Jumat, 16 April 2010

Sumber Vitamin C Terbanyak dan Dosisnya


Jakarta, Vitamin C punya peran penting dalam memelihara dan memperbaiki jaringan tubuh dan memperkuat pembuluh darah. Apa saja sumber vitamin C terbanyak dan berapa dosis yang dibutuhkan tubuh per hari?

Vitamin C membantu penyerapan kalsium dari tubuh yang diperlukan untuk pembentukan gigi dan tulang. Selain mampu menyerap zat besi dari makanan yang dibutuhkan untuk mencegah anemia.

Dosis yang sehat dari vitamin C membuat tubuh lebih tahan, membantu untuk melawan infeksi. Vitamin C juga menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Berikut daftar sumber vitamin C terbanyak dan dosis yang diperlukan tubuh seperti dilansir dari anyvitamins dan buzzle, Jumat (16/4/2010):
Sumber Ukuran Jumlah Vitamin C (mg)
Blackcurrant 1/2 cangkir 215
Jambu kelutuk (guava) 1 cangkir 183
Kiwi 1/2 cangkir 180
Lada merah manis 1/2 cangkir 141
Melon 1 buah 108
Strawberry 1 cangkir 82
Spring greens (sejenis kol hijau) 1/2 cangkir 74
Jeruk 1 buah kecil 72
Leci 1/2 cangkir 72
Curly Kale (daun seperti brokoli)
1/2 cangkir 71
Labu manis 1/2 cangkir 71
Kubis Brussel 1/2 cangkir 68
Pepaya 1 cangkir 62
Brokoli dimasak 1/2 cangkir 58
Redcurrant 1/2 cangkir 58
Nanas 1/2 cangkir 52
Jeruk nipis 1 buah kecil 46
Semangka 1/2 cangkir 46
Jeruk bali 1/2 cangkir 44
Clementine 1 buah kecil 43
Apel Custard 1/2 cangkir 36
Frambos 1/2 cangkir 34
Asparagus 1/2 cangkir 34
Markisa 1/2 cangkir 30
Kubis dimasak 1/2 cangkir 24
Tomat 1 buah sedang 23
Alpukat 1 buah kecil 16

Kebutuhan harian vitamin C juga sebaiknya tidak berlebihan karena dosis yang berlebihan hanya akan sia-sia masuk ke tubuh dan akan dibuang melalui urine bahkan bisa mengganggu fungsi tubuh.

Vitamin C dikenal dengan banyak nama asam askorbat yang merupakan vitamin yang larut dalam air. Karena larut dalam air, vitamin C dianggap sebagai nutrisi paling aman dan efektif yang diperlukan oleh tubuh. Vitamin C ini tidak diolah dalam tubuh dan karenanya bisa didapatkan dari pangan atau suplemen.

Kebutuhan harian vitamin untuk masing-masing usia adalah:
Tingkatan Usia Laki-laki (mg/hari) Perempuan (mg/hari)
Bayi 0-6 bulan 40 40
Anak-anak 1-3 tahun 15 15
Anak-anak 4-8 tahun 25 25
Anak-anak 9-13 tahun 45 45
Remaja 14-18 tahun 75 65
Dewasa 19 tahun ke atas 90 75
Wanita hamil - - 85

Terlalu banyak mengonsumsi Vitamin C akan memiliki efek samping seperti sakit kepala, mual, muntah, perut sakit, kelelahan, mengantuk, gangguan pencernaan, kram usus, diare, insomnia, batu ginjal, iritasi di kerongkongan, hingga pengeroposan gigi.

8 Penyakit Keturunan yang Sulit Dicegah


Jakarta, Setiap orang pasti menginginkan tubuh yang sehat dan terbebas dari segala macam penyakit. Tapi beberapa penyakit tertentu tidak bisa dicegah keberadaannya karena termasuk penyakit genetik yang diturunkan.

Penyakit keturunan adalah suatu penyakit kelainan genetik yang diwariskan dari orangtua kepada anaknya. Namun ada orangtua yang hanya bertindak sebagai pembawa sifat (carrier) saja dan penyakit ini baru muncul setelah dipicu oleh lingkungan dan gaya hidupnya.

Seperti dikutip dari International Bioscience, Jumat (16/4/2010) ada beberapa penyakit keturunan yang sangat serius karena bisa diturunkan pada generasi berikutnya. Orangtua yang memiliki gen penyakit turunan, sebaiknya segera memeriksakan anaknya.

Ada beberapa penyakit turunan yang secara otomatis diturunkan ke anak atau generasi berikutnya, yaitu:

1. Hemofilia
Hemofilia adalah salah satu penyakit turunan akibat kekurangan faktor pembeku darah 8 atau 9. Perintah pembekuan darah ini terdapat di kromosom X, sehingga penderita hemofilia kebanyakan adalah kaum laki-laki. Karena itu sebagian besar perempuan sebagai carrier saja. Penyakit ini sulit dicegah karena setiap anak mengandung satu kromosom seks dari ibu dan satu kromosom seks dari ayah, karenanya penyakit ini selalu dimulai sejak anak-anak.

2. Buta warna
Buta warna adalah salah satu masalah penglihatan karena ketidakmampuan melihat perbedaan antara beberapa warna, penyakit ini diwariskan dari mutasi genetik kromosom X. Sebagian besar penyakit ini akibat faktor genetik, tapi ada juga yang disebabkan kerusakan mata, saraf atau otak akibat bahan kimia tertentu. Mutasi yang menyebabkan buta warna jika sedikitnya ada 19 kromosom berbeda dan 56 gen berbeda. Kondisi ini bisa muncul saat masih kanak-kanak atau sudah dewasa.

3. Diabetes melitus
Penyakit diabetes melitus memiliki hubungan yang kuat dengan keturunan. Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah akibat insulin dalam tubuh yang tidak bisa bekerja secara optimal. Seseorang yang memiliki antigen leukosit (human leukocyte antigen/HLA) dalam darah yang diperoleh dari orangtuanya akan memiliki kecenderungan kuat untuk mengembangkan diabetes tipe 1.

Sedangkan diabetes tipe 2 juga merupakan penyakit turunan yang akan muncul di generasi berikutnya jika ada masalah lain yang menyertai seperti obesitas, hipertensi atau gaya hidup tak sehat yang mengganggu fungsi sel-sel beta di dalam tubuhnya.

4. Thalasemia
Thalasemia adalah kelainan darah karena hemoglobin darah mudah sekali pecah. Penyakit ini merupakan genetik yang diturunkan jika kedua orangtuanya adalah pembawa sifat (carrier). Akibat kelainan darah ini membuat anak terlihat pucat dan harus mendapatkan transfusi darah secara teratur agar hemoglobinnya tetap normal. Berdasarkan hukum Mendel jika ibunya sebagai carrier, maka setiap anaknya berpeluang 25 persen sehat, 50 persen sebagai carrier dan 25 persen terkena thalasemia.

5. Kebotakan
Seperti diketahui bahwa kebotakan disebabkan oleh banyak hal, tapi salah satunya juga bisa akibat faktor keturunan dari orangtuanya. Jika ayahnya mengalami kebotakan, maka setidaknya salah satu anaknya ada yang mengalami kebotakan akibat adanya gen yang diturunkan.

Dr Angela Christiano, profesor dermatologi dan genetika di Columbia University Medical Center berhasil menemukan gen yang menyebabkan rambut menipis dan bahkan bisa terasa efeknya saat masih anak-anak. Diketahui gen APCDD1 yang menyebabkan folikel rambut menyusut sehingga rambut semakin lama semakin menipis dan botak.

6. Alergi
Sebagian besar alergi disebabkan oleh faktor keturunan. Jika orangtua memiliki bakat alergi, maka ada kemungkinan sekitar 70 persen anak akan memiliki alergi juga. Namun jika hanya salah satu orang saja yang alergi, maka faktor risiko ini bisa berkurang sekitar 30 persennya.

7. Albino
Albino adalah salah satu penyakit turunan yang disebabkan anak tersebut mengandung gen albino dari ayah dan ibunya. Kebanyakan orang dengan albino lahir dari orangtua yang memiliki gangguan dalam hal produksi melaninnya, tapi pada orang yang carrier tidak akan menunjukkan tanda-tanda memiliki gen albino. Jika orangtua hanya sebagai carrier atau memiliki satu gen albino, sebaiknya tidak menikah dengan orang yang memiliki albino.

8. Asma
Asma merupakan salah satu penyakit turunan dan diketahui bahwa faktor ibu lebih kuat untuk menurunkan asma pada anak dibandingkan dengan faktor bapak. Asma bisa timbul bila dipicu oleh adanya suatu alergen disekitarnya. Selain itu sekitar 30 persen penyakit asma disebabkan oleh turunan dari orangtuanya. Namun pada beberapa orang yang asmanya terkontrol dengan baik, bisa hilang saat menjelang dewasa.

Salah satu cara untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut menurun ke generasi berikutnya adalah dengan melakukan pemeriksaan lengkap sebelum menikah. Karena dari pemeriksaan ini akan diketahui apakah keduanya memiliki gen penyakit yang diturunkan ke anaknya kelak atau tidak sehingga bisa lebih siap menghadapinya.

Rabu, 14 April 2010

Zat Beracun Arsenik Digunakan untuk Pengobatan Kanker Darah


Shanghai, Arsenik adalah zat kimia yang paling beracun dan bisa mematikan. Tapi peneliti dari China memakai arsenik sebagai obat untuk menyembuhkan kanker darah.

Studi dilakukan peneliti China menemukan ketika arsenik dikelola dengan benar, maka target dari arsenik adalah membunuh protein spesifik yakni protein yang membuat sel-sel kanker darah tetap hidup.

Selama ini arsenik memang telah lama digunakan di China sebagai salah satu komponen obat tradisional.

Sejak tahun 1992, dokter di China menggunakan zat arsenik untuk mengobati kanker darah atau leukimia promyelocytic akut (acute promyelocytic leukemia/APL). Tapi saat itu dokter belum yakin tentang bagaimana substansi zat ini bekerja di dalam tubuh untuk membunuh sel kanker.

Ketua peneliti Zhang Xiaowei dan rekan-rekannya memecahkan misteri ini dengan menggunakan teknologi moderen untuk menemukan bahwa arsenik dapat digunakan untuk menyerang protein khusus dari kanker darah dan menghancurkannya.

"Hasil penelitian klinis menunjukkan bahwa arsenik dapat dengan ampuh membunuh kanker darah dan lebih dari 90 persen pasien APL di China dapat bertahan bebas dari penyakit ini paling tidak selama 5 tahun," ujar Xiaowei dari State Key Laboratory of Medical Genomics di Shanghai, China, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (14/4/2010).

Xiaowei menjelaskan pengobatan arsenik ini tidak seperti kemoterapi, karena efek samping dari arsenik dalam membunuh leukimia sangat rendah. Sehingga tidak menimbulkan efek kehilangan rambut atau kerusakan fungsi sumsum tulang.

Dengan hasil yang ditunjukkan tersebut, peneliti menjadi tertarik untuk mengetahui apakah arsenik dapat digunakan untuk mengobati jenis kanker lainnya dan berharap bisa menjadi alternatif pilihan pengobatan kanker.

Leukimia promyelocytic akut sejenis dengan leukimia myeloid akut (acute myeloid leukemia/AML) yang merupakan salah satu jenis kanker darah. APL adalah jenis leukemia yang dapat menyebabkan masalah pendarahan yang bisa mengancam jiwa atau disebut dengan disseminated intravascular coagulation (DIC).

Pasien APL memiliki masalah dengan pertumbuhan sel darahnya pada tahap perkembangan (tahap promyelocyte). Masalah ini menyebabkan sel darah tumbuh dalam bentuk yang aneh dan tidak dapat berfungsi seperti sel-sel darah yang bentuknya normal.

Waspadai Racun-racun yang Paling Mematikan


Jakarta, Terdapat beberapa zat yang diketahui memiliki efek beracun yang bisa menyebabkan kematian. Zat yang paling dikenal beracun adalah arsenik, sianida tetrodoksin dan racun botulisme. Bagaimana zat ini dapat meracuni tubuh manusia?

Arsenik dan sianida telah banyak terlibat dalam hal keracunan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Contoh orang yang keracunan zat ini akibat adanya kebocoran pipa gas sianida, adanya zat buang dari industri tertentu yang mengandung kedua zat ini atau secara sengaja diberikan sebagai racun.

Seperti dikutip dari Science.org.au, Kamis (15/4/2010) zat-zat di bawah ini terkenal beracun dan memiliki efek racun yang berbeda-beda, yaitu:

Sianida
Sianida terkadang masih suka digunakan di pertambangan untuk mengekstraksi emas dan perak. Hal ini yang masih menjadi kontroversi terhadap keselamatan pertambangan emas dan perak, karena kebocoran sianida bisa mempengaruhi kesehatan manusia dan makhluk hidup disekitarnya.

Sianida merupakan racun yang berpotensi mematikan, karena zat ini membuat tubuh tidak dapat menggunakan oksigen untuk mempertahankan tubuhnya. Zat ini bisa berbentuk gas seperti hidrogen sianida atau dalam bentuk kristal seperti potasium sianida atau sodium sianida.

Gas sianida dapat diserap melalui inhalasi (paru-paru), kulit atau ingesti (mulut menuju perut) dan didistribusikan ke seluruh tubuh. Jika zat ini masuk ke dalam tubuh bisa menghambat kerja enzim tertentu di dalam sel, mengganggu penggunaan oksigen oleh sel dan dapat menyebabkan kematian sel. Pada dosis tertentu, zat ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu 15 menit saja akibat kekurangan oksigen.

Racun sianida biasanya dioleskan pada pinggir gelas, botol minum atau disuntikkan ke dalam batu es. Sianida hanya bereaksi sebagai hidrogen sianida bebas, oleh karena itu garam-garam yang ditelan harus bertemu dengan air atau asam lambung sebelum membebaskan asam hidro-sianida, proses ini hanya butuh waktu beberapa detik.

Penggunaan racun sianida untuk bunuh diri digunakan tokoh kontroversial Nazi, Hitler yang diduga minum kapsul sianida sebelum menembakkan kepalanya.

Arsenik
Zat lain yang juga populer digunakan untuk kejahatan adalah arsenik yang merupakan unsur paling umum ke-20 di kerak bumi. Arsenik terjadi dalam berbagai bentuk, tapi zat ini akan sangat beracun apabila sebagai ion terutama jika bereaksi dengan kandungan sulfur dari enzim tertentu.

Seseorang yang terpapar zat ini dalam dosis yang tidak mematikan, kedepannya dapat menyebabkan keracunan kronis dan karsinogenik (zat penyebab kanker). Karenanya arsenik masih menjadi perdebatan terhadap keselamatan pekerja di industri yang masih menggunakan arsenik seperti insektisida atau perusahaan pembasmi gulma serta ekstraksi bijih timah dan tembaga.

Gejala-gejala keracunan arsenik akut dapat terjadi dalam dua bentuk. Pertama mengakibatkan kelumpuhan parah yang dapat terjadi dalam waktu 1-2 jam dan biasanya sering ditandai dengan tanda-tanda mengigau atau kegilaan. Sedangkan yang kedua dalam gangguan pencernaan seperti mual, sakit kepala, nyeri hebat, muntah dan diare.

Zat arsenik dapat mematikan dengan cara merusak sistem pencernaan orang tersebut sehingga menyebabkan kematian karena shock. Beberapa tokoh yang pernah keracunan arsenik adalah Napoleon Bonaparte dan Munir.

Jika berada dalam bentuk unsur, maka arsenik tidak berbahaya. Tapi jika dalam bentuk oksidanya yaitu arsen dioksida, maka bersifat racun yang berbentuk serbuk putih serta larut dalam air.

Arsenik tidak berasa dan sukar untuk dideteksi. Makanan atau minuman yang dicampur arsenik tidak akan berasa. Senyawa ini dulu disebut 'bubuk warisan' karena digunakan untuk membunuh orang agar bisa mendapatkan warisannya dan kematiannya biasanya dianggap wajar.

Hal ini pula yang terjadi pada Napoleon Bonaparte, kaisar Perancis ini sebelumnya diyakini meninggal akibat kanker lambung. Tapi setelah hampir seratus tahun baru diketahui bahwa ia meninggal akibat keracunan arsenik berdasarkan analisis rambutnya yang mengandung arsenik dengan dosis diambang batas aman.

Tetrodoksin
Zat ini biasanya terdapat di dalam ikan puffer (ikan buntal) dan bisa menyebabkan keracunan tetrodotoksin neurotoksin, ikan ini banyak terdapat di Asia terutama di Jepang. Dosis 1-2 gram tetrodoksin murni bisa mematikan dan diperkirakan efeknya melebihi sianida.

Toksin ini akan terkonsentrasi di hati, organ kelamin dan kulit binatang. Selain itu zat ini akan tetap stabil jika terkena suhu tinggi dan larut dalam air.

Zat ini berbentuk heterosiklik kecil dan molekul organiknya dapat bekerja secara langsung di saluran elektrik natrium yang aktif di jaringan saraf. Karenanya orang yang keracunan zat ini disebabkan oleh kerusakan saraf.

Orang yang keracunan tetrodoksin biasanya setelah mengonsumsi ikan puffer atau ikan buntal dalam jumlah tertentu. Namun terkadang racun ini ditemukan dalam bentuk bubuk obat yang dimasukkan ke dalam aliran darah atau melalui luka yang terbuka. Jika diberi dosis tetrodoksi dalam jumlah mematikan yaitu lebih dari 1 mg, bisa menyebabkan kematian.

Botulisme
Botulisme adalah penyakit infeksi paling berbahaya yang disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Racun dari bakteri ini dikenal paling kuat sehingga dilarang penggunaannya sebagai senjata biologis dalam peperangan.

Infeksi racun ini menyebabkan kelumpuhan akut pada kedua sisi saraf tubuh (saraf karnial) dan saraf yang melakukan kontrol otomatis serta kesadaran dalam tubuh.

Selain itu bakteri ini dikenal sebagai bakteri anaerob yaitu dapat bertahan hidup, mereproduksi dirinya sendiri serta menghasilkan racun yang paling mematikan dan efektif pada tingkat oksigen yang sangat rendah. Racun dari bakteri ini akan menyerang sistem saraf dan membuat seseorang meninggal dengan rasa sakitnya.

Keracunan botulisme biasanya akibat makanan yang dikonsumsi atau melalui suntikan ke dalam tubuh yang dapat merusak sistem saraf serta melumpuhkan otot dengan menghambat pelepasan neurotransmitter acetycholine dari saraf.

Benarkah Air Embun Berkhasiat?


Jakarta, Meskipun sama-sama untuk diminum, air bisa diolah dengan banyak cara. Beberapa di antaranya diklaim punya kelebihan, bahkan khasiat tertentu bagi kesehatan. Satu diantaranya air embun.

Pada saat air oksigen heboh di pasaran, banyak pihak menyikapinya dengan skeptis (ragu-ragu). Khasiat yang digembar-gemborkan dinilai berlebihan.

Setelah era air oksigen telah berlalu, kini hadir produk terbaru yakni air embun dalam botol (purence dew drinking water). Pengolahannya menggunakan teknologi Systemized Dew Process (SDP) yang memanfaatkan kelembaban udara.

Teknologi ini diklaim ramah lingkungan, karena tidak mengurangi persediaan air tanah. Ini juga yang membuat produk ini dipasarkan dengan harga lebih mahal dibandingkan air minum dalam kemasan.

"Dibandingkan air minum pada umunya, struktur kimia air embun tidak mempunyai perbedaan," kata peneliti dari LIPI, Leonardus Broto S Kardono Ph.D yang membenarkan bahwa di manapun struktur air adalah H2O, dalam seminar di litbang depkes, Rabu (14/4/2010).

Uji praklinis yang dilakukan Puslitbang Biomedis dan Farmasi Kemenkes RI dan PT Divine Eternair Water Indonesia menunjukkan manfaat air embun dalam membantu fungsi tubuh diantaranya adalah:

1. Menurunkan berat badan
2. Meningkatkan keinginan minum
3. Menurunkan kolesterol dan kadar LDL
4. Manfaat mengencerkan darah
5. Melancarkan Buang Air Besar (BAB)


Hasil riset inilah yang kemudian membedakan air embun dengan air minum dalam kemasan. Air embun pun didaftarkan sebagai minuman fungsional. Air embun diklaim berkhasiat karena bebas dari mineral anorganik seperti natrium atau garam klorida, bebas logam berat seperti timbal dan merkuri dan bebas kontaminasi seperti pestisida.

Yang jelas seperti dikutip dari healthy eating, sangat penting untuk menjaga cairan dalam tubuh setiap harinya dan air murni alias tanpa tambahan bahan kimia atau gula adalah yang terbaik. Jadi apapun airnya asalkan bersih, bagus untuk kesehatan tubuh.

Profesor Hiromi Shinya MD, pakar enzim yang juga guru besar kedokteran di Albert Einstein College of Medicine AS mengatakan, jika kebutuhan air terpenuhi dengan baik maka Anda akan jarang terkena sakit.

Saat kebutuhan air terpenuhi, air akan melembabkan area-area dalam tubuh yang mudah diserang oleh bakteri dan virus seperti daerah bronkus (pipa saluran pernapasan), mukosa lambung dan usus. Dengan begitu sistem kekebalan tubuh menjadi aktif sehingga area-area tersebut menjadi sulit diserang virus atau bakteri.

Sebaliknya jika air yang dikonsumsi kurang, membran mukus pada bronkus akan mengalami dehidrasi dan mengering, dimana dahak dan lendir diproduksi dalam bronkus. Jika tidak ada air yang cukup maka dahak dan lendir akan menempel pada bronkus yang kemudian menjadi tempat berkembangbiaknya virus dan bakteri.

Air penting bagi tubuh. Jika tidak ada air orang tidak hanya kekurangan gizi, tapi kotoran dan racun juga akan terkumpul di dalam sel dan tidak dapat dikeluarkan. Efek buruknya, racun yang terakumulasi itu akan merusak sel-sel gen yang salah satunya bisa menyebabkan berubahnya gen menjadi sel kanker.

Infeksi Parasit yang Bisa Memicu Stroke


Cuenca, Ekuador, Stroke masih menjadi momok karena bisa berakibat fatal. Stroke diakibatkan penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah. Tapi kini infeksi parasit tropis juga bisa menyebabkan stroke.

Ilmuwan menemukan penyakit Chagas yang disebabkan oleh infeksi parasit Trypanosoma cruzi bisa meningkatkan risiko stroke akibat komplikasi jantung dan pembekuan darah.

Penyakit Chagas terjadi ketika seseorang digigit serangga atau kutu yang kotorannya mengandung Trypanosoma cruzi. Serangga ini akan membuang kotoran itu ketika menghisap darah manusia atau mamalia. Orang yang terinfeksi parasit ini akan merasakan demam, lemah terlihat pembengkakan di kelopak mata.

Dalam jurnal Lancet Neurology, ilmuwan dari Spanyol telah memperingatakan risiko terkena stroke bisa terjadi pada pasien yang terinfeksi parasit Trypanosoma cruzi.

Penyakit Chagas adalah penyakit di daerah tropis dan menjadi endemik di Amerika Latin. Tapi emigrasi jutaan orang ke Eropa, Amerika Utara, Jepang dan Australia selama 20 tahun terakhir juga membuat penyakit Chagas menjadi masalah kesehatan yang muncul di banyak Negara.

Masalah lain yang timbul adalah banyaknya pasien dengan penyakit Chagas yang tidak tahu bahwa mereka sudah terinfeksi.

"Dokter dan masyarakat harus diberitahu mengenai peningkatan risiko stroke akibat penyakit infeksi ini. Selain itu juga diperlukan uji klinis untuk menilai apakah obat pengencer darah bisa membantu mencegah stroke pada pasien infeksi Chagas," ujar Dr Francisco Javier Carod-Artal dari Virgen de la Luz hospital di Cuenca seperti dikutip dari BBCNews, Kamis (15/4/2010).

Sharlin Ahmed dari Asosiasi Stroke Amerika menuturkan penyakit infeksi Chagas dapat menyebabkan masalah jantung yang parah sehingga membuat orang-orang yang terinfeksi berisiko terkena stroke.

"Jantung menjadi melemah dan tidak mampu memompa darah, hal ini sangat berpotensi menyebabkan pembentukan gumpalan darah yang jika dibawa ke otak dapat memicu stroke," ujar Sharlin Ahmed.

kumpul blogger