Kamis, 22 Juli 2010

Mencegah dan Mengatasi Infeksi Mata


MATA anak Anda pernah terasa gatal, memerah dan beleknya (tahi mata) berlebih hingga hampir menutupi penglihatan? Hati-hati! Bila tidak segera diobati, penyakit ini bisa menulari orang lain dan gawatnya satu keluarga bisa tertular semua. Pink eye adalah keadaan infamasi atau infeksi pada konjungtiva (membran transparan yang berada di antara kelopak mata, atau lebih mudahnya bagian putih mata), sehingga juga dikenal dengan istilah konjungtivitis. Inflamasi akan menyebabkan pembuluh-pembuluh darah kecil pada konjungtiva melebar keseluruhan sehingga akan menyebabkan mata menjadi pink atau merah.

Pink eye dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, reaksi alergi, dan pada beberapa kasus bayi baru lahir dapat karena belum terbuka sempurnanya air mata tapi akan mudah menyebar pada mata sebelahnya.

Infeksi virus, umumnya berhubungan dengan infeksi saluran napas atas atau common cold. Jika disebabkan infeksi virus, gejalanya mata akan berair, merah, disertai rasa mengganjal.

Infeksi bakteri, umumnya disebabkan bakteri Staphylococcus, dan Pneumoccocus. Selain gejala-gejala seperti di atas, mata akan terasa sakit dan ditutupi sekret (belek) berwarna kuning kehijauan. Mata juga sangat lengket dan sukar dibuka terutama saat bangun tidur pagi. Penderita juga merasa seperti kelilipan atau rasa mengganjal pada mata (seperti ada benda masuk ke dalam mata).

Karena alergi, umumnya langsung mengenai sepasang mata, disertai rasa gatal, mata berair dan terdapat pembengkakan kelopak mata. Pada beberapa pembengkakan dan tampak gambaran seperti kantong bening berisi cairan.

Pada bayi baru lahir, saluran air mata belum terbuka sempurna, selain mata tampak merah, bayi akan terlihat seperti mengeluarkan air mata terus (di bagian mata dekat hidung) walaupun sedang tidak menangis.

Pink eye hanya mengenai bagian mata dan jarang mengganggu penglihatan. Namun pada kasus alergi bisa disertai hidung tersumbat dari iritasi pada kulit sekitar mata jika mata terus menerus mengeluarkan air. Pada infeksi mata berat, infeksi dapat menyebar ke arah hidung.

Lantas, bagaimana cara untuk menanganinya?

Harus dibedakan berdasarkan penyebabnya. Pada infeksi virus, dengnan memberikan kompres dingin dan lubrikan atau tetes air mata buatan untuk mengurangi gejala. Pada beberapa kasus, dapat diberikan tetes mata anti inflamasi. Infeksi virus umumnya memburuk pada hari ketiga sampai lima dan membaik dengan sendirinya dalam waktu kurang dari tiga minggu. Pada infeksi bakteri akan diberikan antibiotik berupa tetes mata atau salep mata sesuai gambaran klinis dan derajat keparahan.

Pada kasus alergi, kompres dingin dan tetes air mata buatan juga akan meringankan gejala. Selain itu, dokter dapat memberikan bermacam obat tergantung klinis. Yang penting diingat, jangan biarkan anak menggosok-gosok matanya, karena akan memicu reaksi alergi menjadi lebih berat.

Sementara itu, untuk langkah pencegah penularan dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

1. Jangan berenang saat sedang terinfeksi.
2. Jangan saling meminjam handuk.
3. Bedakan sarung bantal penderita dengan angota keluarga lain.
4. Lebih aman menggunakan tisu (sekali pakai buang) dibanding saputangan.
5. Rajin mencuci tangan.
6. Tidak saling pinjam obat tetes mata.

Langkah-langkah ini penting dilakukan orangtua karena bayi yang sedang terinfeksi berpotensi menularkan kepada anggota keluarga lain, termasuk orangtua sendiri. Begitu juga sebaliknya. Anak-anak yang sedang terinfeksi sebaiknya tidak masuk sekolah sampai dinyatakan sembuh.

Akibat Tak Cuci Tangan Setelah Buang Air


Tak sedikit orang yang lupa mencuci tangan setelah buang air di kamar mandi. Padahal, banyak sekali penyakit yang bisa datang bila Anda tak mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi.

Bakteri, virus, jamur dan penyakit parasit bisa terdapat pada kulit dan lendir, darah dan cairan tubuh lainnya. Beberapa kuman yang ditransfer melalui inhalasi dan lainnya bisa diperoleh dengan sentuhan.

Penularan penyakit fecal-oral (kotoran ke mulut) terjadi ketika orang yang terinfeksi tidak mencuci tangan dengan teknik yang baik, yaitu dengan menggunakan sabun dan air, yang kemudian langsung menyentuh makanan.

Dilansir dari LiveStrong, Kamis (22/7/2010), mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi dapat secara signifikan mengurangi transmisi penyakit-penyakit berikut:

1. Flu Singapura atau Hand Foot and Mouth Disease (HFMD)
Flu Singapura disebabkan oleh virus coxsackie dan enterovirus. Penyakit ini menyerupai flu yang disertai dengan terbentuknya lesi vesikular (bintil berisi cairan) di sekitar tangan, kaki, dan mulut. Virus ini menyebar dengan memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan konten feces.

2. Hepatitis A
Hepatitis A merupakan infeksi virus yang menyerang hati dan sangat menular. Gejalanya seperti kelelahan, kulit menguning, urine gelap, mual dan muntah. Penularan hepatitis A terjadi ketika seseorang terinfeksi virus tidak hati-hati mencuci tangannya setelah menggunakan kamar mandi, kemudian mengolah makanan yang dikonsumsi oleh orang lain.

3. Shigellosis
Shigellosis adalah infeksi bakteri dengan gejala diare berair, kram perut dan demam. Kadang penyakit ini berkembang menjadi disentri, tinja berisi lendir, darah dan nanah. Shigellosis menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain dengan memakan makanan yang terkontaminasi oleh orang terinfeksi yang tidak cuci tangan setelah dari kamar mandi.

4. Giardiasis
Giardiasis adalah penyakit parasit usus dengan gejala seperti perut berisi gas, kram dan diare. Giardiasis menyebar dengan mudah dengan minum air yang terinfeksi dari sumber yang tidak diobati atau melalui kontak tangan ke feces.

Sabtu, 17 Juli 2010

8 Jenis Diet yang Tidak Masuk Akal


Ada-ada saja cara orang untuk mengurangi berat badan, baik untuk memperbaiki penampilan maupun tujuan kesehatan. Beberapa di antaranya memang efektif, meski sangat ekstrem dan dapat membahayakan kesehatan.

Efektivitas sebuah program diet kadang-kadang hanya dilihat dari bukti empiris saja, tanpa memperhatikan dasar ilmiah. Padahal meskipun berhasil pada seseorang yang pernah mencoba, belum tentu aman bagi oarng kebanyakan.

Berikut ini adalah 8 diet ekstrem yang tidak masuk akal, dikutip dari Forbes, Jumat (16/7/2010).

Diet Cuka Apel
Menurut majalah Allure, sejumlah selebriti Hollywood seperti Heidi Klum dan Fergie termasuk penganut diet ini. Dengan minum 3 sendok teh cuka apel (Apple Cider Vinegar) sebelum makan, diyakini nafsu makan berkurang sekaligus banyak lemak akan terbakar.

Para ahli mengatakan tidak ada bukti ilmiah terhadap anggapan tersebut, bahkan kadar asam yang tinggi dapat membakar dinding perut dan kerongkongan. Namun jika kemudian menjadi sakit, maka anggapan itu menjadi benar karena orang sakit biasanya memang tidak punya nafsu makan.

Diet Cotton Ball (Bola kapas)
Bola kapas yang biasa untuk merawat luka ternyata sering dipakai untuk menurunkan berat badan. Menurut pakar diet David Edelson, MD, beberapa model dan penari sengaja menelannya untuk membuat perut terasa penuh sehingga tidak cepat lapar.

Karena tidak bisa dicerna, maka keberadaan bola kapas di dalam perut sangat berisiko. Para ahli gizi menyarankan, makanan berserat tinggi seperti sayur dan buah-buahan sebenarnya dapat memberi efek serupa tanpa efek samping.

Diet Cacing Pita
Pada awal 1920-an, di Eropa pernah beredar kapsul obat diet dengan cacing pita di dalamnya. Cacing tersebut secara teori dapat menyerap sebagian makanan, sehingga tetap kurus meski banyak makan.

Namun pada praktiknya bantuan dari si cacing tidak pernah bisa dikendalikan. Nutrisi penting juga ikut dimakan, sehingga memicu masalah pencernaan dan kurang gizi.

Diet Pencahar
Salah satu selebriti paling seksi, Beyonce menjaga bentuk tubuh dengan minum pencahar 2 kali sehari. Sedangkan untuk mengatasi rasa lapar, ia hanya mengkonsumsi jus yang berisi campuran lemon dan cabe rawit.

Apapun jenisnya, pencahar umumnya bersifat merusak sistem normal dalam saluran pencernaan. Penggunaan lebih dari 3-7 hari sangat tidak dianjurkan.

Diet Bretharianisme
Di Amerika, diet ini dipopulerkan oleh praktisi yoga, Willey Brooks. Berawal dari keyakinan bahwa sinar matahari dan kekuatan spiritual adalah sumber kehidupan, penganut diet breatharianisme menghindari makan dan minum.

Tidak ada bukti ilmiah bahwa manusia bisa bertahan hidup hanya dengan sinar matahari. Oleh karenanya, ahli gizi tidak menganjurkan diet semacam ini karena bisa memicu kelaparan.

Diet Freegan alias Diet Gratisan
Diadaptasi dari diet Vegan atau hanya memakan makanan dari tumbuh-tumbuhan, penganut diet ini hanya memakan makanan yang tidak membutuhkan biaya (free) untuk mendapatkannya. Sisa makanan dari orang lain serta tumbuh-tumbuhan liar merupakan sumber nutrisi utama dalam diet ini.

Kalangan dokter mengatakan, tidak ada sisi negatif dari diet semacam ini selama tetap memperhatikan kebersihan. Kalaupun ada, hanya kesannya saja yang menjijikkan.

Diet Fletcherisme
Pada awal tahun 1900-an, Horace Fletcher memperkenalkan metode diet yang cukup ekstrem. Makanan apapun yang dikonsumsi harus dikunyah 100 kali, lalu sari-sari yang bercampur dengan air liur ditelan sementara ampasnya dikeluarkan.

Meskipun memang sangat ekstrem, namun ada dasar ilmiah yang bisa menjelaskan flethcerisme. Menurut pakar gizi, mengunyah makanan secara perlahan dapat mencegah makan berlebihan.

Diet HCG (human chorionic gonadotropin)
Hormon yang berasal dari plasenta ibu hamil ini diyakini dapat membakar lemak. Seseorang yang menyuntikkan hormon ini kemudian hanya mengonsumsi 500 kalori/hari diklaim dapat mengurangi berat badannya hingga 0,5 kg/hari.

Namun para dokter mengingatkan, suntikan hormon sangat berbahaya jika dilakukan tanpa indikasi yang jelas. Selain itu, asupan 500 kalori/hari dinilai terlalu rendah

3 Fakta Unik Rambut Manusia


Rambut yang indah dan terawat bisa menjadi daya tarik seseorang, terlebih lagi wanita. Tapi di balik keindahannya, rambut ternyata menyimpan beberapa rahasia unik. Apa saja?

Rambut manusia merupakan struktur sederhana yang terbuat dari keratin dan sel-sel kulit mati. Rambut berfungsi untuk mencegah hilangnya panas dari kepala seseorang.

Namun di balik kesederhanaannya, rambut menyimpan sesuatu yang kompleks. Dilansir dari AskMen, Sabtu (17/7/2010), berikut 3 fakta unik seputar rambut yang belum banyak diketahui orang:

1. Rambut bisa membersihkan tumpahan minyak di air

Ketika tumpahan minyak Cosco Busan terjadi pada tahun 2007 di Teluk San Francisco, kelompok relawan ramah lingkungan menggunakan tikar yang terbuat dari rambut manusia untuk membersihkan pantai. Hal ini tidak mengherankan, karena rambut bisa menyerap minyak dan air, serta dapat bekerja sebagai spons alami.

2. Asam amino rambut manusia bisa digunakan dalam industri kecap

Menemukan helaian rambut dalam makanan tentunya dapat merusak selera makan. Tapi bagaimana jika bumbu atau makanan Anda terbuat dari rambut?

Internet Journal of Toxicology melaporkan bahwa Hongshuai Soy Sauce, perusahaan kecap di China, memasarkan produk yang menggunakan bioteknologi terbaru dengan harga lebih murah. Hal itu tentu saja membuat produknya menjadi populer.

Tapi sebuah investigasi media menemukan bahwa perusahaan tersebut tidak menggunakan asam amino yang berasal dari kedelai ataupun gandum, melainkan asam amino yang berasal dari rambut manusia, yang dikumpulkan dari salon dan tempat cukur rambut.

3. Orang berambut merah dianggap alien

Ada sebuah teori konspirasi yang menyatakan bahwa orang berambut merah adalah alien-manusia hibrida. Hal ini memang terdengar gila, tapi orang berambut merah memang memiliki perbedaan struktur secara biologi.

Dokter harus membuat persiapan khusus untuk menjalani proses persalinan wanita berambut merah. Hal ini karena darah dari wanita berambut merah lebih sulit membeku, sehingga mengalami pendarahan lebih lama.

Selain itu, orang berambut merah memiliki jumlah rambut paling sedikit, yaitu sekitar 90.000 helai, dibandingkan dengan rambut pirang atau cokelat yang mencapai 140.000 helai.

Untung Rugi Kesehatan dari Memutihkan Gigi


Senyum manis dengan gigi yang putih cemerlang tentunya menjadi idaman dari setiap orang. Untuk mendapatkan hal itu, banyak orang yang melakukan pemutihan gigi atau bleaching. Apa saja untung dan rugi kesehatan dari melakukan pemutihan gigi?

Bleaching gigi biasanya dilakukan untuk menghilangkan warna gigi yang kuning atau kusam akibat sisa-sisa makanan seperti kopi, coklat, rokok, obat atau ada juga yang warnanya berubah karena terjadi perubahan struktur di dalam gigi.

Dilansir dari Health24, Sabtu (17/7/2010), berikut beberapa keuntungan dan kerugian melakukan pemutihan gigi:

Keuntungan

1. Gigi yang gelap atau kusam dari dibersihkan dalam waktu yang relatif singkat (dari 4-5 hari hingga 3 atau 4 minggu)
2. Meningkatkan rasa kepercayaan diri dan efek psikologis yang ditimbulkannya
3. Orang bisa mengontrol tingkat keputihan giginya


Kerugian

1. Orang perlu memakai zat pemutih (bleaching trays) selama enam sampai delapan jam per hari untuk mendapatkan efek yang maksimal. Padahal bahan kimia yang digunakan untuk memutihkan gigi dapat mengubah persepsi rasa dan mengganggu pencernaan.
2. Sering melakukan pemutihan gigi bisa mengakibatkan hipersensitif gigi
3. Iritasi pada jaringan lunak
4. Sakit tenggorokan
5. Kesulitan untuk menggigit
6. Bleaching gigi juga bisa bikin kecanduan atau ketagihan


Dan menurut drg Armasastra Bahar, PhD, anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), gigi yang berwarna gading sebenarnya lebih baik dibandingkan dengan gigi putih, karena gigi yang terlalu putih menunjukkan struktur yang kurang kuat

Cara Mendisiplinkan Anak Berdasarkan Umur


Mengajarkan disiplin pada anak memang bukan perkara mudah, tapi jika hal itu berhasil dilakukan maka kepuasan besar akan dirasakan orangtua. Dalam tahap perkembangannya, cara mendisiplinkan anak pastilah berbeda. Bagaimana caranya?

Penting bagi orangtua untuk menentukan dan mengajarkan anak-anak hal apa saja yang bisa diterima dan yang tidak dapat diterima, serta menetapkan batasan-batasan tapi tetap membuat anak merasa nyaman.

Dilansir dari SheKnows, Sabtu (17/7/2010), berikut cara mendisiplikan anak berdasarkan tingkat usia:

Balita (0-5 tahun)

Bila balita Anda rewel dan tak bisa diatur, jangan tangani dengan membiarkannya, karena hal tersebut hanya akan membuatnya semakin gelisah. Selain itu, jangan menghukum atau memarahi balita yang nakal.

Kenali hal-hal yang membuatnya tak bisa diatur. Lapar, lelah dan merasa terganggu mungkin menjadi alasannya. Mendisiplinkan balita cukup dengan memberi penjelasan yang baik dan dengan bahasa yang positif. Balita juga biasanya menyukai sentuhan lembut dari ibu, karena dengan begitu ia merasa terlindungi.

Anak-anak (6-10 tahun)

Jadikan waktu pertemuan keluarga sebagai ajang untuk mendisplinkan anak. Ajarkan anak untuk bertanggungjawab sejak dini, misalnya dengan mengajarkannya melakukan tugas rutinitas rumah.

Selain itu, jangan memberinya hukuman bila melakukan hal yang salah. Bicaralah dari hati ke hati, beri anak penjelasan bahwa yang ia lakukan salah dan ajarkan hal yang seharusnya ia lakukan.

Tween atau ABG (11-14 tahun)

Ketika bergerak ke arah remaja, anak biasanya akan mencari bukti agar orangtua tidak memperlakukannya seperti anak kecil lagi. Maka, bicaralah dengan tegas dan percaya diri, serta gunakan kata seminimum mungkin ketika Anda memintanya melakukan sesuatu.

Berikan penjelasan tentang mengapa si anak perlu melakukan sesuatu dan hanya lakukan hal tersebut bila ia bertanya tanpa merengek atau disertai dengan tindakan kasar atau lancang.

Hindari perlawanan, dengarkan si anak ketika ia sedang marah, tetapi beri juga dorongan untuk berdiskusi dan bernegosiasi dengannya. Berilah ia penjelasan dengan bahasa yang positif.

Remaja (15-18 tahun)

Mendisiplinkan remaja adalah hal besar yang membantu Anda untuk membimbingnya menuju tahap kedewasaan yang lebih baik.

Menciptakan kesiapan dengan meminta pendapat si anak tentang segala hal yang menurutnya benar atau salah perlu dilakukan. Karena orangtua juga perlu mengetahui bagaimana cara pandang anak terhadap sesuatu hal.

Untuk bicara dengan remaja, gunakan cara tulus yang menghargainya. Hal tersebut bisa membuat Anda lebih memahami sudut pandang saat ia memilah-milah kejadian dalam kehidupannya.

Tugas Anda sekarang adalah membantu si anak menemukan suaranya sendiri pada kepekaan hidup yang lebih baik untuk siap menghadapi tahap kedewasaan.

Selasa, 13 Juli 2010

Narkolepsi, Repotnya Menghalau Serangan Tidur Mendadak


Insomnia atau gangguan sulit tidur mungkin lebih populer karena banyak dialami orang. Tapi ada gangguan tidur yang tak kalah menyiksanya yakni narkolepsi yang membuat seseorang sering tidur yang seolah-olah hidupnya hanya berisi tidur.

Narkolepsi adalah serangan tidur mendadak yang serangannya bisa datang kapan dan dimana pun tanpa bisa dilawan si penderitanya.

Meski sudah cukup tidur panjang di malam hari, penderita narkolepsi akan sering terkena serangan tidur di siang hari. Berat sekali bagi penderita narkolepsi untuk membuat tubuh terus terjaga.

Serangan tidur mendadak di siang hari ini terjadi saat penderita sedang melakukan aktifitas. Seperti dilansir BBC Knowledge, seorang pelajar perempuan yang mengikuti ujian balet berjuang sangat keras agar saat tes dirinya tidak ambruk karena tertidur tiba-tiba. Seorang wanita paruh baya juga kerap tertidur ketika sedang makan atau asyik ngobrol dengan temannya.

Lama serangan tidur ini bervariasi ada yang hanya 10 menit tapi ada juga yang hingga 4 jam. Narkolepsi ini diduga akibat adanya kelainan autoimun (sistem kekebalan tubuh). Sekitar tigaperempat penderita narkolepsi berada pada kondisi emosional yang memicu tubuhnya mengalami kelumpuhan otot.

Dikutip dari Huffingtonpost, Selasa (13/7/2010) peneliti dari University of Lausanne, Swiss telah mengidentifikasi auto-antibodi (molekul imun yang menargetkan protein alami di dalam tubuh daripada protein dari agen yang menginfeksi) yang menjadi penyebabnya.

Auto-antibodi ini menargetkan protein alami yang disebut dengan Trib2 pada pasien narkolepsi yang mengalami kelumpuhan terkait dengan emosinya. Hal ini yang membuat kesimpulan narkolepsi sebagai gangguan autoimun.

Sistem kekebalan tubuh seharusnya bisa membedakan antara molekul protein di dalam dirinya sendiri dan agen asing. Tapi pada narkolepsi terjadi pemberontakan di dalam tubuhnya sendiri.

Akibatnya sistem imun tidak menyerbu benda asing dan kuman, tapi justru berbalik melawan diri sendiri dan mulai menyerang sel-sel tertentu.

Ada beberapa tanda yang menunjukkan seseorang memiliki narkolepsi:

1. Mengantuk berlebihan saat siang hari. Padahal saat itu seseorang dihadapkan untuk tetap terjaga.
2. Mendadak jatuh tidur dimanapun dan dalam waktu kapanpun.
3. Narkolepsi biasanya terkait dengan kelemahan atau kelumpuhan yang tiba-tiba dan terkadang dipicu oleh tertawa atau perasaan lainnya.
4. Mengalami ketidakmampuan untuk bergerak atau berbicara saat jatuh tertidur atau saat terjaga dalam beberapa menit. Kejadian ini biasanya singkat dan berlangsung satu atau dua menit, penderita merasa hilang kendali atas tubuhnya.
5. Mengalami perilaku otomatis (automatic behaviour), yaitu seseorang melakukan tugas-tugas rutin atau membosankan tapi tidak bisa mengingatnya setelah melakukan hal tersebut.


Hingga kini belum ada satupun obat yang bisa menyembuhkan kondisi ini. Tapi tidur siang sangatlah penting bagi orang dengan narkolepsi, karena tidur siang bisa menggantikan dosis dari obat simultan.

Dengan adanya penelitian ini, maka bisa dilakukan studi lebih lanjut untuk menemukan obat dari gangguan tidur ini serta mengidentifikasi kemungkinan cara yang lebih baik dalam mengelola gangguan ini.