sedikit melakukan gerakan, kalau di kantor jangan duduk saja tapi cobalah jalan-jalan, mengambil barang atau gerak lainnya sehingga tubuh tidak kaku," ungkapnya.

Yonas menuturkan semua hal bisa mempengaruhi penglihatan seseorang mulai dari gaya hidup, makanan, pikiran yang stres, kurang tidur serta kurangnya melakukan rileksasi untuk otaknya.

Faktor lain yang juga menentukan keberhasilan metode Bates adalah tidur lebih awal yaitu usahakan sebelum jam 10 malam dan sering-seringlah melakukan rileks untuk diri sendiri. Karena tanpa dua hal tersebut, keberhasilan dengan metode Bates ini akan sulit dicapai.

"Sumber mata terang adalah pikiran yang sehat dan santai. Selain itu kemauan dan keyakinan juga turut mempengaruhi keberhasilan metode ini," ujar wiraswasta kontraktor dan properti ini.

Jumat, 12 Maret 2010

Metode Bates untuk Menurunkan Minus Mata


Jakarta, Dr William Bates adalah seorang spesialis mata yang telah meninggal dunia sejak lama tahun 1931. Sang dokter yakin banyak orang yang sebenarnya tidak perlu menggunakan kacamata dengan cara melatih matanya.

Meski menghilangkan minus mata tanpa operasi masih jadi kontroversi, tapi terbukti banyak pengikut Dr Bates yang berhasil menurunkan minusnya.

Panduan menurunkan minus yang dicatat dalam bukunya berjudul 'Better Eyesight Without Glasses', tentu saja bertentangan dengan praktik dokter mata saat ini. Mata minus saat ini hanya bisa turun atau hilang hanya dengan operasi mata seperti lasik.

Dr Bates menemukan teknik ini setelah melakukan percobaan selama bertahun-tahun. Dr Bates mengembangkan latihan untuk meningkatkan kemampuan mata agar bisa melihat normal dan menghilangkan ketegangan yang ada akibat kebiasaan melihat dengan buruk yang menjadi penyebab masalah penglihatan.

Bukunya yang dipublikasikan pada tahun 1920, terus dijual hingga hari ini. Metode Bates tetap bermanfaat dan diikuti oleh ribuan orang di seluruh dunia.

Latihan-latihan ini didasarkan pada keyakinan bahwa secara alami mata bisa melihat dengan jelas. Setiap orang baik anak-anak maupun orang dewasa dapat belajar untuk melihat secara lebih baik lagi tanpa menggunakan kacamata.

Latihan penglihatan ini bertujuan untuk mendidik mata sehingga bisa mengatur fokus agar lebih efisien atau disebut dengan 'fiksasi sentral'. Otot-otot mata harus dapat bergerak bebas dan membuat penyesuaian kecil yang diperlukan untuk memusatkan obyek yang dilihat.

Mata menjadi tegang karena dalam posisi tetap 'menatap' objek daripada melakukan gerakan konstan. Latihan ini mengajarkan seseorang untuk mengendurkan otot-otot mata dan saraf optik serta menggunakan memori dan imajinasi untuk meningkatkan koordinasi antara mata dan otak.

Latihan ini juga membantu mengatasi ketergantungan seseorang pada kacamata. Dasar dari terapi ini adalah keyakinan bahwa kombinasi dari tubuh, pikiran dan jiwa digunakan untuk melihat. Selain itu makanan, postur tubuh, stres dan kesehatan seseorang juga mempengaruhi penglihatan.

Seperti dikutip dari Eyehealthremedies, Jumat (12/3/2010) ada beberapa Metode Bates yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Bersembunyi
Latihan penglihatan ini membantu mata untuk rileks dan beristirahat.
Cobalah duduk dengan nyaman di depan meja kemudian taruh beberapa bantal hingga tingginya sejejer mata. Letakkan siku tangan di atas bantal tersebut kemudian tutup mata dengan dua telapak tangan hingga tidak ada cahanya yang masuk. Bernapaslah perlahan, santai dan membayangkan dalam kegelapan. Mulailah melakukan hal ini selama 10 menit sebanyak 2-3 kali dalam sehari.

2. Menggoyangkan bola mata
Cobalah berdiri dan fokus pada titik yang jauh, lalu goyangkan bola mata dari kiri dan kanan atau sebaliknya sambil berkedip sebanyak 100 kali setiap hari. Berkedip berguna untuk membersihkan dan melumasi mata.

3. Memilih satu warna dalam satu hari
Pilihlah satu warna berbeda tiap hari dan melihat keluar dengan objek warna yang dipilih sepanjang hari. Ketika melihatnya seseorang akan lebih menyadari warna daripada bentuknya.

4. Berjemur
Cobalah untuk melakukan hal ini sekali dalam sehari. Kegiatan ini membutuhkan hari yang cerah atau cahaya lampu yang bagus.

Caranya tutup mata lalu lihat langsung ke matahari melalui mata tertutup. Sambil melihat matahari, perlahan-lahan gerakkan kepala ke kiri dan ke kanan sampai sejauh yang Anda bisa hingga hampir menyentuh pundak. Hal ini membantu membawa lebih banyak sirkulasi darah ke leher. Lakukan hal ini selama 3-5 menit.

5. Menggeser penglihatan
Banyak orang yang menghabiskan waktu untuk menatap layar komputer di depan wajahnya. Cobalah untuk menggeser penglihatan Anda pada tenunan kain di lengan baju, poster di dinding atau pohon di seberang jalan. Hal ini dapat membantu meningkatkan penglihatan periferal dan dapat membantu rabun jauh, rabun dekat dan masalah penglihatan lainnya. Bahkan pada beberapa kasus bisa menghilangkan katarak.

Dr William Bates memberikan tips agar saat melakukan senam mata melepaskan kacamata atau kontak lensa agar merasa lebih nyaman dan santai. Ketika melakukan latihan ini cobalah untuk sangat berkonsentrasi pada mata sehingga hasilnya lebih maksimal.

Adakah Penyakit Masuk Angin?


Jakarta, Pengendara motor yang tidak menggunakan jaket, penjaga siskamling atau orang yang kehujanan sering merasa dirinya masuk angin dengan gejala perut kembung, badan pegal. Sebenarnya adakah penyakit masuk angin itu?

"Tidak ada istilah masuk angin dalam ilmu kedokteran," kata dr Kartono Mohamad, mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) saat dihubungi detikHealth, Jumat (12/3/2010).

Dunia kedokteran tak pernah mengenal istilah 'masuk angin'. Gejala-gejala yang ditimbulkan seperti perut kembung, nyeri otot, pusing, sakit tenggorokan, bersin-bersin, sampai batuk dan pilek merupakan gejala-gejala dari penyakit lain. Penyakit yang diderita bisa bermacam-macam tergantung gejalanya.

Perut kembung secara kedokteran didiagnosa sebagai gejala maag atau adanya ganggguan lambung dan gangguan pencernaan lainnya.

Sedangkan pusing, sakit tenggorokan, bersin, batuk dan pilek bisa merupakan gejala flu. Badan pegal atau nyeri otot bisa disebabkan karena orang tersebut terlalu capek dan kurang istirahat.

"Jadi tak ada yang namanya masuk angin. Masuk angin hanyalah kosakata yang diciptakan oleh masyarakat kita," tegas dr Yuni Astuti, dokter yang praktik di Puskesmas Kramat Jati saat dihubungi detikHealth, Jumat (12/3/2010).

Kebanyakan orang mendiagnosa sendiri bahwa dirinya masuk angin. Ketika masuk angin mereka memilih pengobatan dengan cara 'kerokan'. Selain lebih mudah, kerokan dianggap lebih manjur daripada harus mengonsumsi obat-obatan.

dr Kartono menjelaskan bahwa sebenarnya kerokan hanyalah mengalihkan rasa sakit yang diderita pasien, tetapi tidak bisa mengobati penyakit itu. Kerokan dapat menyebabkan aliran darah ke kulit lebih lancar, sehingga badan akan merasa lebih segar.

"Kerokan prinsipnya sama dengan bekam," kata dr Yuni. Kerokan dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah yang sudah tidak berfungsi dengan baik atau yang banyak mengandung CO2 akibat polusi. Sehingga dengan teknik kerokan, dapat mengeluarkan uap-uap polusi dalam darah dan orang akan merasa lebih enakan.

Kerokan biasanya dapat menimbulkan ketagihan atau kecanduan. Orang yang sudah terbiasa dikerok merasa belum baikan jika belum menjalani ritual itu. Tapi menurut dr Yuni, terlalu sering melakukan kerokan dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah yang masih berfungsi dengan baik, dan hal ini bisa membahayakan kesehatan.

dr Yuni menyarankan, sebaiknya orang yang mendiagnosa dirinya masuk angin berkonsultasi dengan dokter, agar tidak terjadi kesalahan diagnosa dan akhirnya malah memperparah penyakit yang dideritanya.

Jangan Panik Jika Anak Belum Bisa Membaca


Jakarta, Orangtua sering khawatir jika melihat buah hatinya belum mahir membaca meskipun sudah masuk sekolah taman kanak-kanak. Jangan panik dulu karena belajar membaca adalah proses yang membutuhkan waktu bertahun-tahun. Kenali tahapan dasar anak belajar membaca.

Setiap anak memiliki kecepatan membaca yang berbeda-beda, karena membaca adalah sebuah keterampilan yang diasah melalui beberapa tahapan dan proses yang berkelanjutan.

Kemampuan membaca juga bisa mempengaruhi kemampuannya menulis karena itu orangtua dan guru harus memahami bahwa kemampuan membaca dan menulis membutuhkan sebuah proses.

Seperti dikutip dari Babycenter, Jumat (12/3/2010) ada empat tahapan yang biasa dilalui anak-anak dalam proses belajar membacanya, yaitu:

Tahapan anak pra-membaca

1. Anak suka memainkan buku seperti layaknya mainan lain dan belum mengerti bahwa buku tersebut mengandung cerita.
2. Tertarik dengan warna-warna cerah dan ilustrasi yang ditemukan dalam buku tersebut, tapi tidak memahami bahwa gambar tersebut mengandung cerita.
3. Anak suka mendengarkan cerita yang dibacakan oleh orang lain sambil melihat gambar-gambar di buku.
4. Belum dapat mengidentifikasi kata-kata atau huruf yang ada di dalam buku.
5. Tahapan ini terjadi pada anak usia 2-4 tahun.


Tahapan anak mulai membaca

1. Anak sudah dapat mengenal setiap huruf yang ada, tapi belum terlalu mahir merangkainya menjadi satu kata.
2. Membutuhkan gambar pada setiap halaman untuk membantunya bercerita.
3. Menghapal isi buku cerita dan mencoba untuk membacanya lagi dan lagi.
4. Membaca dengan suara yang keras tapi tidak menunjukkan ekspresi serta tidak berhenti untuk tanda baca tertentu.
5. Tahapan ini terjadi pada anak usia 4-6 tahun.


Tahapan intermediate (menengah) membaca

1. Menggunakan gambar sebagai petunjuk dari sisa-sisa kalimat untuk memahami cerita.
2. Membacanya sudah lancar dan hanya ditemukan beberapa kesalahan saja.
3. Dapat menjawab pertanyaan sederhana berdasarkan cerita tersebut.
4. Membaca dengan keras dan terkadang ekspresif serta memiliki jeda untuk beberapa tanda baca yang ada.
5. Tahapan ini terjadi pada anak usia 6-8 tahun.


Tahapan mahir membaca

1. Dapat membaca dengan lancar dan memahami sebagian besar atau keseluruhan cerita.
2. Dapat menikmati sebuah buku meskipun tanpa ada gambar.
3. Dapat menjawab berbagai pertanyaan mengenai materi atau perasaan dan pikiran tokoh cerita.
4. Dibaca dengan suara keras dan penuh eskpresif serta memahami penuh segala bentuk tanda baca.
5. Tahapan ini terjadi pada anak usia 8 tahun ke atas.

Sel Induk Kulit Bisa Bantu Pasien Luka Bakar


Utrecht, Kulit yang terkena luka bakar pasti akan menimbulkan bekas tersendiri yang sangat sulit dinormalkan lagi. Kini telah ditemukan asal usul atau 'sel ibu' dari semua sel-sel kulit yang dapat digunakan untuk perawatan kulit bagi korban luka serius atau luka bakar.

Hans Clevers serta tim peneliti dari Belanda dan Swedia yang melakukan penelitian terhadap hewan percobaan tikus menemukan bahwa sel induk yang dapat menghasilkan semua sel berbeda pada kulit berasal dari folikel rambut.

Hasil penemuan ini tinggal diujicobakan pada manusia. Diharapkan sel induk yang ditemukan bermanfaat untuk membantu perbaikan luka atau transplantasi kulit pada korban luka bakar.

"Sel yang ditemukan ini adalah ibu dari semua sel-sel induk di kulit sehingga dapat menghasilkan sel-sel induk lainnya," ujar Clevers dari Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences di Utrecht, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/3/2010).

Clevers menambahkan sel induk yang sama juga ada pada manusia dan kemungkinan sel-sel ini dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada harus membuat kulit baru.

Kulit memiliki tiga populasi sel yang berbeda yaitu folikel rambut, kelenjar moisturizing sebaceous dan jaringan diantara keduanya yang biasa dikenal sebagai interfollicular epidermis. Sel induk atau original cell sendiri berasal dari sel manusia yang berkembang.

Clevers dan tim menemukan bahwa sekelompok sel induk yang hidup di folikel rambut dan memiliki tingkat gen asli bernama Lgr6 merupakan sel induk dari epidermis. Sebagai permulaan maka percobaan dilakukan pada tikus yang mengalami luka-luka, dan ditemukan bahwa sel-sel Lgr6 disekitar luka dapat menumbuhkan dan memperbaiki kulit yang rusak.

"Keuntungan yang bisa didapatkan dari sel induk ibu ini adalah mereka bisa menumbuhkan kulit dari dasar aslinya sehingga memungkinkan untuk menjadi kulit baru yang nyata dengan kemampuan melembabkan yang berasal dari kelenjar sebasea dan mampu menumbuhkan rambut," ujar Clevers.

Diharapkan proses memasukkan sel-sel induk baru ke pasien bisa dilakukan 2-3 tahun mendatang yang akan lebih mudah prosesnya ketimbang transplantasi kulit.

Keju dari ASI Sungguh Melecehkan si 'Air Emas'


Jakarta, Pembuatan keju dari Air Susu Ibu (ASI) sudah dilakukan sejak lama oleh orang di negara-negara barat. Namun pakar ASI menilai memperuntukkan ASI hanya untuk makanan seperti keju sangat melecehkan fungsi ASI yang mulia untuk bayi.

Seperti dilansir dari FoxNews, Jumat (12/3/2010), sebuah restoran di kota New York menghidangkan keju yang terbuat dari ASI. Si pembuatnya, Daniel Angerer mengaku membikin keju itu karena ibu dari anaknya punya ASI yang berlimpah sehingga sayang kalau tidak dimanfaatkan.

Pembeli mengatakan keju dari ASI ini rasanya tidak berbeda dengan keju cheddar lainnya. Tapi sebagian orang justru mengecam penjualan keju ASI sebagai sesuatu yang memuakkan.

Dr. Manny Alvarez yang diwawancari FoxNews mengaku ASI adalah salah satu makanan alami terbaik dari Tuhan. Menurutnya belum ada bukti ASI yang dibuat menjadi makanan olahan memiliki nutrisi yang sama kepada bayi.

Dr Manny mengatakan sifat-sifat dari ASI akan berubah ketika dilakukan pengolahan yang menyebabkan nilai-nilai gizinya hilang.

"Jadi Anda harus berpikir lagi jika akan makan keju ASI dengan anggapan bisa meningkatkan kekebalan tubuh," katanya. Menurutnya, makanan atau minuman yang mengandung cairan manusia perlu dipertimbangkan risikonya.

Sementara itu pakar ASI dalam negeri, dr Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC ketika dihubungi detikHealth mengaku sangat miris jika melihat ada orang yang mengolah ASI hanya untuk makanan seperti keju.

"Itu seperti merendahkan kemuliaan ASI, jika ASI berlebih sebaiknya didonorkan karena banyak anak-anak di dunia ini yang sangat membutuhkan ASI. Apalagi bahan untuk membuat keju dari susu hewan masih berlimpah, ini seperti melecehkan ASI," kata dr Utami.

dr Utami mengaku tidak bisa membayangkan hati ibu-ibu yang tidak bisa menyusui jika melihat ASI dibuat keju. "Mereka yang melakukan itu jiwanya kurang sensitif. Keju dari ASI bagaikan kelakuan orangkaya yang bermain kelereng dengan berlian. Orang miskin yang melihatnya tentu akan teriris-iris hatinya," katanya.(ir/ver)