Minggu, 23 September 2012

judul skripsi ilmu perpustakaan



  1. ANALISI PEMANFAATAN SITUS WEB PERPUSTAKAAN USU UNTUK KEGIATAN AKADEMIK : STUDI KASUS PENGGUNA LAYANAN DIGITAL PERPUSTAKAAN USU
  2. ANALISIS DAYA SAING PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA BERDASARKAN WEBOMETRICS DENGAN TINJAUAN LITERATUR BATAK SEBAGAI NILAI TAMBAH DAYA SAING PERGURUAN TINGGI DALAM PENELUSURAN ONLINE)
  3. ANALISIS KEKUATAN PASANGAN BIBLIOGRAFI (BIBLIOGRAPHIC COUPLING) DAN KOSITASI (CO-CITATION) PADA THE AUSTRALIAN LIBRARY JOURNAL TAHUN 2002-2004
  4. ANALISIS KEKUATAN PASANGAN BIBLIOGRAFI (BIBLIOGRAPHIC COUPLING) PADA AUSTRALIAN JOURNAL OF EDUCATIONAL TECHNOLOGY (AJET) TAHUN TERBIT 2003-2005
  5. ANALISIS KEKUATAN PASANGAN BIBLIOGRAFI(BIBLIOGRAPHIC COUPLING) PADA JURNAL ONLINE HYLE-INTERNATIONAL JOURNAL FOR PHILOSOPHY OF CHEMISTRY TAHUN TERBIT 1999-2005
  6. ANALISIS KEKUATAN PASANGAN BIBLIOGRAFI (BIBLIOGRAPIC COUPLING) DAN KOSITASI (CO-CITATION) PADA IMA JOURNAL OF APPLIED MATHEMATICS, IMA JOURNAL OF MANAGEMENT MATHEMATICS, DAN IMA JOURNAL OF MATHEMATICAL CONTROL AND INFORMATION TAHUN 2007-2008
  7. ANALISIS KESESAIAN SUBJEK DOKUMEN YANG MENYITIR DENGAN DOKUMEN YANG DISITIR DALAM TESIS MEGISTER (S2) TEKNOLOGI PENDIDIKAN SEKOLAH PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
  8. ANALISIS KESESUAIAN SUBJEK DOKUMEN YANG MENYITIR DAN YANG DISITIR DALAM TESIS MAGISTER (S2) TEKNIK ARSITEKTUR SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  9. ANALISIS KETERSEDIAAN RUANG PERPUSTAKAAN UMUM KOTA MEDAN DALAM MENAMPUNG PERTAMBAHAN KOLEKSI 10 TAHUN MENDATANG
  10. ANALISIS KOMPARATIF PARO HIDUP USIA DOKUMEN YANG DISITIR PADA INTERNATIONAL JOURNAL FOR TECHNOLOGY IN MATHEMATICS EDUCATION (IJTME), INTERNATIONAL JOURNAL OF ELECTRICAL ENGINEERING EDUCATION (IJEEE), DAN INTERNATIONAL JOURNAL OF PSYCHIATRY IN MEDICINE (IJPM) TAHUN 2007
  11. ANALISIS KOMUNIKASI ORGANISASI PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA (UNSYIAH)
  12. ANALISIS KONSISTENSI PENULISAN DESKRIPSI BIBLIOGRAFI DALAM KATALOG PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA DIBANDINGKAN DENGAN AACR2
  13. ANALISIS NILAI INFORMASI MENURUT MAHASIWA MAGISTER ILMU HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA TAHUN 2008-2009
  14. ANALISIS PARO HIDUP DOKUMEN YANG DISITIR ARTIKEL PADA JURNAL ADOLENCENT MEDICINE CLNICS PHILADELPHIA TAHUN 2005
  15. ANALISIS PARO HIDUP USIA DOKUMEN DAN TINGKAT KOLABOSARI PENGARANG PADA JOURNAL OF ACADEMIC PSYCHIATRY TAHUN 2005
  16. ANALISIS PASANGAN BIBLIOGRAFI (BIBLIOGRAPHIC COUPLING) DAN KO-SITASI (CO-CITATION) PADA JOURNAL FOR SPECIALISTS IN PEDRIATIC NURSING TAHUN 2007-2008
  17. ANALISIS PEMANFAATAN JURNAL ELEKTRONIK PROQUEST MEDICAL LIBRARY UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS PADA LAYANAN DIGITAL PERPUSTAKAAN USU
  18. ANALISIS PENGELOLAAN ARSIP MEDIA AUDIOVISUAL BIDANG PRODUKSI ACARA PADA LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TELEVISI REPUBLIK INDONESIA (TVRI) MEDAN
  19. ANALISIS PERBANDINGAN KONDISI PERPUSTAKAAN UMUM PEMKO TEBING TINGGI DENGAN PERPUSTAKAAN UMUM PEMKO PEMATANG SIANTAR
  20. ANALISIS PERBANDINGAN PENGADAAN BUKU PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN (UNIMED) DENGAN PERPUSTAKAAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MEDAN (IAIN SU)
  21. ANALISIS RELEVANSI SITIRAN TERHADAP TESIS MAHASISWA PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUM PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA TAHUN 2004
  22. ANALISIS RELEVANSI SUBYEK DOKUMEN YANG MENYITIR DENGAN DOKUMEN YANG DISITIR PADA JOURNAL OF AGRICULTURE AND AFRICAN WOMEN STUDIES (JENDA) TAHUN 2004-2005
  23. ANALISIS RELEVANSI SUBYEK DOKUMEN YANG MENYITIR DENGAN DOKUMEN YANG DISITIR PADA JOURNAL OF TECHNOLOGY EDUCATION TAHUN 2006-2007
  24. ANALISIS SITIRAN ALCOHOL AND ALCOHOLISM: INTERNATIONAL JOURNAL OF THE MEDICAL COUNCIL ON ALCOHOLISM; OXFORD TAHUN 2007
  25. ANALISIS SITIRAN TERHADAP DISERTASI PROGRAM DOKTOR (S3) ILMU HUKUM PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  26. ANALISIS SITIRAN TERHADAP JOURNAL OF STATISTIC EDUCATION TAHUN 2004-2005
  27. ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP LAYANAN PERPUSTAKAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE LIBQUAL (STUDI KASUS PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH)
  28. ANALISIS TINGKAT KEUSANGAN LITERATUR DAN KOLABORASI PENGARANG PADA INFORMATION RESEARCH : AN INTERNATIONAL ELECTRONIC JOURNAL TAHUN 2004-2005
  29. ANALISIS TINGKAT RELEVANSI E-JOURNAL PADA DATABASE AMERICAN SOCIETY OF CIVIL ENGINEER ( ASCE ) DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI MAHASISWA MAGISTER TEKNIK SIPIL DI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  30. BUDAYA INFORMASI PADA KARYAWAN PT. TELKOM INDONESIA DIVISI UNIT ENTERPRISE REGIONAL (UNER) 1 SUMATERA
  31. DAMPAK KETERSEDIAAN KATALOG TERHADAP MINAT KUNJUNG PENGGUNA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN MEDAN
  32. DAMPAK PEMANFAATAN INTERNET TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PADA PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN FAKULTAS SASTRA USU
  33. DAMPAK SISTEM LAYANAN TERTUTUP (CLOSSED ACCESS) TERHADAP PAMANFAATAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS HKBP NOMENSEN MEDAN
  34. DEWEY FOR WINDOWS: SUATU EKSPERIMEN MEMBANDINGKAN PENGKLASIFIKASIAN MANUAL DENGAN DIGITAL PADA NOMOR KLAS 000, 300 DAN 500
  35. DIGITALISASI MUATAN SITUS PROGRAM STUDI PERPUSTAKAAN
  36. EVALUASI KETERSEDIAAN KOLEKSI DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SITASI TERHADAP TESIS PROGRAM STUDI KENOTARIATAN PASCASARJANA USU PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  37. EVALUASI KINERJA LAYANAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN STANDAR ISO 11620
  38. EVALUASI KUALITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN DENGAN MENGGUNAKAN LIBQUAL (STUDI KASUS PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG)
  39. EVALUASI LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING BADAN PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI PROVINSI SUMATERA UTARA DI KECAMATAN MEDAN HELVETIA
  40. EVALUASI PEMANFAATAN KOLEKSI BUKU BIDANG ADMINISTRASI NEGARA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  41. EVALUASI PEMANFAATAN KOLEKSI BUKU BIDANG FISIKA PADA PERPUSTAKAAN USU
  42. EVALUASI PEMANFAATAN KOLEKSI BUKU BIDANG ILMU TEKNIK KIMIA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  43. EVALUASI PEMANFAATAN SITUS CHEM-IS-TRY.ORG DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI OLEH MAHASISWA DEPARTEMEN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) USU
  44. EVALUASI PEMANFAATAN SUMBER DAYA INFORMASI ELEKTRONIK USU REPOSITORY PADA WEB PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  45. EVALUASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN MEDAN MARELAN
  46. EVALUASI SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN DAN AGRIBISNIS PERKEBUNAN (STIP-AP) MEDAN
  47. EVALUASI TINGKAT RELEVANSI HASIL PENELUSURAN ARTIKEL ILMIAH MENGGUNAKAN DATABASE PUBMED OLEH MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN USU
  48. EVALUASI TOPIK KERTAS KARYA MAHASISWA PROGRAM STUDI PERPUSTAKAAN
  49. FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PENERAPAN TEONOLOGI INFORMASI PADA SISTEM KERUMAHTANGGAAN PERPUSTAKAAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SUMATERA UTARA
  50. FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PERUBAHAN SISTEM LAYANAN TERTUTUP KE SISTEM LAYANAN TERBUKA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS HKBP NOMENSEN
  51. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KELAMBATAN PELAYANAN REKAM MEDIS PADA RSUP H. ADAM MALIK
  52. FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI PENGARANG BERKOLABORASI PADA JURNAL MAKARA SERI KESEHATAN TAHUN 2005-2007
  53. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMOTIVASI MINAT MAHASISWA MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS KATOLIK (UNIKA) ST. THOMAS MEDAN
  54. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (USU) OLEH STAF PENGAJAR DI USU
  55. GAMBARAN UMUM PENERBIT MACMILLAN MELALUI WEB
  56. GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN AKADEMI PARIWISATA MEDAN
  57. GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN BADAN WARISAN SUMATERA
  58. GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS HKBP NOMENSEN (FKIP UHN) PEMATANG SIANTAR
  59. GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA (IAIN-SU)
  60. GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN KELILING PEMKO MEDAN
  61. GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN LEMBAGA PENDIDIKAN PERKEBUNAN (LPP) KAMPUS MEDAN
  62. 1GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN PERGURUAN KRISTEN IMMANUEL MEDAN
  63. GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN SEKOLAH MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 2 MODEL MEDAN
  64. GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN SEKOLAH MUHAMMADIYAH-5 LUBUK PAKAM
  65. GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN SMU NEGERI 1 MEDAN
  66. GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN SMU NEGERI 3 MEDAN
  67. GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN SMU NEGERI 4 MEDAN
  68. GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN MEDAN
  69. GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN YAYASAN PENDIDIKAN RAKSANA MEDAN
  70. GAMBARAN UMUM SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER SISINGAMANGARAJA XII MEDAN
  71. HAMBATAN YANG DIHADAPI PEMAKAI DALAM MENGGUNAKAN KATALOG PERPUSTAKAAN AKADEMI KEPERAWATAN RSU HISARMA MEDAN
  72. HUBUNGAN IMPLEMENTASI PEMASARAN JASA PERPUSTAKAAN DENGAN PEMANFAATAN LAYANAN PERPUSTAKAAN PADA BADAN PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI (BPAD) PROVINSI SUMATERA UTARA
  73. HUBUNGAN INTENSI PROSOSIAL PUSTAKAWAN DENGAN KEPUASAN PENGGUNA PADA BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH (BAPERASDA) PROPINSI SUMATERA UTARA
  74. HUBUNGAN KEBUTUHAN INFORMASI PENGGUNA DENGAN KETERSEDIAAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN AKADEMI IMELDA MEDAN
  75. HUBUNGAN KEBUTUHAN INFORMASI PENGGUNA DENGAN KETERSEDIAAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN UMUM KOTA TEBING TINGGI
  76. HUBUNGAN KEBUTUHAN INFORMASI SISWA DENGAN KETERSEDIAAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENDUKUNG PROSES BELAJAR DI SMA ST. PETRUS SIDIKALANG.
  77. HUBUNGAN KETERSEDIAAN KOLEKSI BUKU DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA DENGAN MINAT BACA MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN
  78. HUBUNGAN KETERSEDIAAN KOLEKSI DENGAN PEMINJAMAN BUKU OLEH MAHASISWA INSTITUTE AGAMA ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA MEDAN
  79. HUBUNGAN KETERSEDIAAN KOLEKSI DENGAN PENGGUNAAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG
  80. HUBUNGAN KETERSEDIAAN KOLEKSI DENGAN TINGKAT PEMINJAMAN BUKU OLEH MAHASISWA PADA PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) YAYASAN SARI MUTIARA
  81. HUBUNGAN KOMPETENSI PUSTAKAWAN BIDANG LAYANAN SIRKULASI TERHADAP PRESTASI KERJA PADA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI KOTA MEDAN
  82. HUBUNGAN KOMPETENSI PUSTAKAWAN DENGAN KUALITAS LAYANAN DIGITAL DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  83. HUBUNGAN KOMPETENSI PUSTAKAWAN DENGAN PRESTASI KERJA DI BADAN PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  84. HUBUNGAN KOMPETENSI PUSTAKAWAN DENGAN PRESTASI KERJA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN (UNIMED)
  85. HUBUNGAN KUALITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN DENGAN PEMANFAATAN LAYANAN PERPUSTAKAAN OLEH PENGGUNA PERPUSTAKAAN PADA PERPUSTAKAAN UMUM TEBING TINGGI
  86. HUBUNGAN PEMANFAATAN BAHAN PERPUSTAKAAN RUANG BACA FMIPA DENGAN PENULISAN SKRIPSI MAHASISWA FMIPA JURUSAN MATEMATIKA UNIMED ANGKATAN 2002/2003
  87. HUBUNGAN PEMANFAATAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA CAHAYA MEDAN
  88. HUBUNGAN PEMANFAATAN LAYANAN DEPOSIT DAN KEPUASAN PENGGUNA PADA BADAN PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI PROVINSI SUMATERA UTARA
  89. HUBUNGAN PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH MENEGAH ATAS NEGERI 3 MEDAN
  90. HUBUNGAN PEMBERIAN INSENTIF DENGAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  91. HUBUNGAN SISTEM PERPUSTAKAAN TERAUTOMASI DENGAN MOTIVASI MAHASISWA PERPUSTAKAAN DALAM MENGGUNAKAN PERPUSTAKAAN USU
  92. HUBUNGAN TATA RUANG PERPUSTAKAAN DENGAN TINGKAT KUNJUNGAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN ASAHAN
  93. HUBUNGSN LAYANAN PENGGUNA DENGAN KEPUASAN MAHASISWA SEBAGAI PENGGUNA PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI MEDAN (POLMED)
  94. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN INFORMASI PENELITI DALAM MENUNJANG KEGIATAN PENELITIAN PADA PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT SUMATERA UTARA
  95. INOVASI DAN KREATIFITAS LAYANAN PENELUSURAN, PENGGUNAAN INTERNET DAN JURNAL ONLINE PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  96. KAJIAN BUDAYA INFORMASI DENGAN PENDEKATAN MANAJEMEN PENGETAHUAN
  97. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOLEKSI ADA PERPUSTAKAAN DPRD SUMATERA UTARA
  98. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN YAYASAN PENDIDIKAN MULIA TANJUNG SARI MEDAN
  99. KEBUTUHAN INFORMASI MAHASISWA PENDIDIKAN NERS (COASS) FKEP-USU DALAM MEMENUHI TUGAS LAPORAN PASIEN
  100. KECENDERUNGAN PENGGUNAAN SEARCH ENGINE OLEH PENGGUNA INTERNET PADA PERPUSTAKAAN USU
  101. KEGIATAN KERJA PELAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
  102. KEGIATAN PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN TAPANULI UTARA
  103. KEGIATAN PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN UMUM KOTA MEDAN
  104. KEMAMPUAN MAHASISWA BARU PROGRAM STUDI D-3 PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN OPAC DI PERPUSTAKAAN USU
  105. KEMAMPUAN STAF/PETUGAS DALAM PELAKSANAAN SHELVING PADA PERPUSTAKAAN USU
  106. KINERJA PELAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN POLITEKNIK MANDIRI BINA PRESTASI (MBP) MEDAN
  107. KINERJA PELAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS DARMA AGUNG MEDAN
  108. KINERJA PENGADAAN BAHAN PERPUSTAKAAN DARMA AGUNG-MEDAN
  109. KINERJA PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  110. KINERJA PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERUSTAKAAN STIKES SARI MUTIARA MEDAN
  111. KOLABORASI DAN PRODUKTIFITAS PENGARANG PADA JOURNAL OF HEALTH ORGANIZATION AND MANAGEMENT TAHUN 1996-2005
  112. KOLABORASI DAN PRODUKTIFITAS PENGARANG PADA TEACHING HISTORY-A JOURNAL OF METHODS TERBITAN TAHUN 1981-2000
  113. KOLABORASI DAN PRODUKTIVITAS PENGARANG BIDANG ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI: STUDI KASUS PADA JURNAL ONLINE D-LIB MAGAZINE DAN JURNAL INFORMATION RESEARCH TAHUN 2006-2009
  114. KOLABORASI PENGARANG PADA THE INTERNATIONAL JOURNAL OF GEOMECHA
  115. KOLEKSI DAN PELAYANAN BERKELEY DIGITAL LIBRARY SUNSITE
  116. KOLEKSI DIGITAL PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONES
  117. KOMPARASI BAGAN SISTEM KLASIFIKASI DEWEY DECIMAL CLASSIFICATION (DDC) DENGAN UNIVERSAL DECIMAL CLASSIFICATION (UDC)
  118. KOMPARASI SITUS WEB PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA DENGAN SITUS WEB PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GADJAH MADA
  119. KOMPERATIF INDEX SUBJEK PADA THE JOURNAL OF KNEE SURGERY DENGAN INDEX SUBJEK DARI DALIL ZIPF'S
  120. KOMPETENSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PUSTAKAWAN LAYANAN REFERENSI PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  121. KOMPETENSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PUSTAKAWAN PADA PERPUSTAKAAN NEGERI MEDAN
  122. KONSERVASI DAN PRESERVASI BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN
  123. KONSERVASI DAN PRESERVASI BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA
  124. LAYANAN INFORMASI ELEKTRONIK BERBASIS WEB PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  125. LAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI T.D. PARDEDE MEDAN
  126. LITERASI INFORMASI MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN (S1) FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (SEMESTER VII/ T.A 2009/2010)
  127. LITERASI INFORMASI MAHASISWA S2 PASCASARJANA PADA LAYANAN DIGITAL PERPUSTAKAAN USU
  128. MANAJEMEN ARSIP BERITA DALAM UPAYA PELESTARIAN INFORMASI PADA STASIUN TVRI SUMATERA UTARA
  129. MANAJEMEN KEARSIPAN PADA YAYASAN KESEJAHTERAAN KELUARGA BPDSU
  130. MANAJEMEN REKOD ELEKTRONIK DALAM PENINGKATAN EFEKTIFITAS TEMU BALIK INFORMASI REKOD BERITA: STUDI KASUS PADA WASPADA ONLINE
  131. MANFAAT KERJASAMA JARINGAN PERPUSTAKAAN APTIK (JPA) TERHADAP PENCARIAN INFORMASI OLEH MAHASISWA UNIVERSITAS KATOLIK SANTO THOMAS SUMATERA UTARA
  132. MEKANISME PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH SUMATERA UTARA
  133. MEKANISME PENGOLAHAN ARSIP AKTIF PADA PT. MARK DYNAMICS INDONESIA TANJUNG MORAWA
  134. MEKANISME PENGOLAHAN ARSIP PADA BALAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NON-FORMAL DAN INFORMAL (BPPNFI) REGIONAL 1 MEDAN
  135. MINAT BACA ANAK DI KALANGAN MASYARAKAT EKONOMI MENENGAH KEBAWAH DI PERPUSTAKAAN TANAH MERAH DAN RUMAH CAHAYA DI SUMATERA UTARA
  136. MODEL PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN SEKRETARIAT DAERAH PROPINSI SUMATERA UTARA
  137. OPAC SEBAGAI SARANA SISTEM TEMU BALIK PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA MEDAN
  138. ORGANISASI DAN TATALAKSANA PENGADAAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS HKBP NOMENSEN MEDAN
  139. PELAKSANAAN TUGAS PADA PERPUSTAKAAN SMK NEGERI 8 MEDAN
  140. PELAYANAN PEMAKAI PADA PERPUSTAKAAN SEKOLAH PUSAT YAYASAN PERGURUAN INDONESIA MEMBANGUN (YAPIM) MEDAN
  141. PELAYANAN PEMAKAI PADA PERPUSTAKAAN STMIK SISINGAMANGARAJA XII MEDAN
  142. PELAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN AKADEMI PENYULUHAN PERTANIAN (APP) MEDAN
  143. PELAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN AKPER KESDAM I/BUKIT BARISAN MEDAN
  144. PELAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  145. PELAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UISU
  146. PELAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN HERMINA NAPITUPULU UNIVERSITAS DARMA AGUNG MEDAN
  147. PELAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SUMATERA UTARA
  148. PELAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN LEMBAGA PENDIDIKAN PERKEBUNAN (LPP) MEDAN
  149. PELAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (MIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  150. PELAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI MEDAN
  151. PELAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN STIE NUSA BANGSA
  152. PELAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN STMIK TRIGUNA DHARMA MEDAN
  153. PELAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MEDAN AREA
  154. PELAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA (UMN) MEDAN
  155. PELAYANAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PANCA BUDI MEDAN
  156. PELAYANAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS MEDAN
  157. PELAYANAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA MEDAN
  158. PELAYANAN SIRKULASI PADA PERPUSTAKAAN STMIK – MIKROSKIL
  159. PELAYANAN SIRKULASI PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MEDAN AREA
  160. PELAYANAN SIRKULASI PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA (UMI) MEDAN
  161. PELAYANAN SIRKULASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA ABDI SABDA MEDAN
  162. PELAYANAN SIRKULASI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA MEDAN
  163. PEMANFAATAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN SMU NEGERI 3 MEDAN
  164. PEMANFAATAN CD-ROM PROQUEST MEDLINE PADA PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UISU
  165. PEMANFAATAN INTERNET GUNA MENDUKUNG KEGIATAN PERKULIAHAN MAHASISWA PROGRAM PASCASARJANA UNIMED
  166. PEMANFAATAN INTERNET UNTUK KEGIATAN KEPUSTAKAWANAN: STUDI KASUS TERHADAP PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN USU
  167. PEMANFAATAN INTERNET UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI ILMIAH MAHASISWA PPDS PADA PERPUSTAKAAN USU
  168. PEMANFAATAN JURNAL ELEKTRONIK OLEH MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS LLMU PENYAKIT DALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA DI PERPUSTAKAAN USU
  169. PEMANFAATAN JURNAL ONLINE PROQUEST MEDICAL LIBRARY OLEH MAHASISWA KEDOKTERAN USU PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  170. PEMANFAATAN KOLEKSI BUKU PADA PERPUSTAKAAN SMA SUTOMO 1 MEDAN
  171. PEMANFAATAN KOLEKSI DEPOSIT PERPUSTAKAAN NASIONAL PROVINSI SUMATERA UTARA
  172. PEMANFAATAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN IAIN SUMATERA UTARA
  173. PEMANFAATAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) SARI MUTIARA MEDAN
  174. PEMANFAATAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA (UMN) MEDAN
  175. PEMANFAATAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SMK NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN
  176. PEMANFAATAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SMK YAYASAN PERGURUAN AWAL KARYA PEMBANGUNAN (AKP) GALANG
  177. PEMANFAATAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MEDAN AREA
  178. PEMANFAATAN KOLEKSI TERBITAN BERKALA DI PERPUSTAKAAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SUMATERA UTARA
  179. PEMANFAATAN KOLEKSI TERBITAN BERSERI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN (UNIMED)
  180. PEMANFAATAN LAYANAN INTERNET DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI PENGGUNA BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH (BAPERASDA
  181. PEMANFAATAN LAYANAN INTERNET DALAM UPAYA MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI MAHASISWA PADA PERPUSTAKAAN INSTITUT AGAMA ISLAM (IAIN) SUMATERA UTARA
  182. PEMANFAATAN LAYANAN REFERENSI DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI PENGGUNA KANTOR PERPUSTAKAAN UMUM KOTA MEDAN
  183. PEMANFAATAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM KEGIATAN PROMOSI LAYANAN BADAN ARSIP DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM
  184. PEMANFAATAN PELAYAAN INTERNET UNTUK MAHASISWA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  185. PEMANFAATAN WI-FI OLEH PENGGUNA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  186. PEMBANGUNAN SITUS WEB PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MAMBO CONTENT MANAGEMENT SYSTEM (CMS)
  187. PEMBENTUKAN PANGKALAN DATA KERTAS KARYA MAHASISWA MENGGUNAKAN PROGRAM CDS/ISIS
  188. PEMBINAAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  189. PEMBINAAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI MEDAN.
  190. PEMBINAAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN SMA LAKSAMANA MARTHADINATA
  191. PEMBINAAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN SMU N-1 MEDAN
  192. PEMBUATAN HOMEPAGE PERPUSTAKAAN PESANTREN AR-RAUDHATUL HASANAH
  193. PEMBUATAN HOME PAGE PERPUSTAKAAN PT PELINDO I MEDAN
  194. PEMELIHARAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN DELI SERDANG
  195. PENANGANAN ARSIP PADA DINAS TATA KOTA MEDAN
  196. PENATAAN ARSIP DINAMIS PADA KANTOR PERUM PRASARANA PERIKANAN SAMUDERA CABANG BELAWAN
  197. PENATAAN PERABOT DAN PERLENGKAPAN PADA PERPUSTAKAAN INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN
  198. PENATALAKSANAAN RUANG (LAYOUT) PADA PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI MEDAN
  199. PENELUSURAN ARTIKEL MELALUI PANGKALAN DATA AGRICOLA
  200. PENELUSURAN LITERATUR MELALUI PANGKALAN DATA USU REPOSITORY
  201. PENENTUAN TAJUK SUBJEK PADA PERPUSTAKAAN USU MEDAN
  202. PENERAPAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) UNTUK MEMBANGUN LOYALITAS PENGGUNA LAYANAN DIGITAL PERPUSTAKAAN USU
  203. PENERAPAN MANAJEMEN PENGETAHUAN DALAM PENGOLAHAN GREY LITERATURE DAN KOLEKSI REPOSITORY PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  204. PENERAPAN SISTEM KLASIFIKASI BUKU PADA PERPUSTAKAAN SMK NEGERI 8 MEDAN
  205. PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA BADAN PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI PROVINSI SUMATERA UTARA
  206. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA BUKU PADA PERPUSTAKAAN POLITEKNIK MBP MEDAN
  207. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA BUKU PADA PERPUSTAKAAN SMU NEGERI 3 MEDAN
  208. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  209. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN SMK NEGERI 8 MEDAN
  210. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN CABANG FAKULTAS KEPERAWATAN
  211. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN AUSTRALIA CENTRE MEDAN
  212. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM USU
  213. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA
  214. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  215. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN SEKOLAH PUSAT YAPIM MEDAN
  216. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) RIAMA MEDAN.
  217. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN SMK NEGERI 2 PADANG SIDEMPUAN
  218. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN SMU NEGERI 11 MEDAN
  219. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN STIKES SARI MUTIARA MEDAN
  220. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN STMIK TRIGUNA DHARMA MEDAN
  221. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN MEDAN
  222. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS KARO (UKA) KABANJAHE
  223. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS KATHOLIK SANTO THOMAS SUMATERA UTARA
  224. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAA SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN-AGRIBISNIS PERKEBUNAN (STIP-AP) LPP KAMPUS MEDAN
  225. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA
  226. PENGADAAN BUKU PADA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DI UNIMED
  227. PENGADAAN BUKU PADA PERPUSTAKAAN SMU SULTAN ISKANDAR MUDA
  228. PENGARUH JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN TERHADAP KINERJA PUSTAKAWAN PADA PERPUSTAKAAN UMUM (BAPERASDA) PROPINSI SUMATERA UTARA
  229. PENGARUH KETERSEDIAAN KOLEKSI TERHADAP PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN OLEH MAHASISWA AKPER AKBID PEMKAB LANGKAT
  230. PENGARUH KETERSEDIAAN KOLEKSI TERHADAP PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN PADA BALAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NONFORMAL DAN INFORMAL (BPPNFI) REGIONAL I MEDAN
  231. PENGARUH KETERSEDIAAN KOLEKSI TERHADAP TINGKAT KUNJUNGAN PADA PERPUSTAKAAN AKBID BUSTANUL ULUM LANGSA
  232. PENGARUH KETERSEDIAAN SARANA LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN (STUDI KASUS PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PADANGSIDIMPUAN)
  233. PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
  234. PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA DALAM MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
  235. PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA PADA BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH (BAPERASDA) PROPINSI SUMATERA UTARA
  236. PENGARUH PEMANFAATAN INTERNET TERHADAP PENINGKATAN LITERASI INFORMASI PENGGUNA PADA BADAN PERPUSTAKAAN ARSIP DAN DOKUMENTASI PROVINSI SUMATERA UTARA
  237. PENGARUH PEMANFAATAN LAYANAN INTERNET PERPUSTAKAAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 2 MEDAN
  238. PENGARUH PEMASARAN INFORMASI TERHADAP PEMANFAATAN LAYANAN PADA BADAN ARSIP DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM : DEPARTEMEN STUDI ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  239. PENGARUH PENDIDIKAN PEMAKAI TERHADAP PENGGUNAAN PERPUSTAKAAN DI LINGKUNGAN MAHASISWA YAYASAN PROF. DR. H. KADIRUN YAHYA UNIVERSITAS PANCA BUDI MEDAN
  240. PENGARUH PENGGUNAAN SARANA PENELUSURAN OPAC (ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE) TERHADAP PEMANFAATAN KOLEKSI OLEH PENGGUNA PADA KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP KABUPATEN ACEH TAMIANG
  241. PENGARUH SISTEM AUTOMASI PERPUSTAKAAN TERHADAP MOTIVASI MAHASISWA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN (UNIMED) MENGGUNAKAN PERPUSTAKAAN
  242. PENGARUH SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI TERHADAP PEMANFAATAN KOLEKSI
  243. PENGARUH TATA RUANG PERPUSTAKAAN STMIK POTENSI UTAMA TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA
  244. PENGATALOGAN BAHAN PUSTAKA BUKU PADA PERPUSTAKAAN-I UNIVERSITAS PEMBINAAN MASYARAKAT INDONESIA (UPMI) MEDAN
  245. PENGATALOGAN BUKU AGAMA ISLAM PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
  246. PENGATALOGAN BUKU BERBASIS CDI/ISIS DI PERPUSTAKAAN AKBID RS. HAJI MEDAN
  247. PENGATALOGAN BUKU PADA PERPUSTAKAAN HERMINA NAPITUPULU UNIVERSITAS DHARMA AGUNG MEDAN
  248. PENGATALOGAN BUKU PADA PERPUSTAKAAN PKMI 2 MEDAN
  249. PENGATALOGAN BUKU PADA PERPUSTAKAAN SLTP DHARMA PANCASILA
  250. PENGELOLAAN ARSIP PADA KANTOR BUPATI DELI SERDANG
  251. PENGELOLAAN ARSIP PADA PTPN IV PERKEBUNAN TOBASARI PEMATANG SIANTAR
  252. PENGELOLAAN DAN PELAYANAN KOLEKSI DEPOSIT PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  253. PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) TUNA NETRA KARYA MURNI MEDAN
  254. PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN PADA UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA (UMN) MEDAN
  255. PENGELOLAAN REKAM MEDIS DALAM UPAYAPENINGKATAN PELAYANAN PADA RUMAH SAKIT UMUM GUNUNGSITOLI
  256. PENGELOLAAN TERBITAN BERSERI PADA BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH PROPINSI SUMATERA UTARA
  257. PENGELOLAAN TERBITAN BERSERI PADA PERPUSTAKAAN IAIN SUMATERA UTARA MEDAN
  258. PENGEMBANGAN KOLEKSI BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN STIKES SANTA ELISABETH MEDAN
  259. PENGEMBANGAN KOLEKSI BUKU PADA PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA
  260. PENGEMBANGAN KOLEKSI DI UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN MEDAN
  261. PENGEMBANGAN KOLEKSI MONOGRAF PERPUSTAKAAN INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI T.D. PARDEDE MEDAN
  262. PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN AKBID YAYASAN INDAH MEDAN
  263. PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN
  264. PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT (PPKS)
  265. PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN SEKOLAH METHODIST-2 MEDAN
  266. PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN SLTP NEGERI 9 MEDAN
  267. PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN SLTP TAMORA 2 TANJUNG MORAWA
  268. PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN SMP SANTO THOMAS I MEDAN
  269. PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN SMU NEGERI 1 SIMPANG EMPAT ASAHAN
  270. PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN DELI SERDANG
  271. PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS DARMA AGUNG MEDAN
  272. PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PANCA BUDI MEDAN
  273. PENGEMBANGAN KOLEKSI PADA PERPUSTAKAAN UPLATDA TELKOM MEDAN
  274. PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN AKPER KESDAM I/BUKIT BARISAN MEDAN
  275. PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIK) MUTIARA INDONESIA MEDAN
  276. PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN SMK NEGERI 2 MEDAN
  277. PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN STIKES SARI MUTIARA MEDAN
  278. PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN MEDAN
  279. PENGGUNAAN LAYANAN DIGITAL OLEH MAHASISWA PASCASARJANA PADA PERPUSTAKAAN USU
  280. PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA BUKU PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA
  281. PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA MONOGRAF (BUKU) PADA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
  282. PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA MONOGRAF PADA PERPUSTAKAAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA (IAIN-SU)
  283. PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA (UISU)
  284. PENGOLAHAN BUKU PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SISINGAMANGARAJA XII MEDAN
  285. PENGOLAHAN SISTEM CDS/ISIS PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
  286. PENGUKURAN KINERJA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA TAHUN 2010 MENGGUNAKAN PERFORMANCE INDICATOR MEASUREMENT YANG DIKELUARKAN OLEH AMERICAN LIBRARY ASSOCIATION (ALA)
  287. PENYIANGAN KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  288. PENYUSUTUAN ARSIP PADA UNIT KEARSIPAN BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA REGIONAL VI MEDAN
  289. PERANAN BADAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI PEMERINTAH SUMATERA UTARA DALAM PENYEBARLUASAN INFORMASI KEPADA MASYARAKAT
  290. PERANAN MUSEUM SUMATERA UTARA DALAM MENGHIMPUN KOLEKSI BAHAN PUSTAKA BUKU YANG ADA DI SUMATERA UTARA
  291. PERANAN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN PERINGKAT DUNIA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA BERDASARKAN PERANGKINGAN WEBOMETRICS STUDI DESKRIPTIF PADA SITUS WEB PERPUSTAKAAN USU
  292. PERANAN PERPUSTAKAAN DALAM PERINGKAT DUNIA USU BERDASARKAN PERANGKINGAN WEBOMETRICS STUDI DESKRIPTIF PADA SITUS WEB PERPUSTAKAAN USU.
  293. PERANAN PERPUSTAKAAN PROKLAMATOR BUNG HATTA KOTA BUKITTINGGI DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI PENGGUNA
  294. PERANAN PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN DELI SERDANG BAGI MASYARAKAT
  295. PERANCANGAN SITUS WEB PROGRAM STUDI PERPUSTAKAAN FAKULTAS SASTRA USU
  296. PERAN PERPUSTAKAAN PROGRAM PASCASARJANA IAIN AR-RANIRY BANDA ACEH DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI PENGGUNA.
  297. PERAN PUSTAKAWAN DALAM EFEKTIVITAS PROMOSI LAYANAN PERPUSTAKAAN UMUM PROPINSI SUMATERA UTARA (BAPERASDA)
  298. PERAWATAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN
  299. PERAWATAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN UMUM TAKENGON – ACEH TENGAH
  300. PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENELUSURAN BIDANG ILMU PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN SEARCH ENGINE GOOGLE DENGAN SEARCH ENGINE YAHOO
  301. PERBANDINGAN HASIL PENGINDEKSAN SUBJEK MENGGUNAKAN DALIL ZIPF DENGAN INDEKSER TERHADAP ARTIKEL ILMIAH PADA JURNAL AGRICULTURAL RESEARCH VOL. 47, ISSUE 12, DECEMBER 1999
  302. PERBANDINGAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOLEKSI REFERENSI PERPUSTAKAAN UNIVERSITY OF TENNESSE DAN UNIVERSITY OF PENNSYLVANIA
  303. PERBANDINGAN MODEL LITERASI INFORMASI UNTUK PENDIDIKAN TINGGI
  304. PERBANDINGAN PENGADAAN BAHAN PERPUSTAKAAN MASA SEBELUM DAN SESUDAH BENCANA TSUNAMI PADA BADAN ARSIP DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM
  305. PERBANDINGAN PENGETAHUAN MAHASISWA PESERTA PROGRAM ORIENTASI PENGENALAN SISTEM PERPUSTAKAAN SEBELUM DAN SESUDAH KEGIATAN DILAKSANAKAN
  306. PERBANDINGAN STRUKTUR BEBERAPA SITUS WEB UNIVERSITAS
  307. PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG, TATA RUANG DAN PERLENGKAPAN PERPUSTAKAAN BANK INDONESIA MEDAN
  308. PERILAKU PENCARIAN INFORMASI MAHASISWA DALAM MENYUSUN SKRIPSI (STUDI KASUS MAHASISWA S1 DEPARTEMEN SASTRA INGGRIS FAKULTAS ILMU BUDAYA USU)
  309. PERILAKU PENCARIAN INFORMASI MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER TAHUN AJARAN 2009/2010 SEMESTER VI DALAM RANGKA MENDUKUNG KEGIATAN PERKULIAHAN
  310. PERILAKU PENCARIAN INFORMASI PENGGUNA LAYANAN INTERNET DALAM UPAYA MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI PADA BADAN PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI (BPAD) PROVINSI SUMATERA UTARA.
  311. PERILAKU PENCARIAN INFORMASI PENGGUNA RUANG CYBERLIB PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (USU. MEDAN: DEPARTEMEN STUDI ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  312. PERILAKU PENCARIAN INFORMASI UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
  313. PERKEMBANGAN PELAKSANAAN SISTEM JARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAM DI SUMATERA UTARA
  314. PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) BUDIDARMA MEDAN.
  315. PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP LAYANAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS CABANG FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  316. PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP PENGADAAN KOLEKSI BIDANG ILMU PERPUSTAKAAN PADA PERPUSTAKAAN UNIVERISTAS SUMATERA UTARA
  317. PERSEPSI SISWA TENTANG KEBERADAAN PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 1 TANJUNG MORAWA
  318. POLA PEMANFAATAN INTERNET OLEH MAHASISWA PROGRAM MAGISTER LLMU HUKUM PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  319. POTENSI KEPARIWISATAAN DI DESA NAMO SIALANG DAN DESA SEI SERDANG DI KABUPATEN LANGKAT
  320. POTENSI RUMAH ADAT NIAS UTARA SEBAGAI OBJEK WISATA BUDAYA DI KABUPATEN NIAS
  321. PRINSIP-PRINSIP PENGINDEKSAN ARTIKEL MAJALAH: SUATU ANALISIS TERHADAP INDEKS MAJALAH PDII-LIPI
  322. PROFIL PERPUSTAKAAN SD INTI 060834 MEDAN
  323. RELEVANSI BAHAN PERPUSTAKAAN DENGAN KEBUTUHAN INFORMASI PADA KANTOR KEARSIPAN, PERPUSTAKAAN DAN DOKUMENTASI KABANJAHE
  324. RELEVANSI BAHAN PERPUSTAKAAN DENGAN KEBUTUHAN INFORMASI PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI MEDAN (POLMED)
  325. RELEVANSI BAHAN PUSTAKA DENGAN KEBUTUHAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN SLTP NEGERI 9 MEDAN
  326. RELEVANSI KETERSEDIAAN KOLEKSI DENGAN KEBUTUHAN INFORMASI MAHASISWA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN (UHN) MEDAN
  327. RELEVANSI KETERSEDIAAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN USU DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI MAHASISWA ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  328. RELEVANSI KOLEKSI PERPUSTAKAAN DENGAN KEBUTUHAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 1 MEDAN
  329. RELEVANSI KOLEKSI PERPUSTAKAAN DENGAN KEBUTUHAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 2 MEDAN
  330. RELEVANSI KOLEKSI TERCETAK DENGAN KEBUTUHAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN UMUM TANJUNG BALAI TAHUN 2006
  331. RELEVANSI SUBJEK SITIRAN PADA TESIS MAHASISWA PROGRAM MAGISTER ILMU MANAJEMEN PROGRAM PASCASARJANA USU TAHUN 2004-2006



Jumat, 11 Maret 2011

PENGATALOGAN BAHAN PUSTAKA BUKU PADA PERPUSTAKAAN STT ABDI SABDA

DAFTAR ISI


BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
1.5 Ruang Lingkup Penelitian
1.6 Hipotesis Penelitian
BAB II TINJAUAN TEORITIS
2.1 Pengertian Katalog
2.2 Pengertian Online Public Access Catalogue
2.2.1 Keunggulan OPAC dari Katalog Kartu atau Katalog Manual
2.3 Tujuan dan Fungsi Katalog
2.4 Pengatalogan Bahan Pustaka
2.4.1 Katalogisasi
2.4.2 Penentuan Tajuk Entri Utama
2.4.3 Deskripsi Bibliografi
2.4.4 Penentuan Tajuk Subjek
2.4.5 Klasifikasi
2.4.6 Filling Kartu Katalog
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Gambaran Umum STT ABDI SABDA MEDAN

BAB IV
PEMBAHASAN
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA




















BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sebuah perguruan tinggi dapat dikatakan berkualitas baik, jika memiliki sistem pendidikan, fasilitas, dan staf pengajar yang bermutu agar dapat menunjang program belajar mengajar yang efektif. Salah satu sarana pendidikan yang penting dan harus dipenuhi oleh suatu perguruan tinggi adalah perpustakaan. Perpustakaan menyimpan berbagai macam ilmu pengetahuan yang dibutuhkan oleh civitas akademik dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi tempaynya bernaung.
Perpustakaan perguruan tinggi merupakan perpustakaan milik universitas, institut, akademi, yang digunakan sebagai sarana penunjang pelaksanaan tugas-tugas yang tercantum dalam Tri Darma Perguruan Tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi juga sering disebut sebagai jantung perguruan tinggi. Hal tersebut berkaitan dengan tugas perpustakaan perguruan tinggi yaitu mengelola koleksi perpustakaan yang mencakup kegiatan pemilihan dan pengadaan bahan pustaka, pengolahan, pelayanan, dan perawatan.
Koleksi yang telah disediakan oleh bagian pengadaan belum dapat dilayangkan langsung kepada para pengguna perpustakaan. Terlebih dahulu koleksi tersebut harus diolah agar dapat memudahkan para pengguna dalam menemukan informasi yang dibutuhkan. Selain itu juga memudahkan para petugas perpustakaan untuk mengetahui dan mengontroll bahan pustaka yang digunakan oleh para pengguna. Pengolahan bahan pustaka mencakup kegiatan pengatalogan dan pengklasifikasian.
Pengatalogan bahan pustaka merupakan proses pembuatan daftar bahan pustaka yang akan ditempatkan dan diatur pada rak yang telah tersedia. Setiap perpustakaan memiliki cara tersendiri dalam mengolah bahan pustaka yang dimilikinya
Perpustakaan STT ABDI SABDA MEDAN merupakan perpustakaan dengan koleksi yang cukup memadai. Tetapi bagaimanakah sistem pengolahan buku yang digunakan terutama kegiatan pada bagian pengatalogan, apakah bahan pustaka yang disediakan sudah dikatalog dengan baik dan benar sehingga dapat ditelusur oleh pengguna dengan mudah. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk memilih judul “ pengatalogan bahan pustaka buku pada perpustakaan STT ABDI SABDA(Sekolah Tinggi teologia Abdi Sabda ) ”


1.2 Tujuan penulisan
adapun tujuan penulisan yang dapat dirumuskan penulis adalah:
2. untuk dapat meningkatkan pengetahuan penulis tentang pengatalogan dan pengklasifikasian bahan pustaka
3. untuk mengetahui pengatalogan buku yang dilakukan oleh perpustakaan STT ABDI SABDA
4. untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh perpustakaan STT ABDI SABDA dalam kegiatan pengatalogan buku.

1.3 Manfaat penulisan
adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Bagi perpustakaan, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan
2. Bagi pembaca, dapat memberikan pengetahuan dan masukan tentang topik yang bersangkutan
3. bagi penulis, menambah wawasan dalam topik yang di bahas dan mengaplikasikan pengetahuan yang di peroleh selama perkuliahan.



















BAB II
PENGATALOGAN BAHAN PUSTAKA BUKU

2.1 Pengertian Katalog
Pengguna perpustakaan menggunakan koleksi perpustakaan dengan bermacam-macam keperluan. Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang dimiliki oleh suatu pepustakaan diperlukan alat bantu yang disebut katalog perpustakaan. Secara singkat katalog dapat diartikan sebagai daftar. Katalog juga dapat dibedakan menjadi beberapa macam seperti katalog penerbit, katalog obat, katalog pakaian dan lain sebagainya.
Menurut Tairas dan Soekarman (1981: 182) katalog adalah “ suatu daftar buku atau bahan lainnya yang disusun menurut suatu rencana tertentu” sedangkan menurut Soeminah ( 1992:96) katalog adalah “ daftar pustaka yang dimiliki oleh suatu perpustakaan yang disusun secara sistematis sehingga dapat digunakan untuk mencari dan menemukan lokasi bahan pustaka”.
Dari uaraian diatas, dapat dinyatakan bahwa katalog perpustakaan merupakan suatu daftar buku yang dimiliki oleh suatu perpustakaan dan disusun secara sistematis untuk dapat memudahakn pengguna dalam menemukan informasi dari bahan pustaka yang disediakan oleh perpustakaan.
Biasanya katalog memegang peranan dalam penelusuran informasi, karena katalog memuat keterangan bibligrafis tentang sebuah buku mulai dari nama pengarang, judul buku ( anak juduk dan judul tambahan), edisi, impresium( kota terbit, nama penerbit, tahun terbit), keterangan tentang deskripsi fisik buku (kolasi) seperti jumlah halaman, keterangan seri, serta catatan-catatan yang dianggap perlu seperti nomor panggil (call number). Dengan adanya katalog, maka pengguna dapat mengenali bahan pustaka apa saja yang dimiliki oleh perpustakaan atau dapat digunakan sebagai petunjuk yang dapat membantu pengguna untuk menemukan dan memilih bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan secara cepat dan tepat.
Bentuk katalog yang digunakan di perpustakaan mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan katalog perpustakaan nampak dari perubahan fisiknya. Sebelum katalog terpasang ( online) muncul, telah dikenal berbagai bentuk katalog perpustakaan, dan bentuk yang paling umum digunakan ialah katalog kartu ( Horgan 1994:2). Katalog perpustakaan yang ada pada saat ini terdiri dari berbagai bentuk fisik antara lain, katalog berbentuk buku ( book catalog), katalog berbentuk kartu ( card catalog), katalog berbentuk mikro( microform catalog), katalog komputer terpasang ( online computer catalog) ( Taylor 1992: 8).
1. katalog berbentuk kartu
Pada katalog bentuk kartu dengan ukuran 7,5 x 12,5 cm, setiap entri ditulis dalam satu kartu dan kartu ini kemudian dijajarkan dalam laci lemari katalog. Keuntungan dari katalog kartu adalah bersifat praktis, sehingga setiap kali penambahan buku di perpustakaan tidak akan menimbulkan masalah.
2. katalog berbentuk mikro
Katalog berbentuk micro lebih murah di banding dengan katalog berbentuk buku, dan terbukti bahwa biaya pemeliharaanya lebih mudah dari pada katalog buku. bentuknya ringkas dan mudah menyimpannya.
3. katalog komputer terpasang
Katalog komputer terpasang (online computer catalog) sering disebut dengan online public acces catalogue (OPAC), adalah bentuk katalog terbaru yang telah digunakan pada sejumlah perpustakaan tertentu. OPAC cepat menjadi pilihan katalog yang digunakan di berbagai jenis perpustakan.

2.2 Pengertian Online Public Access Catalogue
Istilah baku untuk online public access catalogue dalam bahasa Indonesia, hingga saat ini terumuskan dengan pasti. Ada perpustakaan menyebutkannya dengan istilah katalog online atau katalog terpasang, dan ada juga menyebutnya dengan istilah OPAC.
Corbin (1985:255) menyebutkan dengan online public catalog, yaitu suatu katalog yang berisikan cantuman bibliografi dari koleksi satu atau beberapa perpustakaan, disimpan pada magnetic disk atau media rekam lainnya dan dibuat tersedia secara online kepada pengguna.
Pendapat lain menyatakan bahwa OPAC adalah sistem katalog terpasang yang diakses secara umum, dan dapat dipakai pengguna untuk menelusur pangkalan data katalog, untuk memastikan apakah perpustakaan menyimpan karya tertentu untuk mendapatkan informasi tentang lokasinya, dan jika sistem katalog dihubungkan dengan sistem sirkulasi, maka pengguna dapat mengetahui apakah bahan pustaka yang sedang dicari sedang tersedia di perpustakaan atau sedang dipinjam Tedd (1993: 141).
Horgan ( 1994: 1) menyatakan OPAC adalah suatu sistem temu balik informasi, dengan satu sisi masukan ( input ) yang menggabungkan pembuatan file cantuman dan indeks.
Berdasarkan uraian di atas dapat dinyatakan bahwa OPAC adalah suatu sistem temu balik informasi berbasis komputer yang digunakan oleh pengguna untuk menelusur koleksi suatu perpustakaan atau unit informasi.

2.2.1 Keunggulan OPAC dari Katalog Kartu atau Katalog Manual
Sebelum OPAC muncul, telah ada berbagai bentuk katalog perpustakaan, dan bentuk katalog yang paling luas digunaka ialah katalog kartu ( Horgan 19994, 2). Akan tetapi setelah OPAC muncul pada permulaan tahun 1980-an, sejumlah perpustakaan tertentu telah mengkonversi katalog kartu dan beralih ke bentuk OPAC. Perpustakaan mempunyai berbagai pertimbangan dan alasan untuk beralih dari katalog kartu ke OPAC.
OPAC jauh melebihi katalog kartu dan katalog lainnya yang digantinya. Katalog kartu mamiliki sejumlah keterbatasan dibanding dengan OPAC. Sekalipun fungsi dasarnya sama yaitu sebagai sarana temu balik di pepustakaan, namun diantara katalog kartu dan OPAC terdapat banyak perbedaan.
Selain bentuk fisik, ada sejumlah perbedaan diantara OPAC dengan katalog kartu. Salah satu perbedaan penting diantar keduanya adalah bahwa cantuman bibliografi pada OPAC dapat ditelusur dalam berbagai cara dan dapat ditampilkan pada berbagai bentuk format tampilan, sedangkan katalog kartu hal itu tidak mungkin dilakukan. Perbedaan lainnya dapat dilihat dari sisi kegiatan penelusuran yang mencakup interaksi ( interaction), bantuan pengguana ( user assistence), kepuasan pengguna ( user satisfaction), kemampuan penelusuran ( searching capabilities), keluaran dan tampilan (output and display), serta ketersediaan dan akses ( availability and access).
OPAC dapat diakses melalui terminal pada tempat yang berbeda dari dalam atau dari gedung perpustakaan, melalui local area networks ( LAN ) dan wide area networks ( WAN ), sedangkan pada katalog kartu dan katalog manual lainnya hal itu tidak mungkin dilakukan. Pengguan yang berbeda, yang berada di dalam atau di luar gedung perpustakaan di mungkinkan menggunakan sistem OPAC secara bersama, sekalipun menelusur cantuman yang sama pada waktu yang bersamaan, sedangkan bila menggunakan katalog kartu, hal ini tidak mengkin dapat dilakukan. Kelemahan sistem OPAC ialah dipengaruhi faktor luar seperti terputusnya aliran listrik.

2.3 Tujuan dan Fungsi Katalog
Menelusuri koleksi perpustakaan dengan melihat buku-buku yang disusun di dalam rak ( browsing) akan mengalami kesulitan, koleksi lebih mudah diketahui bila menggunakan katalog perpustakaan. Katalog pepustakaan harus dapat memberi jawaban mengenai ada tidaknya suatu buku dalam koleksi perpustakaan, baik jika pencariannya dilakukan dari pengarangnya maupun dari segi judul atau subjeknya. Katalog pepustakaan berfungsi sebagai suatu sistem komunikasi yang dapat menunjukkan kekayaan koleksi yang dimilikinya.
Tujuan pertama katalog perpustakaan yaitu dapat digunakan oleh pengguna untuk menemukan bahan pustaka yang diinginkannya berdasarkan pengarang, judul, maupun subjeknya. Tujuan kedua menyatakan bahwa katalog dapat menunjukkan dokumen apa saja yang dimiliki oleh sebuah perpustakaan. Tujuan ketiga menyatakan bahwa katalog dapat membantu pada sebuah buku berdasarkan edisinya, atau berdasarkan karakternya.
Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa pembuatan katalog bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam mencari bahan pustaka yang diinginkan dari koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan.
Sedangkan fungsi katalog perpustakaan adalah sebagai sarana temu balik informasi, sistem komunikasi dan sebagai daftar inventaris koleksi di suatu perpustakaan. katalog perpustakaan berfungsi sebagai inventaris dokumen sebuah perpustakaan sekaligus berfungsi sebagai sarana temu balik ( Sulistyo-Basuki 1991:317). Katalog perpustakaan juga berfungsi sebagai alat komunikasi yang menginformasikan buku-buku perpustakaan. Oleh karena katalog merupakan alat komunikasi, sudah barang tentu katalog berisi bahan-bahan informasi yang dikomunikasikan, dalam hal ini berupa ciri-ciri buku misalnya judul buku, pengarang, edisi, kota terbit, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, dan sebagainya.
2.3 Pengatalogan Bahan Pustaka
Pengatalogan bahan pustaka perpustakaan adalah pembuatab rekaman bibliografi yang merupakan wakil ringkas dari bahan perpustakaan dalam koleksi perpustakaan. Pengatalogan bahan pustaka yang dilakukan di perpustakaan terdiri dari kegiatan katalogisasi dan klasifikasi, dan sebelumnya dibuatkan dahulu deskripsi bibliografi buku yang akan dikatalog.
2.4.1 Katalogisasi
Katalogisasi adalah kegiatan membuat kartu-kartu katalog untuk setiap koleksi bahan pustaka mulai dari membuat T-slip (Temporary slip = konsep kartu katalog) sampai pada pembuatan berbagai macam kartu katalog, seperti : kartu katalog pengarang, kartu katalog judul, kartu katalog subjek, dan lain-lain. Kartu katalog ini berisikan uraian-uraian lengkapmengenai buku atau bahan perpustakaan lainnya dan entri-entri yang sesuai dengan katalog perpustakaan. Kegiatan ini dilakukan agar katalog sebagai wakil ringkas buku dan alat penelusuran informasi dapat digunakan menjadi petunjuk bagi pengguna untuk mencari bahan perpustakaan yang dibutuhkan dari jajaran buku-buku yang ada di rak buku.
Pekerjaan katalogisasi merupakan pekerjaan utama dalam suatu perpustakaan, karena sebelum buku dilayangkan kepada para pengguna, terlebih dahulu buku-buku tersebut harus dikatalog. Melalui proses katalogisasi inilah dapat diketahui apakah buku sudah dapat dilayangkan atau belum kapada para pengguna perpustakaan. “Katalogisasi adalah proses pembentukan katalog yang meliputi:
a) katalogisasi deskriptif, merekam data bibliografi
b) katalogisasi subjek, merekam subjek buku dengan menentukan tajuk subjek atau nomor klasifikasi”( Somadikarta 1979:7)
katalogisasi deskriptif merupakan tahapan pencatatan pemberian identifikasi dan deskripsi sebuah buku yang menjadi koleksi perpustakaan. Katalogisasi deskriptif bertujuan untuk : pertaman menganali suatu bahan perpustakaan yang diproses sehungga dapat memberikan informasi kepad pembaca untuk membedakannya dengan bahan perpustakaan lainnya. Kedua, memberikan karakter pada suatu bahan pustaka yang diperlukan. Ketiga, menempatkan entri pada tajuk yang paling menguntungkan pembaca.
Katalogisasi subjek merupakan proses katalogisasi yang berhubungan dengan penentuan daftar tajuk subjek buku, seperti LCSH (Library Congress Subject Headings), Sears List Subject Headings atau Daftar Tajuk Subjek Indonesia. Pedoman yang digunakan untuk katalgoisasi adalah:
a. “Anglo American Cataloguing Rules 2 (AACR2)
b. Standar deskripsi untuk monograf
c. Standar deskripsi untuk terbitan berseri
d. Peraturan Katalogisasi Indonesia (PKI)
e. Format MARC INDONESIA ( INDOMARC)
f. Format Doblin Core
g. Standar penentuan tajuk entri “ Departemen Pendidikan Nasional RI Direktorat Jendral Perguruan Tinggi, 2004 : 60)

Penentuan tajuk subjek ini bertujuan untuk dapat menemukan buku-buku yang membahas masalah/topik tertentu, dan dapat memungkinkan seseorang untuk menemukan buku-buku yang membaha subjek yang berhubungan.


2.4.2 Penentuan Tajuk Entri Utama
Dalam proses katalogisasi, hal yang dilakukan adalah membuat konsep entri utama, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi suatu buku atau karya. Tajuk entri uatama ini ditentukan berdasarkan peraturan katalogisasi, yaitu:
i. Peraturan menentukan tajuk entri utama monograf
ii. Peraturan menentukan tajuk badan penerbit berseri
iii. Paraturan menentukan tajuk perorangan
iv. Peraturan menentukan tajuk badan korporasi
Menurut Tairas dan Soekarman (1981: 128) entri utama adalah “ uraian katalog lengkap dari suatu bahan yang memberikan semua informasi yang diperlukan untuk mengidentifikasi suatu karya. Dalam katalog kartu entri ini memberikan juga jejakan dari semua entri tambahan yang dibuatkan untuk suatu karya”. Tajuk entri utama berfungsi untuk menetukan posisi kartu dasar dalam susunan katalog pengarang dan katalog judul, karena pada umumnya katalog pengarang/judul disusun secar abjad. Pada umumnya yang menjadi tajuk entri utama adalah pengarang ( nama orang, badan korporasi, lembaga pemerintah atau swasta) maupun yang bertanggung jawab atas isi dari suatu buku.
Sehubungan dengan hal tersebut, petugas yang mengerjakan katalog harus mengetahui dengan jelas ketentuan apa saja yang digunakan untuk memilih tajuk entri utama, agar pekerjaannya sempurna,konsisten dan mudah digunakan. Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam memilih tajuk entri utama, seperti:
a. Karya pengarang tunggal
Adalah suatu karya yang dikarang oleh satu pengarang, maka yang menjadi entri utama adalah pengarang itu sendiri
b. Karya pengarang ganda
Adalah karya yang dikarang lebih dari satu orang pengarang secar bersama-sama. Dalam kepengarangan iniada beberapa ketentuan yang dapat dilihat, antara lain:
• Apabila karya ditulis oleh dua orang atau tiga orang pengarang, maka yang menjadi tajuk entri utama adalah pengarang utama yang disebutkan pertama kali pada halaman judul dan pengarang yang lain dituliskan sebagai tajuk entri tambahan
• Bila suatu karya dikarang oleh tiga orang pengarang tanpa ada pengarang utama, tajuk ditentukan pada pengarang yang disebutka pertama kali pada halaman judul.
• Jika suatu karya dikarang lebih dari tiga orang, maka yang menjadi tajuk entri utama adalah judul dan pengarang pertama menjadi tajuk tambahan.
c. Karya editor
Adalah karya pengarang ganda yang terdiri lebih dari tiga orang pengarang dibawah seorang editor, dalam hal ini ketentuan yang harus diperhatikan yaitu:
• Karya dibawah pimpinan editor yang mempunyai judul bersama entri utamanya ditetapkan dibawah judul, sedangkan entri tambahannya adalah editor
• Jika tidak mempunyai judul bersama, entri utama adalah pengarang atau judul arya tersebut, sedangkan entri tambahannya dibawah editor.
d. Karya anonim
Adalah karya yang tidak diketahui pengarangnya ataupun nama pengarangnya tidak jelas, untuk karya ini yang menjadi entri utama adalah judul.
e. Karya badan korporasi
Yang menjadi tajuk entri utama untuk badan korporasi adalah badan itu sendiri, jika badan itu yang bertanggung jawab atas karya yang dihasilkan.
f. Karya terjemahan
Bila suatu karya diterjemahkan ke dalam bahasa lain, tajuk entrinya ditentukan pada pengarang asli, dan entri tambahan dibuat pada peterjemah.

2.4.3 Deskripsi Bibliografi
Dalam pengatalogan dikenal deskripsi bibliografi yang merupakan keterangan mengenai terbitan monograf maupun terbitan berseri. Pembuatan deskripsi bibliografi bertujuan untuk menyediakan data tentang buku bagi pengguna perpustakaan. Pedoman untuk menentukan deskripsi bibliografi adalah Anglo American Cataloguing Rules edisi kedua revisi (AACR2).
Dalam membuat deskripsi bibliografi sumber informasi yang digunakan adalah terbitan itu sendiri. Urutan sumber informasi menurut Sulistyo Basuki (1993:330) yaitu:
• “Halaman judul, yaitu halaman yang memuat judul sebenarnya.
• Halaman permulaan lainnya ( misalnya halaman judul singkat, dibalik halaman judul, kulit buku dan punggung buku) dan kolofon.
• Terbitan itu sendiri, misalnya kata pengantar, kata pendahuluan, teks, lampiran, tambahan dan sampul buku
• Di luar terbitan itu sendiri”.
Deskripsi bibliografi disusun oleh tujuh daerah dan masing-masing daerahnya memuat informasi yang disebut unsur. Adapun susunan urutan unsur dalam daerahnya masing-masing adalah:
1. Judul di kutip sesuai dengan apa yang terdapat pada halaman judul, kalau judul terlalu panjang dapat di potong dan diikuti tanda ellipsis[ ---]
a. Judul tambahan dipisahkan dari judul utamadengan tanda baca titik dua [:]
b. Judul paralel adalah judul yang dinyatakan dalam berbagai bahasa yang dalam pencatatannya masing-masing dipisahkan dengan tanda sama dengan [=]
2. pernyataan pengarang dicatat setelah judul tanda garis miring [/] digunakan untuk memisahkan kedua unsur itu.
3. pernyataan edisi dicatat dengan menggunakan angka Arab kata Edisi ( edition) disingkat menjadi ed. Edisi dipisahkan dengan garis miring [/] dari pernyataan pengarang/editor yang khusus untuk edisi itu.
4. impresium terdiri dari tempat terbit, nama penerbit dan tahun terbit. Tempat terbit dan nama penerbit dipisahkan dengan tanda titik dua [:]
contoh: Jakarta: Direktorat Jenderal Transmigrasi, 1972.
a) Tempat terbit yang ganda dipisahkan dengan tanda titik koma
b) Tempat terbit dan nama penerbit yang kedua-duanya ganda dipisahkan dengan tanda titik koma [;]
c) Tempat terbit yang tidak diketahui dinyatakan [s.l] antar tanda kurung siku. ( s.l=sine loco)
d) Nama penerbit yang tidak diketahui dinyatakan [s.n] antara kurung siku. (s.n =sine nomine)
e) Tempat dan nama penerbit yang keduanya tidak diketahui dinyatakan dengan [s.l.:s.n] diikuti dengan tempat dan nama pencetak antara kurung siku.
5. Deskripsi fisik terdiri dari pernyataan jumlah halaman ( jumlah jilid untuk karya yang lebih dari satu volume) dan pernyataan ilistrasi. Keduanya di pisah dengan tanda titik dua [:]. Halaman dinyatakan dengan tanda p dan ilustrasi dengan ill.
6. seri dinyatakan dengan kurung dalam kolasi setelah nomor seri dipisahkan dengan titik koma [;].
7. catatan diberikan dalam urutan berikut :
a. catatan bibliografi mengenai judul asli, bentuk karya akademis ( disertasi, tesis, skripsi), nama sponsor dan sebagainya.
b. Catatan seri seperti adanya bibliografi, judul jilid pada monograf berjudul yang tiap jilidnya mempunyai judul.
8. jejakan ( tracing) berisi deskriptor- deskriptor untuk mengindeks informasi yang terdapat dalam dokumen yang bersangkutan. Jika diperlukan deskriptor dapat disertai nomor halaman tempat informasi. Jejakan ( tracing) perlu untuk mengetahui entri tambahan apa saja yang perlu dibuat untuk satu dokumen. ( Sumardji, 1988 : 159-161)

2.4.4 Penentuan Tajuk Subjek
Penentuan tajuk subjek dilakukan untuk mengetahui topik atau tema yang akan dibahas dalam suatu bahan pustaka. Tajuk subjek adalah kata atau istilah atau frase yanf digunakan pada katalog untuk menyatakan isi atau topik suatu bahan pustaka. Dalam menentukan tajuk subjek ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu:
dalam menentukan tajuk subjek ini, pertama pilihlah istilah yang paling mewakili isi dokumen
gunakan istilah yang sangat spesifik
pakailah istilah umum daripada istilah teknis
pilihlah istilah yang akan menyatakan sudut pandang yang benar.
Pakailah tajuk terbalik jika perlu untuk membentuk subjek yang sama sehingga membentuk suatu susunan yang logis
Pakailah istilah gabungan untuk dua subjek yang biasanya dibahas bersama-sama.
Bila dua istilah memiliki satu atau lebih pengertian buatlah alasannya.
( Sirdi, 1991 :13)

Untuk menentukan tajuk subjek buku, langkah yang harus dilakukan ialah dengan menganalisis subjek buku secara keseluruhan. Beberapa cara yang dapat digunakan dalam menentukan subjek buku secara cepat dan mudah ialah dengan membaca buku secar teknis:
o Judul
o Kata pengantar
o Daftar isi
o Pendahuluan
o Indeks
o Teks


2.4.5 Klasifikasi
Di perpustakaan ada begitu banyak buku, mulai dari buku yang tebal, tipis, tinggi, lebar dan sebagainya. Bila buku-buku tersebut hanya disusun menurut tinggi, warna, dan tebalnya, maka pengguna akan sulit menemukan koleksi buku yang disediakan oleh perpustakaan dalam mencari informasi yang ia butuhkan. Oleh karena itu, sebaiknya buku-buku tersebut harus disusun dan dikelompokkan sesuai dengan isi dan subjeknya.
Pengelompokan buku dalam perpustakaan di kenal dengan istilah klasifikasi bahan pustaka. Ada beberapa sumber yang dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan pengertian klasifikasi. Soetminah (1992: 81) menjelaskan bahwa “klasifikasi adalah kegiatan mengelompokkan buku-buku yang subjek atau isinya sama dan memisahkan buku-buku yang subjeknya berbeda”.
Menurut Towa Homakonda (2001:1), “klasifikasi merupakan pengelompokan yang sistematis dari pada sejumlah objek, gagasan, buku atau benda-benda lain ke dalam kelas atau golongan tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sama”. Sedangkan menurut Sulistyo Basuki (1993:395) menyebutkan “ klasifikasi adalah proses pengelompokan artinya mengumpulkan benda atau entitas yang tidak sama”.
Secara sederhana dari pengertian klasifikasi di atas dapat disimpulkan bahwa klasifikasi adalah pengelompokan buku-buku yang subjeknya sama dan sesuai dengan bidang ilmu yang terkandung dalam buku tersebut. Pengelompokan bidang ilmu tersebut dapat dibagi atas:
o Kelompok buku teks
o Kelompok terbitan berkala, seperti:
- majalah
- bibliografi
- indeks
- dan lain-lain
o kelompok bidang ilmu pengetahuan
- filsafatk
- keagamaan
- sosial/kemasyarakatan
- bahasa
- eksakta
- terapan/praktis
- kesenian,rekreasi dan olahraga
- kesusasteraan
- sejarah, bibliografi dan ilmu bumi
( Sumardji 1988: 25)
Tujuan klasifikasi adalah untuk membantu pemakai mengidentifikasi dan melokalisasikan sebuah dokumen berdasarkan nomor panggil, serta mengelompokkan semua dokumen sejenis menjadi satu.
Ada beberapa sistem klasifikasi yang digunakan perpustakaan di seluruh dunia seperti, Dewey Decimal Classification (DDC), Universal Decimal Classification (UDC), Library Congress Classification (LCC), daftar perluasan DDC yang khusus dikembangkan untuk Indonesia, dan lain-lain. Dari beberapa sistem klasifikasi tersebut, DDC merupakan sistem yang paling banyak digunakan oleh perpustakaan di dunia termasuk di Indonesia. DDC membagi ilme pengetahuan dalam 10 kelas utama, yaitu:
000 karya umum
100 Filsafat
200 Agama
300 Ilmu-ilmu Sosial
400 Bahasa
500 Ilmu Murni
600 Teknologi terapan
700 Kesenian
800 Sastra
900 Sejarah dan Geografi ( Sulistyo-Basuki, 1993:408)
Ada dua kegunaan sistem klasifikasi yang dapat dilihat yaitu:
1) untuk memberikan nomor panggil yang menyatakan letak suatu karya di rak. Dengan sistem klasifikasi ini, sebuah buku hanya memperoleh satu nomor kelas.
2) Untuk menjelaskan isi serta menentukan nomor panggil. Dengan sistem klasifikasi ini, sebuah karya memperoleh satu nomor kelas utama yang berguna sebagai nomor panggil dan beberapa nomor kelas tambahan.

2.4.6 Filling Kartu Katalog
Filling kartu katalog adalah penyusunan kartu pada laci lemari katalog. Kartu-kartu yang telah selesai dibuat, disusun dalam laci katalog sesuai dengan peraturan yang digunakan oleh suatu perpustakaan. Menurut Sumardji ( 1997 :69) penyusunan kartu katalog adalah sebagai berikut:
o “ bagi kelompok kartu katalog pengarang, kartu katalog judul, dan kartu katalog subjek, masing-masing disusun menurut urutan secara alfabetis dari huruf-huruf nama pengarang, judul dan subjek.
o Bagi kelompok kartu katalog shelflist disusun menurut urutan nomor penempatan (call number) yang tercantum pada sudut kiri atas”.
Penjajaran kartu katalog harus disusun menurut peraturan yang ada, agar katalog dapat benar-benar berdaya guna bagi pengguna perpustakaan. Ada tiga nama yang pernah mengeluarkan peraturan penjajaran kartu katalog, yaitu:
1) Cutter
Peraturan yang dibuat Cutter ini pada dasarnya penjajaran menurut abjad. Tetapi Cutter juga penyimpanan dengan mengadakan pengelompokan tajuk (entri)
2) ALA (American Library Association)
Prinsip utama dari peraturan yang dibuat oleh ALA adalah penjajaran secara abjad dengan mengabaikan tanda baca dan pengelompokan entri nama keluarga yang dijajar lebih dulu sebelum entri lain yang memiliki kata yang sama.
3) LC ( Library of Congress)
4) Peraturan yang dibuat oleh ALA ini tidak sepenuhnya disusun menurut abjad, karena terdapat beberapa pengelompokan antar penjajaran ( Eryono, 193:302)

2.4.7 Pelabelan (labelling)
Labelling merupakan suatu pekerjaan memberi perlengkapan pada buku sebelum disajikan kepada pengguna dalam proses peminjaman atau sirkulasi. Pelabelan (labeling) dilakukan agar bahan pusyaka yang berisi informasi penting dapat dikenali dengan mudah dan cepat ditemukan oleh para pengguna perpustakaan. Menurut Sumardji ( 1998: 26) yang dimaksud dengan” pelabelan adalah kegiatan membuat /menulis nomor penempatan (call number) setiap bahan koleksi pada label tertentu, kemudian menempelkannya pada punggungnya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Label tersebut ditempel pada punggung buku kira-kira 2,5 cm dari bawah dalam posisi buku berdiri. Kelengkapan lain yang harus dibuat adalah kantong buku, dan lembaran tanggal kembali.

2.4.8 Penyusunan Buku di Rak
Penyusunan buku di rak sering disebut dengan istilah shelving. Shelving adalah penempatan buku pada rak menurut cara tertentu sehingga mudah ditemukan pengguna dengan cepat. Penyusunan buku di rak dilakukan secara sistematis, yang diurutkan dari nomor klasifikasi terkecil sampai pada nomor klasifikasi terbesar (mulai dari nimor 000-999).
Pekerjaan ini harus dilakukan dengan cermat, agar koleksi buku yang ada pada perpustakaan dapat ditemukan dan tidak dianggap hilang karena kesalahan penempatan buku yang tidak sesuai dengan nomor klasnya.





























BAB III
PENGATALOGAN BAHAN PUSTAKA BUKU PADA
PERPUSTAKAAN STT ABDI SABDA
MEDAN

Gambaran Umum STT ABDI SABDA MEDAN
Di dorong oleh panggilan untuk memberitakan Injil Kristus dan kebutuhan akan tenaga pelayan Gereja, pertengahan dekade 60-70 an Gereformeerd Indonesia mengajak Gereja-Gereja di Sumatera Utara untuk menyelenggarakan sekolah formal untuk mendidik calon-calon guru Injil dan guru agama Kristen, baik untuk bekerja di gereja maupun di sekolah-sekolah.
Ajakan gereja Gereformeerd Indonesia untuk maksud di atas disambut baik oleh beberapa gereja di Sumatera Utara. Sambutan di atas diwujudkan dalam pertemuan bersama yang dihadiri oleh masing-masing utusan gereja yaitu:
1. Pdt. Sep Purnahadikawahyo dari Gereformeerd Church in Indonesia (GKI- Sumut).
2. Pdt. KLF. Legrand dari Gereformeerd Church in Indonesia (GKI-Sumut).
3. Pdt. Anggapen Ginting Suka dari Gereja Batak Karo Protestan (GBKP).
4. Pdt. Ros Telambanua dari Gereja Nias Kristen Protestan (BNKP)
5. Pdt. A. Wilmar Saragih dari Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).
6. Pdt. S.P. Dasuha dari GKPS
Adapun keputusan penting yang diambil lewat pertemuan di atas adalah keempat gereja sepakat untuk mendirikan Yayasan Pendidikan Petugas Gereja dengan tujuan untuk menyelenggarakan sekolah untuk mendidik petugas dan calon petugas gereja.
Pada hari Jumat, 16 Agustus l967 dilakukan penandatanganan akta pendirian Yayasan di depan notaris. Keempat gereja diwakili oleh:
1. Pdt. Anggapen Ginting Suka dari GBKP
2. Pdt. Lesman Purba dari GKPS
3. Pdt. Sep Purnahadikawahyo dari GKI-Sumut
4. Pdt. Baziduhu Larosa dari BNKP

Dalam rangka untuk semakin meningkatkan dan merelevankan kehadirannya, sekolah ini ditingkatkan menjadi Institut Teologi Abdi Sabda (ITAS) pada tahun 1983. Sejak tahun 1987 Yayasan Abdi Sabda menerima gereja lain sebagai gereja pendukung Yayasan ini.
Adapun gereja-gereja yang menjadi pendiri dan pendukung Yayasan Abdi Sabda sejak tahun 1987 adalah sebagai berikut:
1. Gereja Batak Karo Protestan (GBKP)
2. Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS)
3. Gereja Kristen Indonesia Sumatera Utara (GKI-Sumut)
4. Banua Niha Keriso Protestan (BNKP)
5. Huria Kristen Indonesia (HKI)
6. Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA).
7. Pada tahun 2006 Yayasan Abdi Sabda maju selangkah lagi dengan menerima Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) menjadi anggota pendukung.
Dengan demikian bertambahlah gereja pendiri dan pendukung dari enam gereja menjadi tujuh gereja yaitu: GBKP, GKPS, BNKP, GKI Sumut, HKI, GKPA, dan GKPI.
Pada tahun yang sama (2006) dalam statutanya, STT Abdi Sabda menuangkan visinya sebagai berikut: menjadi Sekolah Tinggi Teologi yang terbaik di Indonesia khususnya di bidang pastoral konseling/teologi.

Usaha Yayasan
Untuk mencapai tujuannya, Yayasan ini telah/sedang menyelenggarakan sekolah sebagai berikut:
1. 1968 - 1976 menyelenggarakan Sekolah Guru Injil (SGI) dan Sekolah Pendidikan Guru (SPG).
2. 1983 - sekarang melalui STT Abdi Sabda membuka fakultas PAK
3. 1984 - sekarang membuka fakultas Theologia
4. 1997 - sekarang membuka program paska sarjana untuk program M.Th, M.Div, dan M.Min

Sejak Berdirinya STT Abdi Sabda dipimpin oleh rektor/ketua di bawah ini:

A.Rektor:
1. Pdt. Johanes Pengarapen Sibero, MTh (alm) (1983-1988)
2. Pdt. Mika Damanik (alm) (1988-1990)
3. Pdt Ruben Bangun, MTh (1990-1992)
4. Pdt. Mika Damanik (alm) (1992-1994)
5. Pdt. Berlian Saragih, M.Litt (1994-1996)
6. Pdt. Anggapen Ginting Suka, DPS (1996-1998)

B.Ketua:
1. Pdt. Edison Munthe D.Min (1998-2000)
2. Pdt. Efrata Tarigan STh, M.Si (alm) (2000 - 2002)
3. Pdt. Thomas Johanis Nanulaitta, MT.h (2002-2004)
4. Pdt. Jaharianson Saragih STh, MSc, Ph.D (2004-2007)
5. Pdt. Dr. Jontor Situmorang, M.Th (2007-2010)

Sebagai lembaga pendidikan yang oikumenis, STT Abdi Sabda sampai tahun 2007 telah menamatkan mahasiswa jurusan :
1. Sarjana Theologi (STh) sebanyak 509 orang, dengan perincian sebagai berikut :
a. Dari Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) :146 orang
b. Dari Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) :126 orang
c. Dari Huria Kristen Indonesia (HKI) :109 orang
d. Dari Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) : 42 orang
e. Dari Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA) : 32 orang.
f. Dari Gereja Kristen Indonesia Sumatera Utara (GKI SU) : 17 orang
g. Dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) : 14 orang
h. Dari Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) : 8 orang
i. Dari Gereja Metodis Indonesia (GMI) : 6 orang
j. Dari Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) : 5 orang
k. Dari AFG : 1 orang
l. Dari Gereja Kristen Pulau Mentawai (GKPM) : 1 orang
m. Dari Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB) : 2 orang
2. Sarjana PAK (S.PAK) : 777 orang
3. Diploma III (D3) PAK : 294 orang
4. Diploma II (D2) PAK :1.161 orang
5. PWG : 20 orang
6. Pascasarjana sebanyak 47 orang diantaranya :
a. Magister Theologia (M.Th) : 31 orang
b. Magister Divinity (M.Div) : 2 orang
c. Magister Ministry (m.Min) : 14 orang
Jadi jumlah alumni STT Abdi Sabda Medan sampai tahun 2007 adalah sebanyak 2808 orang.
Lulusan di atas berasal dari berbagai gereja yaitu: GBKP, GKPS, GKI-Sumut, BNKP, HKI, GKPA, GKPI, HKBP, GPIB, GKPPD, GPDI, GPI, GKPM, ONKP, AFG, GMI, GKPPD, GPP, GMI, dan lain-lain.
Sejak tahun 1988 STT Abdi Sabda telah menyelenggarakan ujian Negara baik untuk jurusan PAK dan Theologia tahun 1998.
Sebagai lembaga pendidikan Theologi STT Abdi SAbda adalah anggota Persetia (Perhimpunan Sekolah Tinggi Teologia) dan ATESEA (Association of Theological Education in South East Asia). Disamping itu STT Abdi Sabda juga menjalin kerjasama dengan mitra dalam negeri seperti Departemen Agama, Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), BKAG, Gereja-Geeja di Indonesia, dan juga dengan mitra di luar negeri seperti: Lutheran World Federation (LWF)-Geneva, Norwegian Lutheran Mission (NLM), Lutheran Church of Australia (LCA), Overseas Mission Fellowship (OMF), Evangelical Lutheran Church in America (ELCA), World Church of Council (WCC)-Geneva, CCA-Chiang May, Presbyterian Church di Skotlandia dan Korea Selatan, Gereja Anglikan di Inggris, United in Mission (UIM) –Wuppertal, dan lain-lain.
STT Abdi Sabda juga aktip dalam pengabdian masyarakat. sejak tahun 1991 STT Abdi Sabda aktip melayani di LP Anak Klas 1-A dan sejak tahun 1995 di Rutan keduanya di Tanjung Gusta Medan. Disamping itu juga aktip terlibat dalam memberikan bantuan bagi bencana tsunami Nias dan Aceh. Saat ini STT Abdi Sabda juga aktip menyalurkan beasiswa untuk penduduk sekitar lingkungan kampus yang berpendidikan kelas 4 SD – SMP dari keluarga yang tidak mampu sebanyak 40 orang.
Status Akreditasi STT Abdi Sabda, sampai saat ini status akreditasi STT Abdi Sabda adalah sebagai berikut:
1. Status diakui oleh Keputusan Dirjen Bimas Kristen Depag RI No: DJ.III/Kep/HK.00.5/101/2441/2004 untuk program S1 PAK dan Teologi.
2. Status terakreditasi oleh keputusan Dirjen Bimas Kristen Depag RI No. DJ.III/ Kep/ HK.00.5/ 246/2576/2005 untuk program pascasarjana Stratum Dua (S2) program studi teologi.
Status terakreditasi oleh The Association for Theological Education in South East Asia (ATESEA) untuk program Sarjana Theology dan Master Divinity tahun 2007.
Program Studi STT ABDI SABDA:
No Program Studi Jenjang Ketua Jurusan
1 TEOLOGIA S1 . Pdt. Thomas Johanis Nanulaitta, M.Th
2 PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
SI
DIII
. Pdt. Agus Jetron Saragih, M.Th
3 PASCA SARJANA TEOLOGIA S2 Pdt. Dr. Batara Sihombing,M.Th
Dalam menunjang kegiatan belajar mengajar, kampus STT ABDI SABDA MEDAN telah menyiapkan beberapa fasilitas:
• Jaringan komputer yang baik dan beberapa titik akses point guna menunjang kegiatan mahasiswa dalam mencari informasi melalui Internet
• Perpustakaan
• Gedung ber-AC
• Parkiran yang luas dan aman
• Mendukung kegiatan extrakulikuler buat mahasiswa,
Peranan AMIK MBP
Sekolah Tinggi Teologia Abdi Sabda adalah lembaga pendidikan gerejani yang bertujuan untuk mendidik para calon pelayan dan pengajar Sehingga disiplin dan tata tertib yang berdasarkan kasih, sangatlah diperlukan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lembaga pendidikan ini baik di dalam maupun di luar kampus. Keutuhan citra dan reputasi STT Abdi Sabda sebagai lembaga pendidikan ditanggungjawabi oleh Pimpinan STT Abdi Sabda.
Seorang mahasiswa dituntut untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya selama ia studi, sebagai jawaban atas panggilannya sebagai mahasiswa. Oleh karena itu seharusnya mahasiswa menggunakan talenta dan segala potensinya secara maksimal dalam belajar. STT Abdi Sabda terpanggil untuk mempersiapkan para mahasiswa secara akademis. Untuk menunjang hal ini, sejak awal para mahasiswa baru dipersiapkan dan dibekali melalui kegiatan “Pengarahan Akademis Mahasiswa”. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa-mahasiswi baru termasuk mahasiswa-mahasiswi yang transfer yang belum diarahkan secara akademis sejak awalnya di perguruan tinggi yang ditinggalkannya. Sebagai tindak lanjut usaha untuk membimbing mahasiswa secara akademis, STT Abdi Sabda mengangkat dosen-dosen Penasehat Akademik bagi paramahasiswa. Untuk memperlancar pelaksanaan pembimbingan, mahasiswa-mahasiswa dibagi atas beberapa kelompok untuk dibimbing oleh dosen Pembimbing Akademis. Bagi mahasiswa diadakan bimbingan studi secara reguler mulai dari awal semester. Mahasiswa wajib mengikuti bimbingan ini. Salah satu implementasi bimbingan akademis di tiap semester adalah perencanaan dan pembicaraan tentang pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dan Kartu Hasil Studi (KHS). Dalam proses belajar mahasiswa diharuskan mengikuti prosedur akademis yang ditentukan oleh bidang akademis STT Abdi Sabda dan mematuhi prosedur belajar mengajar seperti: tiba di lokal tepat waktu, tidak diperkenankan merokok dalam ruangan, disekitar ruangan kelas dan disekitar ruangan kantor. Dalam mengerjakan ujian dan tugas-tugas mahasiswa harus menjunjung nilai-nilai kejujuran serta menjauhkan usaha penjiplakan.
Setiap mahasiswa wajib memperlihatkan displin diri yang tertib di dalam kehidupan akademis maupun kehidupan sehari-hari. Seluruh mahasiswa bertanggungjawab terhadap keamanan, ketertiban dan ketentraman kampus. Pelanggaran terhadap peraturan-peraturan di bawah akan dikenakan sanksi oleh Pimpinan STT Abdi Sabda, berupa: peringatan pertama s/d ketiga, skorsing dan pemecatan atas keputusan rapat Pimpinan STT Abdi Sabda
STT Abdi Sabda sebagai lembaga perguruan tinggi terpanggil untuk melayani masyarakat dan memelihara kehidupan bermasyarakat agar rukun dan damai sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sehingga mahasiswa sebagai bagian dari STT Abdi Sabda berkewajiban untuk menjaga dan memelihara nama baik STT Abdi Sabda di masyarakat, menjalin kerjasama, dan memelihara kehidupan yang harmonis..
VISI
Menjadi Lembaga Pendikan Terbaik pada bidang teologia
MISI
- untuk mendidik para calon pelayan dan pengajar Sehingga disiplin dan tata tertib yang berdasarkan kasih, sangatlah diperlukan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lembaga pendidikan ini baik di dalam maupun di luar kampus

Tujuan
Adapun Tujuan dari Perguruan Tinggi STT ABDI SABDA MEDAN adalah sebagai berikut :
o Menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang informatika, serta dapat bersaing ketingkat nasional maupun internasional berdasarkan moral agama.
o Mewujudkan kemandirian pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Yang dapat adaptif, kreatif, dan proaktif terhadap perkembangan lingkungan strategis.
3.2. Koleksi
Koleksi merupakan unsur penting didirikannya sebuah perpustakaan selain gedung. Dengan adanya koleksi perpustakaan, maka fungsi dari perpustakaan dapat berjalan sacara efektif. Koleksi perpustakaan STT ABDI SABDA terdiri dari buku teks, koleksi deposit dan koleksi referensi. Koleksi referensi hanya dapat dibaca di ruangan perpustakaan saja.
Perpustakaan STT ABDI SABDAmenyediakan berbagai koleksi agar mahasiswa dapat memenuhi kebutuhan penggunanya. Jumlah koleksi perpustakaan tersebut adalah 15.038 eksemplar. Koleksi yang ada pada perpustakaan STT ABDI SABDA terdiri dari:
• buku teks bidang ilmu pengetahuan bidang agama kristen
• koleksi referensi seperti kamus, ensiklopedia, peta, globe, dan buku tahunan
• koleksi deposit seperti tugas akhir dari mahasiswa
3.3 Pelayanan Perpustakaan STT ABDI SABDA MEDAN
Pengguna perpustakaan akan merasa nyaman dalam melakukan kegiatan perpustakaan jika layanan yang diberikan dapat memuaskan pengguna. Kegiatan pelayanan perpustakaan STT ABDI SABDA yang dilakukan di bagi atas dua macam, yaitu kegiatan layanan teknis dan kegiatan layanan pengguna.
3.3.1 Pelayanan Teknis
Pelayanan teknis dilakukan meliputi kegiatan pengadaan, inventarisasi, pengolahan dan pemeliharaan.
a. Pengadaan
Kegiatan pengadaan koleksi perpustakaan dilakukan dengan dua cara:
1. pembelian
Pembelian buku dilakukan oleh petugas perpustakaan dan institusi dengan menggunakan dana anggaran rutin yang telah ditetapkan. Buku-buku yang dibutuhkan langsung dibeli di toko buku. Buku-buku yang dibeli perpustakaan disesuaikan dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh STT ABDI SABDA
2.Sumbangan
Selain diperoleh dari pembelian, koleksi buku perpustakaan STT ABDI SABDA sebagian berasal dari hasil sumbangan para dosen dan mahasiswa. Setiap mahasiswa wajib menyerahkan satu hasil dari kertas karya atau tuga akhir yang telah di buat.
b. Inventarisasi
Langkah awal yang dilakukan perpustakaan STT ABDI SABDA sebelum mengolah bahan koleksi yang berasal dari pembelian dan sumbangan adalah menginventarisasikan koleksi perpustakaan tersebut. Hal ini bertujuan agar perpustakaan dapat mengetahui jumlah koleksi yang dimiliki.
3.3.2 Pelayanan Pengguna
Dalam melayani pengguna, perpustakaan STT ABDI SABDA memakai sistem perpustakaan terbuka (opened access). Sistem pelayanan terbuka (opened access) ini merupakan sistem dimana pengunjung perpustakaan diperbolehkan untuk mencari sendiri koleksi yang dibutuhkan dengan bebas.
Pelayanan sirkulasi
Kegiatan pelayanan sirkulasi meliputi kegiatan pendaftaran anggota pepustakaan, peminjaman, pengembalian, dan perpanjangan koleksi. Pengguna dapat meminjam koleksi perpustakaan jika sudah terdaftar menjadi anggota perpustakaan. Waktu pinjam koleksi perpustakaan hanya 1 minggu dan jika terlambat mengembalikan buku tersebut akan dikenakan denda sebanyak Rp 500 per hari. Koleksi perpustakaan STT ABDI SABDA selain dapat dibaca di ruang perpustakaan juga dapat dibawa pulang atau dipinjam.. Dan untuk koleksi yang rusak atau hilang, pengguna diwajibkan mengganti buku tersebut dengan judul yang sama atau membayar sebesar harga buku itu.
Hal tersebut dimaksudkan agar para pengguna perpustakaan dapat disiplin dalam menggunakan bahan pustaka. Karena dengan koleksi yang terbatas, pengguna perpustakaan diharapkan dapat bekerjasama dalam memajukan perpustakaannya dengan memberikan kesempatan kepada pengguna yang lain untuk dapat meminjam bahan pustaka yang sama. Dengan demikian, walaupun perpustakaan yang memiliki tidak terlalu besar.
Pelayanan Referensi
Pelayanan referensi yang diberikan berupa bantuan penelusuran koleksi referensi dan penjelasan mengenai fasilitas yang dimiliki perpustakaan. Koleksi referensi yang dimiliki perpustakaan STT ABDI SABDA adalah ensiklopedia, kamus (dalam berbagai bahasa), undang-undang dan karya ilmiahWaktu Pelayanan
Waktu pelayanan perpustakaan dibuka setiap hari dengan rincian jam buka sebagai berikut:
- Senin- Jumat : 09.00-18.00 Wib
- Sabtu : 09.00- 15.00 Wib
- jam istirahat : 13.00-14.00 Wib
3.4 Pengatalogan Buku
Pengguan dapat dengan mudah dan jelas memperolah informasi mengenai buku yang dibutuhkan, jika koleksi yang dimiliki diolah terlebih dahulu. Pengolahan buku pada Perpustakaan STT ABDI SABDA dilakukan melalui beberapa tahap sampai buku tersebut siap dilayangkan kepada para pengguna, sebelum diolah atau belum. Jika buku tersebut sudah pernah diolah, tidak perlu diolah lagi hanya dibuatkan label nomor panggil buku, kartu dan kantong kartu buku, serta slip tanggal kembali buku. Tetapi jika buku tersebut belum pernah diolah, maka petugas perlu membuat konsep katalognya terlebih dahulu, lalu menentukan nomor klasnya.
Sebelum membuat konsep katalog buku, terlebih dahulu petugas perpustakaan melihat katalog dalam terbitan (KDT) yang ada pada buku. Jika pada buku terdapat katalog dalam terbitan, maka petugas hanya mengetik katalog dalam terbitan tersebut pada kartu katalog. Tetapi jika buku yang akan diolah tidak memiliki katalog dalam terbitan, petugas perpustakaan harus membuat konsep katalognya terlebih dahulu lalu setelah konsepnya selesai dapat diketikkan pada kartu katalog. .

Katalogisasi
katalogisasi merupakan proses pembuatan kartu katalog. Katalog berfungsi sebagai sarana yang disediakan perpustakaan untuk menemukan buku yang dubutuhkan oleh pengguna dengan mudah. Pembuatan kartu katalog tersebut diketik secara manual.
Dalam pembuatan kartu katalog manual ada beberapa langkah yang harus diperhatikan agar kartu katalog tersebut dapat berjalan sesuai dengan fungsinya. Beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam pembuatan kartu katalog dapat dilihat sebagai berikut:
a. Langkah pertama, menentukan pengarang yang menjadi tajuk entri utama
b. Langkah kedua, membuat deskripsi bibliografi
c. Langkah ketiga, menentukan subjek
d. Langkah ke empat, membuat nomor kelas buku
Keempat langkah tersebut merupakan konsep katalog yang dikerjakan pada kertas buram atau temporary slip (T-slip). Setelah konsep katalog selesai dibuat dan diperiksa, kemudian konsep tersebut diketik pada kartu katalog yang terbuat dari kertas karton dengan ukuran 7,5 x 12,5 cm.
Penentuan tajuk subjek
Proses penentuan tajuk subjek pada perpustakaan AMIK MBP dilakukan berdasarkan katalog dalam terbitan (KDT) yang terdapat dalam halaman balik dari halaman judul buku. Jika buku tersebut tidak memiliki KDT, maka petugas menentukan sendiri subjek buku dengan membaca isi buku secara keseluruhan.
Klasifikasi
Klasifikasi merupakan proses pemberian nomor panggil atau notasi buku. Proses klasifikasi buku yang dilakukan oleh perpustakaan STT ABDI SABDA sangat sederhana, karena buku-buku yang diklasifikasikan tidak mencakup semua bidang ilmu seperti yang terdapat pada perpustakaan yang besar. Buku-buku yang dilkasifikasikan terdiri dari buku-buku ilmu pengetahuan umum,agama kristen . Ada beberapa pedoman yang dijadikan petugas sebagai acuan dalam mengklasifikasikan buku seperti Pengantar Persepuluhan Dewey.
Pelabelan (labeling)
Proses pelabelan (labeling) merupakan kegiatan pembuatan kelengkapan fisik buku yang meliputi pemberian pemberian label nomor panggil buku, kartu buku, kantong buku, lembar tanggal kembali buku, serta penyampulan buku. Pelabelan buku dilakukan setelah proses katalogisasi dan klasifikasi buku selesai.
Proses pelabelan buku yang dilakukan perpustakaan STT ABDI SABDA dapat dilihat sebagai berikut:
1. buku-buku yang telah dikatalog, diberi label nomor panggil buku dan kemudian label tersebut ditempelkan pada punggung buku dengan jarak 3 cm dari tepi bawah punggung buku
2. pembuatan kartu dan kantong buku yang berisi judul buku, pengarang, dan nomor panggil buku. Kantong buku ditempel pada halaman akhir belakang buku dan kartu buku dimasukkan ke dalam kantong buku.
3. Menempelkan lembar slip tanda kembali buku pada halaman belakang bersebelahan dengan kartu buku
4. Menyampul buku agar buku terhindar dari kotor dan kerusakan. Penyampulan buku ini dilakukan untuk merawat buku agar buku dapat bertahan lebih lama.


Penjajaran Kartu Katalog
Kartu-kartu katalog yang telah selesai diketik disusun dengan rapi dan teratur pada laci katalog yang telah tersedia. Hal tersebut dilakukan agar kartu-kartu katalog tersebut dapat dimanfaatkan oleh para pengguna.
Penyusunan Buku di Rak
Kegiatan terakhir yang dilakukan pada pengolahan buku perpustakaan STT ABDI SABDA adalah penyusunan buku di rak. Buku-buku yang telah selesai diberi kelengkapan fisik, kemudian disusun pada rak buku yang telah disediakan. Buku –buku tesebut disusun dan dikelompokkan berdasarkan subjek dan nomor panggil buku, sesuai dengan nomor klasifikasi yang ada pada DDC.
Penyusunan buku-buku tersebut dimulai dari nomor klas terkecil sampai nomor klas yang terbesar, yaitu dari nomor klas 000, nomor klas 100, dan seterusnya sampai nomor klas 900. untuk koleksi yang tidak diolah seperti karya ilmiah, disusun menurut tahun terbitnya.
Penyususunan buku di rak perlu diperhatikan dan dilakukan dengan teliti, agar tidak terjadi kesalahan penempatan nomor klas buku. Jika buku tidak ditempatkan sesuai dengan nomor kelasnya, maka buku tersebut akan sulit ditemukan oleh pengguna yang membutuhkannya. Dengan adanya penyusunan buku yang benar pada rak buku dapat mempermudah pengguna dalam menemukan koleksi buku yang dibutuhkan.










BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas sebelumnya, maka penulis membuat kesimpulan sebagai berikut:
1. Mahasiswa yang menjadi anggota perpustakaan tidak mempunyai minat baca yang tinggi untuk berkunjung ke perpustakaan karena kurang ramahnya pegawai perpustakaan tersebut
2. Tenaga perpustakaan STT ABDI SABDA tidak semuanya mendapat pendidikan formal mengenai ilmu perpustakaann adapun Cuma 1 orang saja dan itu juga masih tergolong baru
3. Koleksi buku yang dimiliki perpustakaan STT ABDI SABDA telah diolah sebelum dilayangkan kepada pengguna
4. Koleksi perpustakaan STT ABDI SABDA terdiri dari koleksi buku teks, koleksi deposit dan koleksi referensi
5. Pengatalogan koleksi perpustakaan STT ABDI SABDA masih manual sehingga pengguna sulit menemukan informasi yang dibutuhkan
Saran
Dari hasil pembahasan yang telah diuraikan oleh penulis pada perpustakaan STT ABDI SABDA maka penulis mengemukakan saran sebagai berikut :
1. dengan berkembangnya ilmu pengetahuan pada saat ini, sebaiknya pengatalogan buku yang ada pada perpustakaan STT ABDI SABDA dilakukan dengan cara online atau dengan menggunakan OPAC supaya pengguna dapat dengan mudah mencari informasi yang dibutuhkan
2. tenaga perpustakaan hendaknya mendapat pendidikan formal mengenai ilmu perpustakaan agar dapat mengolah dan mengembangkan perpustakaan dengan baik
3. tenaga perpustakaan STT ABDI SABDA hendaknya mempunyai sifat yang ramah terhadap pengguna perpustakaan agar pengguna dapat merasakan kepuasan ketika berkunjung ke perpustakaan.
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 2004. Perpustakaan Perguruan Tinggi Buku Pedoman. Jakarta
Hamakonda, Towa P. 2002. Pengantar Klasifikasi Persepuluhan Dewey. Jakarta: Gunung Mulia
Hasugian, Jonner.2009. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan. Medan : USU Press
Soetminah. 1992. Perpustakaan, Kepustakaan, dan Pustakawan. Yogyakarta : Kanisius
Sulistyo-Basuki. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Sumardji, P. 1988. Perpustakaan : Organisasi dan tata kerjanya. Yogyakarta : Kanisius
OBSERVASI LANGSUNG KE: KAMPUS STT ABDI SABDA JL BINJAIKM 10.8 MEDAN (20352)