Rabu, 09 Juni 2010

Atasi Depresi Dengan Asam Folat


Selama ini asam folat dikenal sebagai salah satu vitamin yang penting untuk pertumbuhan bayi yang dikandung. Tapi ternyata asam folat ini juga bisa membantu dan mencegah gangguan depresi.

Hal ini berdasarkan dua percobaan yang melibatkan sekitar 1.000 orang dengan dosis harian asam folat. Satu penelitian dilakukan oleh University of Oxford untuk mencari tahu apakah vitamin ini bisa mencegah depresi pada orang yang masih muda. Sedangkan penelitian kedua dilakukan di Bangor University, North Wales dengan melibatkan orang dewasa yang mengalami depresi sedang hingga berat.

Seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (9/6/2010) hasil penelitian menunjukkan bahwa sepertiga dari penderita depresi memiliki kadar asam folat yang rendah, dan juga semakin besar kekurangan asam folat maka gejala depresi yang diderita juga akan semakin parah. Selain itu orang yang memiliki kadar folat rendah, memiliki respons yang kurang terhadap antidepresan.

Beberapa studi telah menemukan bahwa pasien depresi akan kekurangan folat. Kemungkinan banyak orang yang depresi cenderung mengonsumsi makanan dalam jumlah sedikit, hal ini menyebabkan seseorang kekurangan banyak vitamin dan mineral termasuk asam folat.

Sebuah studi yang terdapat dalam Journal of Clinical Psychiatry menemukan bahwa jumlah asam folat yang cukup diperlukan oleh otak agar bisa bekerja dengan baik. Jika otak kekurangan zat ini bisa menyebabkan risiko lebih tinggi terhadap depresi dan juga memperburuk respons obat antidepresan.

Selain itu dalam studi yang dipublikasikan American Journal of Psychiatry, sekelompok peneliti memberikan obat fluoxetine (Prozac) pada 213 pasien dengan gangguan depresi. Setelah delapan minggu diberikan fluoxetine, pasien dengan kadar folat rendah secara signifikan cenderung menunjukkan peningkatan dari terapi obat. Asam folat yang dikombinasikan dengan fluoxetine bisa menjadi pengobatan awal yang efektif untuk depresi.

Asam folat diperlukan untuk membuat DNA, RNA, membangun sel dan cukup aktif di otak dalam sistem saraf pusat. Hal ini mempengaruhi produksi senyawa esensial tertentu dan zat neurotrnasmitter yang membawa pesan ke berbagai bagian otak.

Salah satu teori yang memungkinkan hubungan antara depresi dan asam folat adalah tingkat folat yang rendah menyebabkan SAM (S-adenosylmethionine) juga rendah yang bisa memicu terjadinya depresi karena adanya gangguan di otak.

Depresi adalah suatu kondisi serius yang memerlukan perawatan berkelanjutan dengan metode terapi bicara, penggunaan obat-obatan atau keduanya. Penemuan hubungan antara asam folat dan depresi masih cukup baru, sehingga masih diperlukan studi lebih lanjut untuk membuatnya menjadi sebuah panduan.

Selasa, 08 Juni 2010

Tips untuk Pencernaan Lancar


Suatu penyakit atau luka dapat mempengaruhi saraf yang mengontrol pergerakan usus. Hal itu dapat memicu berbagai hal, mulai dari diare, susah buang air besar (BAB) alias sembelit hingga kesulitan untuk menahan buang air.

Dokter biasanya akan merekomendasikan rutinitas khusus untuk memperbaiki kondisi usus. US National Library of Medicine menawarkan beberapa saran yang dapat membantu, antara lain :


* Coba untuk menentukan suatu waktu untuk BAB secara rutin. Waktu terbaik yaitu setelah waktu makan atau sesaat setelah mandi di pagi hari.

* Jangan tergesa-gesa. Rileks dan sabar. Berikan waktu hingga 45 menit, jika diperlukan.

* Gosok perut Anda secara perlahan untuk membantu pergerakan usus besar sehingga BAB lancar.

* Segera bergegas ke toilet jika Anda merasakan untuk BAB. Jangan pernah ditunda.

Suara serak bisa terjadi ketika Anda mengalami flu atau berbicara terlalu keras. Tentu saja, hal itu bisa mengganggu aktivitas Anda. Jika Anda bekerja dengan interaksi penuh baik secara langsung atau melalui media telepon, bisa jadi hal itu bisa menghalangi kinerja Anda.

Ada baiknya Anda berusaha untuk mengatasinya. Berikut beberapa tips dari Center for Voice di Northwestern University memberikan beberapa saran agar suara Anda kembali seperti semula :

* Minum banyak air.
* Jika Anda merokok, segera berhenti. Hindari juga menjadi perokok pasif.
* Hindari berteriak atau berbicara dengan suara keras dengan waktu lama.
* Jangan berbisik. Hal itu membebani tenggorokan Anda, hampir sama dengan berbicara keras.
* Hindari melakukan hal-hal yang membuat tubuh dehindrasi seperti alkohol dan kafein.
* Pertahankan kadar kelembaban di rumah.
* Agar tenggorokan Anda tetap lembab, konsumsi pelega tenggorokan seperti permen karet atau berkumur dengan air garam.
* Hindari makanan pedas.

Mata yang iritasi


Mata memproduksi air mata untuk tetap menjaga kelembaban serta mengatasi iritasi. Mata berair terjadi ketika terlalu banyak produksi air mata atau saluran air mata tidak bekerja dengan baik.

Jika hal itu terjadi secara terus-menerus tentu bisa mengganggu aktivitas seseorang. Sebaiknya diatasi segera terutama jika disebabkan penyakit atau kondisi tertentu yang perlu diperbaiki.

Menurut U.S. National Library of Medicine, ada beberapa kemungkinan alasan mata berair, antara lain :

- Terkena pemicu alergi seperti debu.
- kelenjar yang bengkak (blepharitis) di sekitar bulu mata.
- Terhalangnya saluran air mata.
- Infeksi pada selaput yang berada di sekitar lipatan mata.
- Keadaan lipatan mata yang abnormal.
- Iritasi akibat gosokan pata mata.
- Bulu mata yang tumbuh ke dalam.
- Tekanan berlebih pada mata, tertawa atau menguap.

Beda Bangsa, Beda Cara Dietnya Lho..


JAKARTA--Diet tak berarti Anda hanya memperhatikan asupan makanan berlemak dan mengonsumsi nasi, roti atau pasta sesukanya. Sebab, asupan karbohidrat berlebih justru bisa menjadi pintu gerbang masuknya ragam penyakit seperti diabetes.

Pakar Nutrisi PT. Nutrifood, Susana, menuturkan masyarakat Indonesia umumnya menjalankan diet yang berkiblat pada diet masyarakat barat yakni minimalisir konsumsi makanan berlemak tinggi tapi melupakan
pasokan karbohidrat ke dalam tubuh.

“Diet masyarakat barat umumnya fokus pada pengurangan makanan berlemak. Itu karena mereka banyak mengonsumsi daging dan sedikit karbohidrat. Sementara masyarakat asia, ketika berdiet haruslah fokus pada pengurangan makanan berkarbohidrat tinggi, lantaran menjadikan nasi sebagai makanan utama, “ tukasnya di sela acara peluncuran buku “Sure You Can DO Diet” oleh PT. Nutrifood Indonesia di Jakarta, Kamis (27/5).

Selain itu, lanjutnya, acuan indeks massa tubuh masyarakat barat dan asia juga berbeda. Di barat, IMT yang tergolong gemuk adalah lebih dari 2.9 sedangkan IMT orang asia lebih dari 2.5. Karena itu, pola diet yang mengacu pada masyarakat barat tidak sesuai dengan karakter masyarakat Asia terutama Indonesia.

“Sebabnya, diet harus disesuaikan dengan kultur yang dianut individu,” ujar Susana.

Sebelumnya, studi terbaru menunjukkan, konsumsi makanan rendah karbohidrat setelah olahraga aerobik meningkatkan sensitivitas insulin. Peningkatan sensitivitas insulin akan membantu tubuh menyerap gula (glukosa) dari peredaran darah dan menyimpannya di otot dan jaringan lain sehingga bisa dipakai sebagai energi.

Sebaliknya resistensi insulin bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 atau penyakit jantung.

Hasil riset lainnya juga menunjukan variasi konsumsi buah dan sayuran seperti wortel, jeruk, ubi jalar dan pepaya pada diet mutlak diperlukan. Pasalnya, tidak semua buah dan sayuran favorit terbaik bagi kesehatan.

Kalangan medis berkeyakinan, ketika selera diperluas maka individu telah menghargai keberadaan variasi buah dan sayuran yang lain. Variasi itu lebih baik ketimbang mengkonsumsi buah yang sama.

“Diet hanya memiliki sumbangsih 50 persen dan sisanya jalani olahraga dan gaya hidup sehat tentunya,” pungkasnya.

Panduan Diet

PT Nutrifood Indonesia melalui merek dagang WRP sebagai produk diet sehat untuk wanita, meluncurkan buku Sure-You-Can-Do Diet sebagai panduan bagi konsumennya untuk melaksanakan diet yang positif dan menyenangkan.

Buku ini merupakan bagian dari usaha untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk melaksanakan diet yang tidak memberatkan.

WRP Brand Manager PT Nutrifood Indonesia Elisa Halim mengatakan diet sebagai bagian dari gaya hdiup seharusnya tidak memberatkan melainkan harus menyenangkan. “Masyarakat harus mendapat panduan untuk melakukan diet yang benar untuk tampil cantik, karena banyak mitos-mitos yang beredar di masyarakat,” tukasnya.

Ia menuturkan buku diet ini memiliki kelebihan ketimbang buku diet lain seperti penggunaan bahasa yang mudah dimengerti, desain dan gambar-gambar menarik. Tak hanya itu, buku berisi lima bab ini juga memaparkan informasi mengenai nutrisi yang tepat, panduan olahraga yang lengkap dan mudah dilakukan, hingga bagaimana meraih postur tubuh sempurna dan ketinggalan day by day tips & tricks menarik.

“Keberadaan buku ini diharapkan dapat mengubah paradigma berpikir bahwa program penurunan berat badan itu susah diikuti, dan belum tentu berhasil,” ujar Elisa.

Rencananya, buku itu diproduksi sebanyak 10 ribu eksemplar dengan harga sekitar Rp92.000-98.000. Buku itu dipasarkan melalui Jakarta, Lampung, Medan, Bandung, dan Surabaya. Anda tertarik?

Segarnya Susu Coklat, Pulihkan Otot yang Penat


LONDON--Susu coklat memiliki manfaat lebih baik untuk proses pemulihan setelah latihan fisik yang berat, dibandingkan minuman olahraga lain. Demikian disebutkan sebuah penelitian.

Dalam empat studi yang dilakukan secara berurutan, peneliti mengungkap, susu coklat dapat memperbaiki dan membangun kembali otot-otot, jauh lebih efektif dibandingkan minuman karbohidrat yang didesain khusus.

Hasil penelitian itu kemudian dipresentasikan oleh James Madison University ke hadapan konferensi American College of Sports Medicine di Seattle, AS.

Para peneliti meyakini, minum susu coklat rendah lemak setelah latihan fisik yang berat sekaligus untuk menyiapkan otot-otot agar berfungsi lebih baik pada pertandingan selanjutnya untuk para atlit.

Manfaat dari kombinasi karbohidrat dan protein yang tersedia dalam susu coklat sangat sesuai bagi pemulihan.

Penelitian juga mengungkap, susu coklat yang memiliki perbandingan sesuai dari karbohidrat dan protein dapat menambah tenaga bagi otot yang lelah dan protein dalam susu dapat membantu otot yang ideal.

Susu juga menyediakan cairan untuk rehidrasi dan elektrolit, termasuk potasium, kalsium dan magnesium yang hilang karena latihan fisik, termasuk untuk olahraga rekreasi atau atlet profesional setelah aktivitas yang berat.

Menguap Bisa Menular, Mengapa?


Anda pernah memperhatikan orang menguap saat berada di kerumunan? Biasanya, setelah ada yang menguap dalam satu kerumunan, tidak lama kemudian akan ada orang lain lagi yang menguap, dan ada lagi yang menguap, dan seterusnya. Hal ini membuat banyak orang percaya bahwa menguap bisa menular secara berantai. Mengapa?

Penyebab persis menguap, hingga saat ini memang belum ditemukan. Pendapat yang banyak dikemukakan menyebutkan bahwa menguap terjadi karena oksigen dalam tubuh minim. Biasanya, orang bisa menguap saat kondisi tubuh lelah, malas, bosan, atau mengantuk. Kebiasaan menguap ini tidak mengenal usia. Mulai dari bayi yang baru lahir hingga orang lanjut usia, punya kebiasaan menguap.

Mengapa menular? Sejauh ini memang belum ditemukan jawaban yang pasti atas pertanyaan tersebut. Penelitian terbaru dijalankan oleh Guru Besar Psikologi di Universitas Dexter, Philadelphia, Amerika Serikat (AS), Steven Platek. Laporan dari studi tersebut antara lain dipublikasikan oleh jurnal Cognitive Brain Research. Secara singkat, majalah Shine, mengutip laporan tersebut.

Dalam laporan hasil studinya, Platek mengungkapkan bahwa menguap bisa menular karena adanya efek empatetik dalam aktivitas tersebut. Proses menguap itu, kata dia, mirip dengan tertawa. Saat ada satu orang tertawa dalam sebuah kerumunan, biasanya bakal muncul orang lain yang memberikan respons dengan tertawa juga.

"Efek penularan menguap bukan hanya muncul dari penglihatan, tapi juga bisa muncul dari pendengaran, membaca artikel tentang menguap, atau bahkan berpikir tentang menguap," tutur Platek. Dia dan tim penelitinya meyakini bahwa penularan menguap merupakan cara primitif pemodelan perasaan manusia yang terkait dengan manusia yang lain.

Tidak hanya menular, ternyata beberapa studi juga mengungkapkan bahwa aktivitas menguap itu tidak bisa dikontrol. Buktinya, saat seseorang punya keinginan menguap, maka dia akan sangat sulit untuk menahannya. Biasanya, dia hanya bisa menahan agar mulutnya tidak terbuka saat menguap.